Tag: Alisson Becker

Alisson Becker Disebut Belum Perlihatkan Kemampuan Terbaiknya

VivagoalLiga Inggris – Sang kiper disebut sudah tampil sangat baik di musim perdananya bersama Liverpool. Namun masih ada saja yang mengatakan jika Alisson Becker belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Musim panas kemarin, Liverpool mengejutkan banyak pihak setelah menjadikan Alisson sebagai kiper termahal di dunia meski hanya beberapa pekan setelah digantikan oleh kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.

Kendati sempat diragukan oleh banyak pihak, namun pembelian Alisson jadi salah satu yang terbaik bagi Liverpool. Kehadirannya menjadikan lini pertahanan The Reds jadi yang terbaik pada gelaran Premier League musim kemarin.

Pelatih kiper Liverpool, John Achterberg melihat jika apa yang diperlihatkan oleh mantan kiper AS Roma saat ini belumlah yang maksimal. Ia melihat jika kiper timnas Brasil itu masih beradaptasi dengan tim sehingga masih mungkin memperlihatkan performa yang lebih baik dari sekarang.

“Ketika anda baru datang di Premier League, anda selalu membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi dia bisa melakukan itu dengan cepat,” tutur Achterberg kepada Liverpoolfc.com.

“Ada beberapa area yang masih perlu diperbaiki, tetapi yang lain berjalan dengan sangat baik. Kami bekerja di sesi latihan terkait hal-hal yang berkaitan dalam hal agresifitas, pemain yang berusaha memblok pergerakan dia, dan hal-hal seperti itu. Saya kira dia sudah sangat siap.”

Lebih lanjut, tim pelatih tak mengeluhkan performa Alisson yang dinilai belum maksimal. Mereka melihat catatan 21 clean sheets, atau yang terbaik di Premier League adalah hal yang luar biasa.

“Jika anda mengalami musim seperti yang baru dia lalui – dan kami masih punya satu pertandingan lagi – catatan itu bakal sulit dikalahkan. 21 clean sheets di liga! Dia menjalani musim yang hebat dan levelnya mungkin yang terbaik di dunia, jadi kami tidak mengeluh.”

“Semoga tahun depan dia bisa berkembang lebih baik lagi, selalu ada hal-hal kecil yang bisa kami lakukan dengan baik,” tutupnya.

Selanjutnya Alisson akan mengawal gawang Liverpool dalam laga final Liga Champions. Tim asuhan Jurgen Klopp itu akan bersua Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, 2 Juni mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Para Peraih Gelar Individu Premier League 2018/19

Vivagoal Liga Inggris – Premier League baru saja mengakhiri musim kompetisi 2018/19. Selain menghadirkan Manchester City sebagai juara, beberapa pemain juga berhasil meraih trofi individu. Siapa sajakah mereka?

Manchester City berhasil keluar sebagai juara Premier League musim 2018/19. Mereka berhasil mengoleksi 98 poin unggul satu angka dari Liverpool di peringkat dua.

Tak kalah menarik dari perburuan gelar juara, para pemain juga bersaing ketat untuk bisa meraih gelar individu musim ini.

 

Salah satu persaingan ketat terjadi untuk gelar pencetak gol terbanyak. Menariknya untuk musim kompetisi tahun ini Premier League menghadirkan 3 pemain yang berhak meraih trofi Golden Boot, yang mana ketiganya berasal dari benua Afrika.

Ketika pemain tersebut adalah duo Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane serta penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang. Ketiganya musim ini kompak mencatatkan 22 gol dalam satu musim.

Untuk penyumbang jumlah assist terbanyak musim ini disandang oleh Winger Chelsea, Eden Hazard. Sang pemain berhasil mengoleksi 15 assist mengalahkan dua pesaing terdekatnya yakni Ryan Fraser dari Bournemouth dan Trent Alexander-Arnold dari Liverpool.

Sedang gelar Golden Glove jatuh pada kiper Liverpool, Alisson Becker. Ia berhasil mengoleksi total 21 cleansheet unggul atas rekan senegaranya dari Brazil yakni Ederson dengan 20 kali tanpa kebobolan. Di posisi ketiga diisi oleh kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga serta penjaga gawang Everton Jordan Pickford dengan 14 clean sheet.

