
Sikap Guardiola Saat Lawan Liverpool, Bukti Dia Merasa Tidak Aman
Vivagoal – Liga Inggris – Eks Liverpool dan Manchester City, Dietmar Hamann tampak memiliki pandangan berbeda terkait sikap yang ditunjukan oleh Pep Guardiola usai laga antara dua manta timnya itu akhir pekan lalu.
Kekalahan 2-0 Manchester City akhir pekan lalu atas Liverpool merupakan pertandingan ketujuh tanpa kemenangan di semua kompetisi. Hal tersebut membuat The Citizen telah tertinggal 11 poin di belakang pemuncak klasemen Liverpool.
Bagi manajer Man City, Pep Guardiola, ini bukanlah hasil yang ia inginkan setelah menandatangani perpanjangan kontrak bulan lalu. Ia pun diyakini bakal mulai menghadapi banyak tekanan dari berbagai pihak.

Khusus laga melawan Liverpool, suasana semakin panas dengan adanya sorakan dari fans The Reds pada Guardiola. Mereka meneriakan bahwa Guardiola segera dipecat oleh Man City pasca kekalahan tersebut.
Guardiola sendiri tak tinggal diam, dan mengacungkan enam jari tanda trofi Liga Inggris yang Ia miliki bersama City. Sejumlah pihak melihat hal tersebut sebagai candaan semata.
Baca Juga:
- Persis Tak Kunjung Cetak Gol, Ong Kim Swee: Positifnya Kita Tidak Kebobolan!
- Alfriyanto Nico Tak Terkejut dengan Latihan Fisik ala STY
- Hokky Caraka Enggan Terbebani di Piala AFF 2024
- Rincian Harga Tiket Laga Kandang Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2024
Tapi, Dietmar Hamann rupanya punya penilaian berbeda soal gerak tubuh dari Guardiola itu. Menurut Hamann, sikap Guardiola ini menunjukan bahwa Ia sekarang sedang dalam kondisi tidak nyaman.
“Reaksi Pep Guardiola kepada para penggemar Liverpool menunjukkan rasa tidak aman. Sangat tak biasa melihatnya menjadi begitu emosional seperti itu dan itu mengingatkanku pada Jose Mourinho. Para penggemar Liverpool tidak keberatan menerima tongkat tetapi juga suka memberikannya,” ujar Hamann dilansir DAZN.

“Tapi ini adalah pertama kalinya dalam masa kepelatihan Pep, dia benar-benar merasakan tekanan dan itu karena mereka sering menang sejak pertama kali tiba di klub. Beberapa pekan ke depan akan menarik, para pemain akan mulai mempertanyakan diri mereka sendiri dan itu semua berujung pada keraguan.
“Ketika kalah dalam pertandingan, mulai bertanya-tanya apakah kamu cukup baik. Tak ada pertandingan yang mudah di Liga Inggris dan saat ini mereka tidak memiliki pemain yang dapat membalikkan keadaan. Kondisi mungkin akan terus berlanjut atau mereka dapat memenangkan empat pertandingan berikutnya. Itulah yang membuatnya menarik.”
Selalu update kabar terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















