Satu Penalti yang Buat Legenda Italia Kehilangan Semuanya - Vivagoal.com
Brasil Italia 1994
AFP/DANIEL GARCIA via kompas.com

Satu Penalti yang Buat Legenda Italia Kehilangan Semuanya

Irman Maulana - November 24, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Serie A – Penyerang legendaris Italia, Roberto Baggio mengaku telah kehilangan semuanya, baik dari level tim maupun individu karena satu penalti yang Ia gagal jalankan dengan baik sepanjang karirnya sebagia pesepakbola.

Roberto Baggio dikenal sebagai salah satu penyerang terhebat dalam sejarah sepakbola Italia. Tak terlalu sulit untuk menemukan Baggio diatas lapangan hijau, terutama dengan rambut kuncir yang sudah menjadi ciri khasnya.

Sepanjang karirnya Baggio tercatat telah membela tujuh tim, termasuk tiga raksasa Italia, seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan. Juventus menjadi salah satu tempat dimana Baggio melalui masa-masa emas selama karir profesionalnya.

Diboyong dengan harga 12,9 juta euro dari Fiorentina di tahun 1990, Baggio menyumbangkan tiga trofi, diantaranya adalah Liga Italia, Coppa Italia dan UEFA Cup.

Pada tahun 1993, Baggio diakui sebagai pemain terbaik dunia dengan trofi Ballon d’Or. Ia lalu berada dijalur yang tepat untuk bisa mendapatkan trofi yang kedua di tahun berikutnya, apalaig Ia bisa mengantarkan Italia ke Final Piala Dunia 1994.


Baca Juga:


Tapi petaka justru muncul di laga tersebut, saat Italia berjumpa dengan Timnas Brasil. Ia gagal menjadi eksekutor dalam adu penalti, usai sepakannya melayang jauh keatas gawang Tim Samba.

Kejadian tersebut diakui oleh Baggio sangat sulit untuk Ia lupakan hingga sekarang. Menurutnya, kekalahan melawan Brasil itu menghancurkan semuanya dalam satu momen, termasuk peluangnya meraih Ballon d’Or.

Baggio vs Brasil 1994 Italia
AFP Photo via bola.net

“Saya tidak akan pernah melupakannya. Itu adalah mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan dan kemudian berakhir dengan cara yang paling tidak masuk akal dan saya tidak pernah melupakannya,” kata Baggio dilansir Football Italia.

“Saya ingin membuat kiper salah arah. Tapi saya tahu dia telah mempelajariku dan saya sendiri belum pernah menembakkan satu tembakan ke atap gawang sebelumnya. Itu bukan sesuatu yang bisa kita hapus.

“Ketika kalah di Piala Dunia itu, saya juga kehilangan Ballon d’Or kedua dan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA. Semua karena satu penalti.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com