Sedang kiper Manchester United, David de Gea melorot ke posisi 13 dengan hanya mencatat 7 cleansheet.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Alisson Becker Jadi Mimpi Buruk Barca di Fase Gugur UCL

Vivagoal Liga Champions – Alisson Becker berhasil menjadi momok atas tersingkirnya Barcelona di Liga Champions. Tidak hanya musim ini saja, namun ia berhasil melakukannya sejak musim kemarin.

Liverpool berhasil mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19, Rabu (8/5) dini hari WIB tadi. Mereka berhasil melakukan come back gemilang dengan melesakkan empat gol dan membuat agregat menjadi 4-3 untuk mereka.

Uniknya catatan tersebut menjadi sebuah hasil yang istimewa bagi Alisson. Selain gawangnya tak kebobolan, keberhasilan menyingkirkan Barcelona menjadi bukti bahwa dirinya sedikit banyak menjadi kutukan Barca terutama di fase gugur Liga Champions.

 

Musim lalu, Alisson yang masih membela AS Roma merasakan pengalaman yang sama. Roma takluk 1-4 saat memainkan leg pertama di Camp Nou dan sukses memetik kemenangan 3-0 di Stadio Olimpico untuk menyingkirkan Barca. Hanya saja musim lalu terjadi di babak delapan besar sebelum akhirnya Roma tersingkir di semifinal usai kalah dari Liverpool.

Alisson sendiri tak menampik jika keberhasilan ini menjadi hal yang luar biasa. Ia juga bahagia karena berhasil membantu tim dengan tidak membiarkan gawangnya kebobolan.

“Kemenangan ini [lawan Barca] sungguh perasaan yang luar biasa, laga yang luar biasa dan kerja keras yang luar biasa. Come back ini sudah pernah terjadi bagi saya saat Roma menyingkirkan Barcelona tahun lalu,” tutur Alisson di Sportskeeda.

“Saya senang ketika saya bisa membantu rekan setim saya seperti ini. Ini hal luar biasa. Ini mimpi. Sekarang kami punya satu target utama, untuk menjuarai Liga Champions.”

Lebih lanjut eks pemain Brasil itu mengaku jika tim berhasil mematahkan anggapan pesimis dari banyak pihak. Ia pun meyakini keberhasilan timnya akan menjadi kenangan manis beberapa musim ke depan.

“Kami sudah bekerja keras tahun ini dan kami sudah siap menghadapi Barcelona malam ini. Di leg pertama, Barca melewatkan peluang besar di akhir laga yang seharusnya bisa mengubah skor jadi 4-0. Pada skor 4-0, bakal sangat sulit bagi kami untuk come back, tetapi pada 3-0 masih yakin.”

“Kami mewujudkan come back luar biasa dan fans kami terus mendukung kami sepanjang laga. Jelas ini malam yang akan selalu diingat,” tutup Alisson.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Ederson: Alisson Adalah Teman Baik Saya

0

VivagoalLiga Inggris – Di tengah perdebatan siapa yang terbaik diantara keduanya, tak banyak yang mengetahui jika Ederson dan Alisson adalah teman baik di luar lapangan. Seperti apa keseruan di antara keduanya?

Dua nama penjaga gawang asal Brasil yakni Ederson Moraes dan Alisson Becker terus menjadi perdebatan terutama saat keduanya mentas di Piala Dunia 2018 kemarin dan juga setelah masing-masing bermain di Liga Primer Inggris.

Nama keduanya muncul sebagai kiper terbaik dunia setelah bergantian menyandang predikat kiper termahal dunia. Ederson sempat menyandang gelar tersebut saat didatangkan oleh Manchester United dari Benfica dengan mahar 40 juta euro. Setahun berselang, datang Alisson ke Liverpool yang ditransfer dari AS Roma dengan mahar 62,5 juta euro sebelum akhirnya keduanya kalah dari Kepa, penjaga gawang Chelsea saat ini.

Perbandingan kedua kiper tak berhenti di sana setelah Alisson berhak menyandang kiper utama saat Brasil mentas di Piala Dunia 2018 di Rusia kemarin dan Ederson mengisi posisi kedua. Setelah kembali, keduanya dinilai sebagai penjaga gawang terbaik di Liga Primer Inggris setelah bersaing ketat di papan atas klasemen berikut dengan torehan clean sheets atau jumlah kebobolannya.

