
Presiden FIFA Tegaskan Hydration Break Bukan Untuk Kebutuhan Komersil
Vivagoal– Piala Dunia 2026 – Presiden Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), Gianni Infantino akhirnya ikut bersuara terkait dengan penerapan aturan baru, yakni jeda hidrasi, yang menimbulkan sejumlah pro dan kontra dari berbagai pihak sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Sejumlah aturan baru mengiringi ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Satu diantaranya, adalah negara peserta yang bertambah menjadi 48 dari sebelumnya sebanyak 32.
Selain itu, FIFA menerapkan aturan lain, yakni adanya hydration break atau jeda hidrasi pada masing-masing babak. Jeda tersebut dilakukan guna menghadapi cuaca panas ekstrim yang melanda area Amerika Utara sekarang.
Namun tak semua pihak memberikan respon positif terkait aturan jeda hidrasi ini. Pasalnya, jeda hidrasi dinilai terlalu lama karena sampai memakan waktu sekitar tiga menit di tengah-tengah pertandingan.

Beberapa pihak merasa adanya jeda hidrasi membuat pertandingan seperti terbagi dalam empat kuarter.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel sebelum parta melawan Ghana, menyatakan bahwa jeda hidrasi ini memiliki pengaruh besar dalam mengubah jalannya pertandingan.
Kebanyakan melihat jika jeda hidrasi ini tak memiliki urgensi secara teknis, tapi justru lebih kepada masalah komersil. Pasalnya, jeda hidrasi memungkinkan stasiun televisi memuat berbagai iklan selama lebih dari dua menit.
Baca Juga:
- Bek Crystal Palace Pilih Merendah Usai Jadi Pahlawan Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
- Masihkah Jepang Tim Kuda Hitam di Piala Dunia 2026?
- Hadapi Laga Menentukan, Bek Swiss Beri Peringatan Bagi Kanada
- Jepang vs Swedia: Prediksi, Jadwal, dan Link Live Streaming
Jeda hidrasi tetap diterapkan pada semua pertandingan, baik yang berlangsung di siang hari atau tidak. Keputusan itu dikeluarkan demi keadilan dan keseragaman, walaupun kondisi cuaca sebenarnya tidak benar-benar mengharuskannya.
Presiden FIFA, Gianni Infantino kemudian coba meyakinkan publik tentang penerapan jeda hidrasi di Piala Dunia 2026. Menurut Infantino, kebijakan tersebut semata-mata didasari oleh pertimbangan olahraga dan bukan kepentingan komersial.
“Tidak ada pendapatan tambahan bagi FIFA, karena semua perjanjian komersial telah ditandatangani jauh-jauh hari. Jadi, ini bukanlah masalah keuangan bagi kami. Bagi kami, ini murni masalah olahraga,” kata Infantino dilansir Reuters.
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















