PSSI Khawatir Pemain Naturalisasi Ogah Bela Timnas Indonesia di Masa Depan Karena Bully
Potret keseihan para pemain Timnas Indonesia usai ditahan imbang Timnas Singapura 1-1 di Jalan Besar Stadium, Jumat (7/8) malam WIB.Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.

PSSI Khawatir Pemain Naturalisasi Ogah Bela Timnas Indonesia di Masa Depan Karena Bully

Muhammad Ilham - Agustus 11, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Sekretariat Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengutarakan kekhawatirannya terhadap budaya bully kepada pemain Timnas Indonesia.

Para pemain Timnas Indonesia mendapatkan makian serta bully dari netizen Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kegagalan mereka melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan imbang 1-1 oleh Timnas Singapura.

Bahkan, pemain yang batal membela Timnas di AFF, Justin Hubner, pun terkena bully. Tentunya budaya ini sangat disayangkan mengingat Justin Hubner benar-benar mencintai Indonesia.

“Kita tahu juga Justin (Hubner) ini Indonesia sekali bagi saya. Karena anak ini bandel, tapi semangat Garudanya sangat tinggi, begitu besar patriotismenya,” kata Yunus Nusi kepada para wartawan, termasuk Vivagoal, di Kemenpora, Senin (10/8) pagi WIB.

“Dia hajar sana, hajar sini, dengan kemampuan dia. Tetapi, sangat kita sayangkan masih ada, sampai anak dan istrinya juga di-bully seperti itu. Kami sangat prihatin dan menyayangkan hal ini.”


Baca Juga:


Yunus Nusi juga khawatir jika budaya bully ini akan semakin memperparah sepak bola Indonesia. Menurutnya, jika budaya ini terus berlanjut, maka akan ada kemungkinan para pemain naturalisasi ogah untuk membela Timnas Indonesia di masa depan.

PSSI Khawatir Pemain Naturalisasi Ogah Bela Timnas Indonesia di Masa Depan Karena Bully
Potret keseihan para pemain Timnas Indonesia usai ditahan imbang Timnas Singapura 1-1 di Jalan Besar Stadium, Jumat (7/8) malam WIB.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.

“Kita lihat sendiri sejauh mana akibat dari apa yang dilakukan oleh masyarakat kita terhadap para pemain. Kita juga belum sampai ke sana (ranah hukum), hanya kita selalu mengimbau agar kita selalu menjaga anak-anak ini supaya psikologi mereka juga tetap terjaga dan semangat mereka tidak luntur.”

“Saya khawatir, kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan, untuk tidak lagi membela negaranya,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com