Meski demikian ‘perseteruan’ keduanya hanya diciptakan oleh para fanbase masing-masing pemain serta klub yang dibelanya. Selebihnya kedua pemain layaknya anak rantau yang memiliki hubungan pertemanan yang baik seperti yang diutarakan secara langsung oleh Ederson.

“Kami memiliki hubungan pertemanan yang baik, meski kami tak sering bertemu. Kami beberapa kali berkumpul pada acara, seperti barbecue atau pertemuan dengan teman-teman sesama pemain Brasil,” ujar Ederson di Mirror.

“Saya juga teman dekat Roberto Firmino dan semua pemain Brasil yang berada di Inggris Utara. Mereka semua teman baik saya, jadi setiap kali kami punya waktu, kami mencoba bertemu satu sama lain, tapi itu selalu sulit karena jadwal pertandingan kami yang padat.”

Kedua pemain yang berjarak satu tahun itu sendiri tetap bersaing secara profesional di atas lapangan. Saat ini Alisson (26) masih berada di puncak klasemen bersama Liverpool yang hanya berjarak empat poin dari Ederson (25) di peringkat dua bersama Manchester City.

Selalu update berita bola terkini seputar Liga Primer Inggris hanya di vivagoal.com

Pembuktian Dua Kiper Top Brasil dalam Laga City Kontra Liverpool

VivagoalLiga Inggris – Bentrok Manchester City kontra Liverpool di pekan ke-21 Liga Primer Inggris nanti diperkirakan akan menjadi kunci persaingan gelar juara musim ini. Selain itu pembuktian kualitas antar lini siap tersaji, salah satunya posisi penjaga gawang.

Laga dengan intensitas tinggi dijamin akan tersaji pada laga nanti. Mengingat kedua tim memiliki gaya bermain yang ofensif.

Namun yang pasti kedua tim memiliki penjaga gawang kelas dunia, Ederson Moraes di bawah mistar gawang City sedang Alisson Becker di kubu Liverpool.

Dari segi penyelamatan gemilang sendiri nama Alisson terbilang lebih unggul dari rekan satu negaranya tersebut. Tercatat eks kiper AS Roma tersebut sudah menorehkan 12 clean sheet musim ini sedang Ederson baru mencetak delapan.

Dari torehan kebobolan Alisson juga jauh lebih baik dimana ia baru kemasukan delapan gol. Sedangkan Ederson sudah kemasukan dua kali jumlah Alisson yakni 16 gol.

Dalam hal penyelamatan Alisson juga tampil impresif. Ia sudah 46 kali membuat penyelamatan gemilang, unggul 11 dari Ederson.

Catatan di atas membuat Alisson memiliki torehan 84,9 persen penyelamatan musim ini, yang membuatnya jadi kiper terbaik dalam urusan menghalau bola. Unggul jauh dari Ederson yang hanya menorehkan 68,6 persen penyelamatan.

Gaya bermain kedua tim yang berani memainkan bola dari belakang membuat keduanya memiliki catatan cukup baik dalam distribusi bola. Sepanjang musim ini, Ederson sudah mencatatkan 504 umpan dengan rasio sukses sebesar 82,7 persen. Angka tersebut hanya kalah dari kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.

Alisson lagi-lagi unggul dari Ederson, ia mencatatkan lebih banyak umpan, dengan 566 umpan. Namun rasio kesuksesnya hanya 78,8 persen.

Dengan gaya bermain yang ada, tak jarang kedua pemain kerap melakukan kesalahan fatal. Sebut saja pada November lalu, Ederson kebobolan dua gol penalti saat melawan Southampton dan Manchester United.

Di kubu tamu, Alisson juga sudah memperlihatkan kesalahan-kesalahan fatalnya. Salah satu yang paling diingat adalah ketika dia kehilangan bola di laga kontra Leicester City.

