
Rio Ferdinand Mulai Ragukan Kapasitas Rangnick Sebagai Pelatih
Vivagoal – Liga Inggris – Kekalahan yang didapatkan Manchester United atas Wolverhampton membuat Rio Ferdinand mulai meragukan kapasitas Ralf Rangnick sebagai pelatih. Pasalnya, taktik yang diterapkan membuat para penyerangnya tampil memble.
Manchester United secara mengejutkan tumbang 0-1 saat menghadapi Wolverhampton di laga lanjutan Liga Inggris pekan ke-21, Selasa (4/1) dinihari WIB. Bertanding di Old Trafford, gol Joao Moutinho di menit ke-82 membuat Setan Merah harus mendapat malu di kandang sendiri.
Secara penampilan, Man United yang turun dengan formasi andalan Ralf Rangnick, yaitu 4-2-2-2 bermain sangat mengecewakan dan kalah intensitas dari tim tamu. Wolves tercatat mampu melepaskan 19 percobaan tembakan dengan enam diantaranya mengarah ke gawang.
Sementara The Red Devils hanya punya sembilan percobaan dengan cuma dua yang on target. Sepanjang 90 menit laga berlangsung, Man United juga terlihat begitu kesulitan membongkar pertahanan Wolves.
Rio Ferdinand pun merasa dengan skema andalannya itu, Rangnick secara tak langsung sudah menyian-nyiakan potensi besar yang dimiliki duet Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani di lini depan.
Baca Juga:
- Kesalahan Terbesar Man United: Tunjuk Rangnick, Lepas Conte
- Man United Tak Punya Identitas Dibawah Asuhan Rangnick
- Rekor Mentereng Wolves Usai Hajar Man United di Old Trafford
- Rashford Tak Senang Dicadangkan di Man United
Pasalnya, dengan taktik 4-2-2-2, Ronaldo dan Cavani jadi kekurangan suplai bola crossing yang biasa dilakukan para pemain sayap. Padahal, Ronaldo dan Cavani justru sangat bagus jika mendapatkan bola-bola dari area lebar lapangan.
“Keluhan terbesar saya adalah ketika Anda punya Cavani dan Ronaldo di tim, untuk menyongsong bola dari lebar lapangan, tapi Anda tak bermain dengan pemain yang mampu mengirim bola dari sana, maka itu terasa seperti tak ada gunanya,” ejek Ferdinand dikutip dari Metro.
“Mereka harus dimainkan sesuai kekuatan mereka, seseorang yang bagus dalam menyongsong bola tapi tak pernah diberikan bola seperti itu. Jadi bagaimana bisa mengharapkan hasil-hasil yang bagus?
“Kekuatan besar Ronaldo dan Cavani adalah diberikan umpan silang, maka kirim bola ke kotak penalti. Maksud saya adalah manfaatkan lebar lapangan lebih banyak. Dengan taktik 4-2-2-2 berarti bek sayap jadi pemain melebar, tapi Wan-Bissaka dan Luke Shaw bukan pemberi umpan silang.” (IRM)
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















