Presiden LALIGA Buka Suara Soal Pembajakan Digital Lewat Media Sosial
Sumber: LALIGA

Presiden LALIGA Buka Suara Soal Pembajakan Digital Lewat Media Sosial

Catrine Mega - January 14, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLa Liga LALIGA kembali menegaskan sikapnya dalam memerangi pembajakan digital yang semakin terorganisir, terutama dalam industri olahraga siaran langsung. LALIGA dengan tegas menyampaikan bahwa pembajakan bukanlah bentuk kebebasan berekspresi melainkan aktivitas kriminal yang terstruktur.

Menurut Presiden LALIGA, Javier Tebas, ada tiga poin utama yang krusial, yaitu masalah keamanan siber, teknologi untuk mengatasi sudah tersedia, dan masalah persaingan tidak adil yang jarang dibahas.

Presiden LALIGA Buka Suara Soal Pembajakan Digital Lewat Media Sosial
Sumber: beIN Sports

“Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum.

“Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata,” ujar Javier Tebas lewat unggahan X, dilansir dari rilis resmi LALIGA.


Baca juga:


Dalam industri olahraga, pembajakan mengancam keberlangsungan klub, ribuan lapangan kerja, serta investasi jangka panjang pada sepak bola akar rumput dan pengembangan pemain muda.

LALIGA menekankan bahwa teknologi untuk memerangi pembajakan secara cepat, proporsional, dan sesuai hukum sudah tersedia. Tantangan utamanya bukan pada keterbatasan teknis, melainkan pada kemauan sebagian perantara teknologi untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan secara bertanggung jawab.

LALIGA menegaskan bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual berlandaskan due process, putusan pengadilan, dan supremasi hukum, bukan keputusan sepihak atau tidak transparan. Penegakan hukum yang cepat dalam situasi kerugian yang nyata tetap dapat dilakukan dengan mekanisme audit dan peninjauan setelahnya.

“Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com