Terbaru, Alisson keliru dalam mengantisipasi umpan silang Romelu Lukaku yang membuat Jesse Lingard bisa mencetak gol. Akankah keduanya menjadi kunci bagi timnya pada Jumat (4/1/2019) nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

 

De Gea Tak Masuk Tiga Kiper Terbaik Premier League

VivagoalLiga Inggris – David De Gea terpaksa tersingkir dari daftar penjaga gawang terbaik di Liga Inggris musim ini. Performa Manchester United yang inkonsisten diduga menjadi biang keladi.

Mendengar nama kiper terbaik saat ini, tentu De Gea selalu masuk dalam benak kita. Di musim lalu ia berhasil menyabet gelar golden glove berkat torehan 18 clean sheets di Liga Primer Inggris dan membawa Manchester United finis di peringkat dua.

Namun performa kiper asal Spanyol tersebut mulai mengalami penurunan sejak Piala Dunia 2018 lalu dan menjalar di Liga Primer Inggris musim ini. Performa inkonsisten United berbuah petaka dimana ia sudah kemasukan 26 gol musim ini.

Namanya pun mulai tersisihkan dari persaingan kiper terbaik Liga Primer Inggris musim ini. Bahkan ia tidak masuk dalam daftar tiga penjaga tersuci musim ini.

Dilihat dari jumlah clean sheet yang diraih, eks kiper Atletico Madrid tersebut baru meraih dua kali clean sheets. Angka tersebut tentu sangat jauh dari tiga kandidat terbaik lainnya.

Dua pemain yakni Kepa Arrizabalaga (Chelsea) dan Ederson (Manchester City) bersama-sama menempati peringkat dua dan tiga dengan raihan delapan kali tidak kebobolan musim ini.


Kepa  baru kemasukan 13 gol dengan 37 kali penyelamatan. Sedangkan Ederson lebih baik dengan hanya sembilan kebobolan dengan 28 kali penyelamatan.

Di peringkat pertama ada penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker. Penjaga gawang yang baru didatangkan dari AS Roma musim panas kemarin tersebut sudah mencatatkan 10 kali clean sheets. Ia juga baru kemasukan enam gol dengan total 36 kali penyelamatan.

Berkat penampilannya tersebut, Liverpool musim ini belum pernah menelan satupun kekalahan di Liga Primer Inggris dan berhak menempati peringkat teratas klasemen sementara.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

Dida Yakin Alisson Kan Jadi Kiper Terbaik Dunia

VivagoalLiga Inggris – Pengalaman Dida bermain satu tim bersama Alisson di Internacional membuatnya percaya jika penerusnya tersebut akan menjadi penjaga gawang terbaik dunia suatu saat nanti.

“Saya sangat menyukai cara bermain Alisson, saya pikir ia adalah kiper hebat,” ujar Dida kepada Omnisport dikutip dari ESPN.

Bakat Alisson Becker belum banyak terlihat oleh klub-klub besar Eropa saat dirinya masih berseragam Internacional. Hal tersebut tidak mengejutkan mengingat dirinya menjadi pelapis Dida.

Pria yang bernama lengkap Nélson de Jesus Silva tersebut bergabung satu tahun setelah Alisson berada di Internacional pada 2014. Setelahnya nomor punggung utama tim berhak digunakan oleh Alisson seiring berakhirnya kontrak Dida di sana setahun berselang.

“Saya berkesempatan bekerja dengannya saat masih di Internacional. Saya melihat perkembangan besarnya dalam sepakbola pergi ke Eropa dan bermain untuk timnas Brasil,” tambah sang senior.

Tuah dari pengalaman bersama sang senior sepertinya membuat Alisson tumbuh dengan baik. Ia pun menarik perhatian AS Roma yang memboyongnya ke Italia dengan mahar hanya delapan juta euro.

Butuh satu musim baginya untuk bisa menempati posisi kiper utama di Roma. Tampil apik selama musim 2017/18 dengan membawa tim meraih posisi tiga klasemen akhir Serie A dan semifinal Liga Champions membuat Liverpool jatuh hati.

Ia pun sempat menjadi kiper termahal di dunia saat mendarat di Anfield dengan transfer mencapai 72,5 juta euro.

Penampilannya bersama The Reds terbilang cukup baik dengan catatan tujuh kali clean sheet dari 12 laga yang sudah dijalani. Berkat capaiannya, Liverpool pun kini berada di peringkat dua dengan belum tersentuh satu kalipun kekalahan.

