
Refleksi dari Fabregas, Setelah Como Lolos ke Liga Champions
Vivagoal – Serie A – Allenatore Como 1907, Cesc Fabregas mengungkapkan berbagai perjuangan keras dan berliku dari tim asuhannya itu dalam beberapa musim terakhir, usai mencetak tinta emas dengan tampil di Liga Champions pertama kali sepanjang sejarah klub.
Kepastian itu didapatkan oleh Como 1907 berkat kemenangan di pekan terakhir Liga Italia musim ini atas Cremonese. Il Lariani membekap Cremonese dengan skor telak 4-1 di Stadio Gioavnni Zini dini hari tadi WIB.
Pada kesempatan yang sama, AC Milan secara mengejutkan harus takluk dari Cagliari dengan skor 1-2. Hasil itu membuat Como dengan nyaman melenggang ke posisi ke-4 pada klasemen akhir Liga Italia 2025/26 dengan raihan 71 poin.

Salah satu sosok kunci dari performa mengejutkan Como ini tak lagi adalah Cesc Fabregas, yang menangani tim sejak 2024 silam. Ia kini sukses membuat Como untuk kali pertama mentas di Eropa, hanya dua musim sejak mereka promosi ke Serie A.
“Sepanjang hidupku, bahkan saat melakukan pergantian pemain, selalu punya firasat tentang berbagai hal. Sehari sebelum kami bertanding melawan Parma, saya merasa bahwa dengan dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions,” kata Fabregas dilansir Football Italia.
Baca Juga:
- John Herdman Siapkan 2 Tempat untuk Pemain Baru di FMD Juni, Siapa Kandidatnya?
- Tinggalkan Man City, Guardiola: Saya sangat lelah
- Jadi Pahlawan Ajax, Maarten Paes Kembali Buktikan Kualitas dalam Adu Penalti
- Kapten Arsenal Sulit Berkata-kata Usai Angkat Trofi Liga Inggris
“Saya memperlihatkan kepada para pemain sebuah video tentang seorang pesepeda yang berada di posisi keenam. Tetapi dia mulai mengayuh pedal dengan keras pada sprint akhir dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini. Mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese, jadi kami tahu bahwa kami membutuhkan rentetan kemenangan. Tetapi perasaan yang selalu ada adalah bahwa kami masih berada dalam persaingan.”
Fabregas kemudian merefleksikan perjalanannya di Como yang kini sudah mengalami banyak perkembangan, baik dalam maupun luar lapangan. Fabregas mengibaratkan karirnya bersama Il Lariani seperti Ia sedang dalam dunia kuliah, yang mendapatkan berbagai pelajaran dan pengalaman di dunia si kulit bundar.
“Saya selalu mengatakan harus mengambil banyak keputusan di sini, karena secara praktis diberi kendali penuh atas aspek sepak bola. Saat kami mulai, hampir tidak ada apa-apa. Hari ini berbicara dengan dua fisioterapis yang bersama kami empat tahun lalu saat datang bermain, kami tidak punya lapangan latihan. Jadi kami melakukan pijat di meja di ruang belakang sebuah bar! Sekarang, kami berada di Liga Champions,” tambah Fabregas.
“Ini adalah tahun setengah keduaku sebagai pelatih, jadi terima kasih kepada staf atas cara mereka mendorong dan menginspirasi, serta memahamiku. Saya sadar kadang-kadang sulit diajak bekerja sama, tapi ini adalah hidup saya, selalu berusaha melakukan lebih banyak. Saya telah berkembang begitu banyak dalam pengalaman ini. Ini seperti pergi ke universitas sepak bola setiap hari. Aku harus mengambil begitu banyak keputusan. Pada hari saya meninggalkan sini, akan menjadi hanya seorang pelatih.”
Selalu update berita terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com















