Buntut Kerusuhan di Banten, I League Siapkan Opsi Hukuman Lebih Berat
Kericuhan antarsuporter yang terjadi di laga antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta.Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham

Buntut Kerusuhan di Banten, I League Siapkan Opsi Hukuman Lebih Berat

Muhammad Ilham - Oktober 22, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Utama (Dirut) I League, Ferry Paulus, membuka peluang penerapan sanksi yang lebih berat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan di kompetisi Super League 2026/27. Salah satu opsi yang bakal didorong adalah hukuman pengurangan poin bagi klub yang suporternya terlibat dalam insiden serupa.

Wacana tersebut mencuat menyusul kericuhan antarsuporter yang terjadi dalam pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta pada pekan kelima Super League 2026/27 di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10) malam WIB.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Persita 3-2 tersebut, keributan terjadi di tribun penonton dan sempat membuat pertandingan tertunda.

Insiden itu kemudian berujung pada sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI terhadap panitia pelaksana Persita berupa denda sebesar Rp40 juta. Selain itu, suporter Persita juga dilarang mendampingi tim saat bertandang ke markas Persija pada putaran kedua.

Buntut Kerusuhan di Banten, I League Siapkan Opsi Hukuman Lebih Berat
Kericuhan antarsuporter yang terjadi di laga antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta.

Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham

Persija juga tidak luput dari sanksi. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut didenda 30 juta rupiah plus 60 juta rupiah akibat penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan flare. Tidak hanya itu, suporter mereka, The Jakmania, dilarang tandang selama setengah musim.

Ferry Paulus menegaskan, meski pengurangan poin belum tercantum dalam Kode Disiplin yang berlaku, I League tidak menutup kemungkinan mendorong penerapan hukuman tersebut melalui regulasi tersendiri.


Baca Juga:


“Memang di dalam Kode Disiplin belum tertera (pengurangan poin). Tapi, terhadap indikasi larangan, atau katakanlah, kerusuhan-kerusuhan yang terjadi ini, tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi, di dalam regulasi tersendiri, pengurangan poin,” ujar Ferry kepada awak media dalam sesi jumpa pers di Senayan, Jakarta, Rabu (21/10) siang WIB.

Menurut Ferry, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penonton saat menyaksikan pertandingan sepak bola di Indonesia. Ia menilai, perkembangan atmosfer pertandingan saat ini menunjukkan semakin banyak keluarga, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, yang datang langsung ke stadion.

“Karena apa yang sudah kita jaga selama ini tentunya harus memiliki kepastian dan kenyamanan. Bahkan, kalau kita lihat sekarang, penonton-penonton itu sudah banyak dari ibu-ibu dan anak-anak. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya hari demi hari dalam pertandingan itu semakin nyaman,” tambahnya.

Meski demikian, Ferry menyayangkan masih adanya oknum suporter yang melakukan tindakan provokatif hingga berpotensi memicu keributan di stadion. Menurutnya, tindakan segelintir pihak tersebut dapat mengganggu upaya menciptakan atmosfer pertandingan yang aman bagi seluruh penonton.

“Kami pasti akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi yang berat,” tegas Ferry.

Dengan adanya wacana tersebut, I League berharap regulasi disiplin sepak bola Indonesia dapat semakin memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang memicu kerusuhan. Namun, pengurangan poin masih sebatas opsi yang akan didorong dan belum menjadi sanksi resmi dalam Kode Disiplin PSSI.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com