Melihat perkembangan tersebut Dida pun meyakini jika pemain berusia 26 tahun tersebut akan segera berada di puncak kariernya dan menjadi kiper terbaik dunia.

“Saya berharap ia akan menjadi apa yang orang inginkan darinya, menaklukkan banyak rekor di sini di Eropa serta mampu memperlihatkan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia,” tutup Dida.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di vivagoal.com

Alisson: Banderol Mahal Buat Saya Dapat Target Yang Tinggi

VivagoalLiga Inggris – Kiper Liverpool, Alisson Becker mengaku jika tingginya nilai transfer atas dirinya membuat ia juga mendapat ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya.

Persaingan gelar pemain dengan label pemain termahal di setiap sisinya terus menjadi wacana dalam beberapa tahun terakhir mengingat tidak sedikit klub yang bahkan rela mengeluarkan biaya besar hanya untuk posisi seorang penjaga gawang.

Sebut saja musim panas lalu dua kali rekor penjaga gawang termahal dunia pecah kurang dari dua bulan saja. Rekor pertama sempar dipegang oleh Alisson dari AS Roma ke Liverpool dengan mahar mencapai 65 juta pounds. Beberapa hari kemudian ia hanya menjadi kiper termahal kedua di dunia setelah Chelsea mengakuisisi Kepa Arrizabalaga seharga 71,5 juta pounds.

Kendati tak lagi menjadi kiper termahal dunia, namun dengan banderol sebesar itu Alisson tetap merasa ada beban yang begitu besar yang ia emban saat turun di atas lapangan. Meski tampil cukup apik selama ini, namun Alisson mengaku masih perlu berkembang ke depannya.

“Saya datang ke Liverpool dengan harga tinggi dan beberapa orang mengharapkan saya tampil sempurna, itu tidak mudah, tapi saya terus berusaha,” tutur Alisson saat menjalani tugas internasional bersama timnas Brasil.

“Masih terlalu dini mengatakan apakah saya puas dengan penampilan saya, tapi saya bekerja untuk menjadi sempurna, saya bekerja untuk tampil lebih baik.

“Saya benar-benar bahagia dengan kepindahan saya ke Liga Primer. Saya bekerja sangat keras untuk membantu Liverpool meraih target mereka dan juga untuk timnas Brasil.”

Alisson sejauh ini tampil cukup impresif. Total pemain berusia 26 tahun tersebut baru kemasukan lima gol dari 12 laga yang sudah ia jalani. Ia pun tak ragu memuji lini belakang tim yang begitu cakap dalam menghadang bola meski ia sesekali juga harus jatuh bangun.

“Liga Primer memiliki intensitas besar, Anda harus benar-benar fokus setiap saat dan kuat secara mental,” imbuh Alisson.

“Tim saya memiliki pertahanan bagus dengan menghalau bola saat mendekati gawang saya, tapi saya punya satu atau dua kesempatan menunjukkan kualitas, jadi saya harus fokus setiap saat.”

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Alisson Tak Malu Akui Ter Stegen dan Oblak Sebagai Contoh Saat Berlatih

0

VivagoalLa Liga – Kiper Liverpool dan timnas Brasil, Alisson Becker mengatakan jika dalam berlatih ia kerap mengamati beberapa kiper senior dan juga sang satu angkatan dengan dirinya.

Tampil apik dengan membawa AS Roma menembus semifinal Liga Champions musim lalu membuat nama Alisson menjadi rebutan di musim panas kemarin. Liverpool yang berhasil melaju ke final UCL menjadi yang terdepan dalam mendapat jasanya.

Harga mahal yang diembannya tak lantas membuat Alisson meredup. Terbukti dimana ia berhasil menjaga gawang Liverpool musim ini dengan cukup baik. Sebut saja dari 11 pertandingan di Liga Primer Inggris musim ini, The Reds baru kemasukan lima gol atau hanya kalah dari Manchester City.

Terkait penampilannya yang begitu cakap di mistar gawang, Alisson pun membeberkan siapa saja yang menjadi ‘guru’ saat ia berlatih.

Dua nama penjaga gawang senior, Claudio Taffarel dan Gianluigi Buffon diakuinya sebagai panutan. Ia mengaku sangat sering menonton tayangan yang memperlihatkan cara kerja kedua pemain tersebut.

“Saya selalu senang melihat cara kiper bermain. Melihat gaya mereka, kekuatan dan kekurangan mereka, untuk belajar dan berkembang. Saat kecil, saya selalu melihat Taffarel. Dia idola kiper terbesar kami di Brazil dari Piala Dunia 1994, ketika kami menang adu penalti di final,” ungkap Alisson di Goal International.

“Dia memiliki kualitas teknik yang bagus, pemilihan posisi yang bagus, jadi dia adalah kiper yang selalu menginspirasi saya. Juga Gianluigi Buffon, bagi saya, dia adalah salah satu kiper terhebat dalam sejarah sepak bola, sekiranya bukan yang terbaik,” sambungnya.

Ditanya soal kiper terhebat yang aktif saat ini, pemain 25 tahun tersebut menyebut Jan Oblak dan Marc-Andre Ter Stegen. Bahkan ia tak ragu mengatakan jika keduanya adalah sosok yang kerap ia jadikan objek pembelajaran dan bersiap untuk saling bersaing hingga akhir musim.

“Saya menyukai Oblak dan Ter Stegen. Mereka adalah salah satu kiper yang saya amati. Keduanya tampil hebat. Ada beberapa kiper lainnya, tetapi untuk saat ini merekalah yang tampil lebih baik.”

“Level teknik yang sangat tinggi, level konsentrasi yang sangat tinggi juga, mereka meningkatkan kompetisi di antara kami para penjaga gawang,” lanjut dia.

“Itu adalah kompetisi yang sehat untuk melihat siapa dari kami yang mampu jadi yang terbaik di akhir tahun nanti.”

Selalu update berita bola terkini seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

Emil Mulyadi Jadi Kiper Dengan Penyelematan Terbanyak di Eropa

0

Berita Bola – Siapa sangka penjaga gawang berdarah Indonesia Emil Mulyadi berhasil meraih presentase terbaik dalam melakukan penyelamatan di liga-liga top Eropa musim ini. Namanya bahkan mengalahkan sang legenda Gianluigi Buffon.

Pemain bernama lengkap Emilio Audero Mulyadi tersebut saat ini menjadi pemain pinjaman yang merumput bersama Sampdoria. Ini menjadi kesempatan pertama bagi dirinya untuk menjadi kiper nomor satu bagi klub Serie A setelah sebelumnya hanya menjadi kiper ketiga di Juventus.

Kendati demikian siapa sangka Emil mampu mencuri perhatian dengan memantapkan dirinya sebagai penjaga gawang nomor satu Eropa dengan presentase penyelematan tertinggi. Sebagaimana diketahui, Goal mencatat pria kelahiran Mataram tersebut telah menyelamatkan sebanyak 87,5 persen tembakan yang ia hadapi. Torehan itu lebih baik dari kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, yang menempati posisi dua dengan penyelematan sebanyak 86,5 persen.

Kiper anyar Liverpool, Alisson Becker menempati posisi ketiga dengan torehan 85,71 persen. Bahkan sosok legendaris seperti Buffon, yang kini membela PSG, hanya mampu mengisi posisi empat dengan raihan 83,3 persen.

Di Serie A sendiri Emil berhasil menjadi yang terbaik ketimbang penjaga gawang lainnya. Sebut saja nama sekelas Samir Handanovic (Inter Milan) dan Wojciech Szczesny (Juventus) yang bahkan tidak menyentuh angka 80 persen.

Kiper berusia 21 tahun tersebut juga menang telak jika dibandingkan dengan kiper muda lain seperti Gianluigi Donnarumma. Penjaga gawang milik AC Milan tersebut hanya mencatat 56,2 persen penyelamatan.

Berkat penampilan gemilangnya tersebut Sampdoria pun kini mampu duduk di papan atas klasemen sementara Lega Serie A Italia. Skuat asuhan Marco Giampaolo itu sedang menempati peringkat lima dengan raihan 14 poin dari empat kemenangan dan dua hasil imbang dari delapan laga.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS