Tag: AS Monaco

Benoit Badiashile Masuk Radar Transfer Klub Raksasa Spanyol

VivagoalLa Liga – Real Madrid dikabarkan sudah mempersiapkan pemain baru di posisi bek tengah musim depan, mengantisipasi kepergian Sergio Ramos. Adalah bintang muda AS Monaco, Benoit Badiashile yang jadi bidikan utamanya.

Di Ligue 1 Prancis, Benoit Badiashile dijuluki sebagai The New Raphael Varane. Julukan itu tidak serta merta didapatkannya tapi karena postur tubuhnya yang tinggi besar dan bermain tanpa kompromi di sektor pertahanan AS Monaco layaknya Varane di Real Madrid.

Julukan itu juga dianggap tidak berlebihan karena Benoit Badiashile memang jadi sosok kunci di balik kebangkitan AS Monaco sepanjang musim 2019/2020. Sempat lama berkutat di papan bawah pada paruh pertama, Benoit Badiashile yang tampil konsisten di lini pertahanan bisa membawa Les Monegasques bangkit dan finish di peringkat ke-9 klasemen akhir.

Berdasarkan catatan Opta, Benoit Badiashile melakoni 20 pertandingan musim ini dan semuanya sebagai starter. Dia menjadi tembok kukuh bersama Kamil Glik di jantung pertahanan skuad besutan Paolo Fonseca.

Performa impresif yang ditunjukkan Benoit Badiashile yang baru berusia 19 tahun membuat Real Madrid kepincut. Dilansir dari Diario AS, Benoit Badiashile yang baru melakukan debut di skuad senior Monaco pada awal musim 2018/2019 kemarin jadi pemain yang begitu diidam-idamkan Zidane musim panas ini.


Baca Juga:



Zidane diberitakan siap terbang ke Monaco untuk coba membujuk Benoit Badiashile agar mau pindah ke Santiago Bernabeu musim depan. Zidane bermaksud mencari pengganti Ramos yang sampai saat ini masih belum juga mau meneken perpanjangan kontrak yang disodorkan manajemen El Real. 

Pasalnya, dengan usianya yang sudah menginjak 34 tahun, ada rumor yang mengatakan bahwa Madrid enggan memberi Ramos kontrak baru berdurasi panjang sesuai tuntutan si pemain. Madrid diketahui hanya bersedia memberi Ramos kontrak berdurasi semusim dengan opsi perpanjangan satu musim.

Kembali ke soal Benoit Badiashile, upaya Madrid untuk merekrut pemain jebolan akademi AS Monaco ini dipastikan juga tidak mudah karena pemain timnas Prancis U-20 itu masih terikat kontrak di Stade Louis II hingga 2024 mendatang dan memiliki klausul beli sebesar 20 juta euro atau setara Rp 346,2 miliar.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Niko Kovac Berencana Pinjam Luka Jovic Tuk Perkuat Lini Serang AS Monaco

Vivagoal Ligue 1 – AS Monaco rupanya serius untuk mendekati penyerang anyar Real Madrid, Luka Jovic. Namun sejauh ini kesepakatan masih terhalang soal tipe transfernya karena Real Madrid ogah memasukkan klausul pembelian permanen di akhir masa peminjaman sang pemain.

Sektor lini serang memang menjadi fokus pelatih anyar AS Monaco, Niko Kovac dalam bursa transfer musim panas kali ini. Pasalnya, pada kompetisi Ligue 1 musim 2019/2020 kemarin, Les Monegasques hanya bisa memasukkan 44 gol dari 28 pertandingan. Dan membuat mereka terpaksa finish di urutan ke-9 klasemen akhir.

Dengan kondisi tersebut, ditambah lagi rumor transfer penyerang andalan mereka, Wissam Ben Yedder yang kabarnya sedang diminati 5 klub asal Inggris, yakni Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal dan Tottenham Hotspur membuat Niko Kovac mulai mempertimbangkan memboyong Luka Jovic untuk jadi amunisi baru mereka musim depan.

View this post on Instagram

Premier entrainement pour Niko Kovac 🔛

A post shared by AS Monaco 🇲🇨 (@asmonaco) on

Luka Jovic sendiri sejak didatangkan Madrid pada awal musim ini dinilai gagal bersinar setelah hanya bisa mencetak dua gol dalam 17 pertandingan di LaLiga Spanyol bersama Los Blancos. Di semua kompetisi, bomber 22 tahun itu bahkan cuma bisa bikin 2 gol dan 2 assist dalam 26 penampilan.

Kendati demikian, hal itu tak lantas mengurangi minat Kovac tuk mendatangkannya ke Stade Louis II pada musim panas ini. Kabarnya, Monaco telah mencapai kesepakatan secara personal dengan Jovic, namun belum dengan Madrid sebagai pemilik sah sang pemain.


Baca Juga:


Dilansir dari media asal Prancis, Foot Mercato, Monaco ingin meminjam Luka Jovic dengan opsi pembelian permanen di akhir kontrak, namun Madrid ogah memasukkan klausul transfer permanen dalam kontrak peminjaman sang pemain.

Masih dari sumber yang sama, Madrid masih optimis Jovic bisa berkembang dengan catatan klub yang merekrutnya mau memberi penyerang 22 tahun itu menit bermain yang banyak sebagaimana halnya Takefusa Kubo yang moncer di Real Mallorca.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Pochettino Tolak AS Monaco Demi Juventus?

Vivagoal – Serie A Raksasa Serie A, Juventus dilaporkan telah mengincar mantan pelatih Tottenham untuk mengambil alih kursi kepelatihan Maurizio Sarri.

Pochettino yang sudah tidak melatih sejak November kini menjadi target yang paling diminati oleh banyak tim elit seperti, PSG, Newcastle dan Juventus untuk menukangi skuat mereka.

Namun menurut La Stampa, Juventus saat ini menjadi yang terdepan untuk datangkan Pochettino. Bahkan, Juve dikabarkan sedang mengadakan pembicaraan serius untuk pelatih asal Argentina itu.

Bianconeri memang tengah memimpin scudetto dan mereka hanya membutuhkan dua kemenangan untuk mengunci gelar bergengsi itu, dan gelar ini akan menjadi gelar selama sembilan musim berturut-turut.

Pochettino sendiri telah mengakui masih betah untuk melatih tim di Liga Inggris namun perwakilan dari pelatih berusia 48 tahun itu tampak sudah berada di Italia untuk bernegosiasi dengan pihak Juventus.


Baca Juga:


“Tentu kami sangat mencintai Inggris dan Liga Inggris. Kami sangat merasa baik di sini. Kami dapat tinggal lebih lama di London. Setelah enam bulan, kami siap kembali. Tangki kami sudah penuh.

“Kami sangat terbuka untuk mendengarkan semua tawaran dari orang. Kami akan mempelajari bahasa mereka untuk menjadi motivasi agar dapat sesuai sejalan dengan tujuan mereka,” tutur Pochettino.

Terbaru Pochettino diklaim telah menolak pinangan dari AS Monaco sebagai juru taktik untuk musim depan, namun Pochettino mengungkapkan bahwa dirinya telah berjanji pada salah satu klub top untuk melatihnya di musim depan. Penolakan pria asal Argentina itu diperdiksikan adalah Juventus sebagai tantangan barunya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pemenang Piala Dunia 2014 Ditaksir Tiga Tim Top Eropa

Vivagoal Bundesliga – Pemenang Piala Dunia 2014, Mario Gotze tengah dipantau tiga tim elit Eropa pasca berstatus free agent setelah kontraknya bersama Borussia Dortmund tak diperpanjang.

Sejauh ini, Gotze memang bisa bergabung dengan tim manapun yang ia inginkan. Menukil laman Sky Germany, tiga tim Eripa macam Sevilla, AS Monaco dan Fiorentina menginginkan jasanya sebagai playmaker anyar.

Namun Sevilla disebut sebagai tim yang berada paling depan untuk mengamankan jasa Gotze. Meski begitu, bukan tak mungkin pula mantan punggawa Bayern Munchen bisa merapat ke Prancis bersama Monaco atau kembali bermain bersama Franck Ribery di Fiorentina.

Bahkan Ribery beberapa waktu lalu menyarankan jika Gotze, dan Mario Mandzukic untuk merumput di Italia. Nama kedua memang sempat malang melintang bersama Juventus sebelum akhirnya bergabung bersama tim asal Qatar, Al-Duhail.


Baca Juga:


Bersama Dortmund, Gotze sukses mendulang rangkaian gelar domestik dengan Die Borussen. Total, ia sudah bermain sebanyak 218 laga dan mengepak 45 gol dan 61 assist dalam dua periode bersama tim yang bermarkas di Signal Iduna Park.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Ini Alasan AS Monaco Tunjuk Niko Kovac Sebagai Pelatih

Vivagoal Ligue 1 – AS Monaco mengumumkan telah menunjuk Niko Kovac sebagai pelatih baru mereka. Niko Kovac menggantikan posisi Robert Moreno yang dipecat karena dianggap gagal mengangkat prestasi Les Monegasques.

Niko Kovac bergabung ke AS Monaco setelah 9 bulan lamanya menganggur pasca diberhentikan dari Bayern Munchen usai Die Roten tampil buruk di beberapa laga awal Bundesliga Jerman musim 2019/2020. Pelatih asal Kroasia tersebut sepakat dikontrak selama tiga tahun.

Niko Kovac sendiri telah diperkenalkan secara resmi kepada fans dan media pada Minggu (19/7/2020) waktu setempat atau Senin (20/7/2020) dinihari WIB.

Tentu ada alasan di balik penunjukan Niko Kovac sebagai pelatih Barcelona. Direktur AS Monaco, Paul Mitchell mengatakan bahwa pihaknya sudah paham betul dengan kualitas pelatih berusia 48 tahun tersebut. Ia pun tak meragukan kemampuan melatih Kovac yang punya rekam jejak apik di tim-tim yang pernah ditanganinya.

“Niko Kovac merepresentasikan pengalaman mumpuni sebagai pemain maupun pelatih. Dia berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Bayern Munchen dan Eintracht Frankfurt.” ucap Paul Mitchell dilansir dari laman resmi Monaco.

“Kovac juga menjadi sosok penting yang bisa membawa Frankfurt kembali menjadi tim yang harus diperhitungkan di Jerman. Selain itu, dia memiliki kinerja sangat bagus ketika dipercaya menangani timnas Kroasia.” sambungnya.


Baca Juga:



“Energi, cara bekerja, serta visi yang dimiliki Kovac membuatnya menjadi sosok paling ideal untuk mengimbangi ambisi dan target yang sudah kami canangkan, termasuk menciptakan fondasi kuat untuk menyongsong masa depan.” tutup Mitchell.

Kovac sendiri memang bisa dibilang adalah salah satu pelatih yang cukup diperhitungkan baik di level klub maupun timnas. Di level klub, Kovac pernah membawa Eintracht Frankfurt menjuarai DFB-Pokal musim 2017/2018 dengan mengalahkan Bayern Munchen di partai final. Ia juga membantu Bayern menjuarai Liga Jerman musim 2018/2019 dan merebut DFB-Pokal usai mengalahkan RB Leipzig di periode yang sama.

Sementara di level timnas, Kovac yang ditunjuk menangani Luka Modric Cs setelah awal yang buruk di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 berhasil merealisasikan target dengan meloloskan Kroasia ke putaran final Piala Dunia 2014.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Resmi! AS Monaco Tunjuk Niko Kovac Sebagai Pelatih

Vivagoal Ligue 1 – Klub asal Ligue 1 Prancis, AS Monaco resmi menunjuk mantan pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac sebagai juru taktik tim menggantikan Roberto Moreno pada Senin (20/7/2020) dinihari WIB. Pelatih asal Kroasia tersebut diikat kontrak berdurasi tiga tahun.

Sebelumnya, AS Monaco memecat Robert Moreno meski baru menangani Tiemoue Bakayoko cs pada Desember 2019 kemarin. Namun dibawah asuhan Moreno, Monaco hanya bisa meraih lima kemenangan, dengan tiga hasil imbang dan lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Hasil ini membuat AS Monaco harus finish di posisi ke-9 klasemen akhir dengan raihan 40 poin. Dan untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal tampil di kompetisi Eropa setelah kali terakhir melakukannya pada musim 2016/2017 saat Monaco masih dibesut oleh Leonardo Jardim.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Niko Kovac di sini. Musim 2020/2021 bakal menandai bab baru dalam sejarah AS Monaco.” ucap wakil presiden Monaco, Oleg Petrov dilansir dari laman resmi klub.

“Kovac sudah kami kenal berkat kinerjanya yang bagus bersama para pemain muda, caranya menangani pemain-pemain senior dan kemampuannya dalam meraih hasil terbaik di level internasional bersama timnas Kroasia maupun di level klub.” Petrov menambahkan.


Baca Juga:



Kovac sendiri sempat menganggur selama 9 bulan lamanya usai dipecat Bayern Munchen pada November 2019 kemarin. Bersama Bayern, Kovac sukses mempersembahkan satu trofi Bundesliga Jerman dan satu gelar juara DFB-Pokal.

Sinyal bakal merapatnya Kovac ke Stade Louis II sebenarnya sudah tercium sedari awal pekan lalu setelah ia dilaporkan sudah berada di Monaco untuk menjalin negosiasi dengan manajemen Les Monegasques.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Juru Gedor AS Monaco Jadi Pemain Paling Dibenci di FIFA 20, Kenapa?

Vivagoal – IGL – Juru Gedor AS Monaco, Wislam Ben Yedder menjadi sosok yang paling dibenci oleh para FIFA Player lantaran kemampuan yang ia miliki di dalam game. Setali tiga uang, peyerang asal Prancis juga mengakui hal tersebut.

Akhir pekan kemarin, EA Sports sudah merilis daftar Team of the Season So Far (TOTSSF) untuk Ligue 1. Nama Ben Yedder terpatri di urutan ketiga dengan raihan rating 97. Angka tersebut hanya terpaut satu digit dari sepasang bintang PSG yakni Kylian Mbappe dan Neymar Jr.

Naiknya rating eks Sevilla dalam TOTSSF bukannya tanpa sebab. Ia sukses tampil impresif musim ini. Ben Yedder mampu bukukan 26 penampilan 18 gol dan 7 assist untuk tim kepulauan tersebut. Tak heran jika ia mendapatkan beberapa stats fantastis seperti 97 pace, 97 shooting, 98 dribbling, 94 passing dan 84 physical.

Terkait hal tersebut, pemain yang sempat memperkuat Toulouse pun buka suara. “Berapa banyak stik yang rusak karena (kartuku) ini. Saya rasa banyak,” ungkap sumber dari Futhead, dinukil dari Eurogamers. Tak ayal, berbagai stats yang tersemat di atas merubahnya menjadi salah satu striker paling mematikan dalam game.


Baca Juga:


Sekedar catatan, menukil laman Futwiz, card teranyar Ben Yedder dengan harga rata-rata 4,5 Juta sampai 5,7 Juta Coin untuk Platform Xbox One dan PS4. Tertarik untuk memilikinya?

Jangan lupa mengikuti update terkini seputar turnamen FIFA 20, Efootball PES 2020 dan FUT CUP di Indonesia Gaming League (IGL) Season 2, untuk informasi lebih lanjut, silahkan follow akun resmi Instagram IGL  dan download aplikasinya di Google Play atau App Store

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

Cerita Bernardo Silva Saat AS Monaco Menjuarai Ligue 1 Prancis, Patahkan Dominasi PSG

Vivagoal Ligue 1 – Bernardo Silva menceritakan kembali pengalamannya saat berhasil menjadi juara Ligue 1 Prancis musim 2016/2017 bersama AS Monaco. Ia menyebut, tidak ada satupun dari para pemain Les Monegasque yang menyangka mereka bisa merusak dominasi Paris Saint-Germain.

Monaco mengunci gelar juara usai mengalahkan Saint-Etienne 2-0 di Stade Louis II pada pekan ke-37 Liga Prancis. Kemenangan tersebut membuat Monaco mengumpulkan 92 poin, unggul enam angka atas PSG yang berada di posisi kedua. Dengan menyisakan satu laga, mustahil perolehan poin Monaco bisa dikejar sang juara bertahan.

Ini adalah gelar Ligue 1 kedelapan bagi Monaco dan yang pertama sejak musim 1999/2000. Monaco sukses menghentikan kedigdayaan PSG yang sebelumnya menjadi juara dalam empat musim beruntun.

Dengan keberhasilannya itu pula, Monaco berada di urutan ketiga dalam daftar pengoleksi gelar terbanyak Liga Prancis. Jumlah gelar mereka sama dengan Nantes, tapi masih dibawah Marseille dan Saint-Etienne yang masing-masing mengoleksi 10 gelar.

Bernardo Silva yang menjadi bagian dari skuad AS Monaco saat itu pun mengaku tak mengira mereka bisa menjadi juara Liga Prancis. Pasalnya, beberapa tahun sebelumnya, mereka hanya berkutat di Ligue 2.

“Musim itu adalah musim yang spesial karena tidak ada yang menyangka kami bisa melakukan hal tersebut, bahkan para pemain sekalipun. Sampai paruh pertama musim, kami tidak berpikir bisa memenangkan Liga. Namun setelah beberapa bulan, kami mulai sadar betapa spesialnya kami.” ungkap Silva seperti dilansir dari Sky Sports.


Baca Juga:



Monaco menjadi juara Ligue 1 musim 2016/2017 dengan menyandang status sebagai tim terproduktif di Eropa dengan mencetak lebih dari 100 gol selama semusim. Kunci kekuatan mereka ada di lini serang dengan Radamel Falcao, Kylian Mbappe, Thomas Lemar dan Bernardo Silva sebagai andalan untuk mendulang gol. Adapun Tiemoue Bakayoko dan Fabinho menjaga kedalaman di lini tengah.

“Skuad kami dibentuk atas dasar pengalaman dari para pemain seperti Falcao dan Moutinho. Mereka berperan penting untuk para pemain muda seperti Kylian Mbappe. Dia pemain yang spesial dan berharga buat kami. Saya percaya di masa depan, dia akan berkembang menjadi pemain terbaik.” Silva menambahkan.

“Yang terpenting saat itu, kami tidak boleh takut dengan siapapun. Melawan PSG, Manchester City, Borussia Dortmund, Tottenham atau tim-tim kecil, kami harus tetap bermain dengan cara yang sama. Kami harus harga semua itu.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Nonton Laga Bundesliga, Fabregas: Seperti Lihat Tim Lagi Berlatih

Vivagoal Bundesliga – Kembali digulirkannya Bundesliga membuat banyak pihak senang, tak terkecuali Cesc Fabregas. Gelandang AS Monaco tersebut punya kesan tersendiri mengenai pertandingan di masa pandemi virus Covid-19 itu.

Bundesliga sudah resmi melanjutkan kompetisinya pada akhir pekan pekan kemarin. Fabregas pun tak mau ketinggalan dengan menonton laga pembuka yang mempertemukan Borussia Dortmund vs Schalke 04 dalam laga bertajuk Derby Lembah Ruhr.

Tapi eks pemain Barcelona itu mengaku kurang merasakan euforia karena terbiasa menonton tayangan sepakbola dengan ribuan penonton di tribun stadion, namun kini ia harus menatap stadion kosong melompong dari layar televisinya.

“Rasanya seperti menonton tim lagi menggelar sesi latihan. Saya tidak terbiasa tidak mendengar teriakan para penonton. Mulai sekarang, kita harus mulai menghargai betapa pentingnya keberadaan para penggemar untuk klub dan para pemain.” tegas Fabregas seperti dilansir dari Daily Mail.

Lebih lanjut, Fabregas juga mempertanyakan perilaku pemain dalam mengikuti anjuran jaga jarak sebagai salah satu protokol kesehatan digelarnya laga Bundesliga. Ia pun memaklumi karena belum terbiasa.


Baca Juga:



“Dua kapten tim melakukan tos-tosan dalam jarak tiga meter, tapi saat bermain, mereka saling berebut bola tanpa ada jarak. Saya senang sepakbola bisa kembali bergulir, karena kita semua membutuhkan hiburan. Dan para pemain masih perlu waktu untuk terbiasa dengan aturan baru dalam sepakbola itu.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kesan Pertama Chiellini Lihat Mbappe: Dia Dari Planet Mana?

Vivagoal Serie A – Giorgio Chiellini menjagokan Kylian Mbappe sebagai penguasa Ballon d’Or selanjutnya setelah era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berakhir. Mbappe disebutnya sebagai pemain yang tak bisa dihentikan.

Nama Mbappe mulai banyak dikenal orang setelah ia menjadi fenomenal di AS Monaco pada musim 2016/2017. Ia sukses membantu klubnya tersebut meraih trofi Ligue 1 Prancis sekaligus merusak dominasi Paris Saint-Germain. Semusim setelahnya, ia lantas dibeli PSG dengan banderol sebesar 180 juta euro yang menjadikannya sebagai pemain kedua termahal di dunia saat usianya baru 18 tahun.

Harga mahal yang ditebus Les Parisiens dibayar lunas oleh Mbappe. Penyerang international Prancis itu kini sudah mengoleksi 90 gol dan 49 assist hanya dari 120 penampilan di seluruh ajang kompetisi. Untuk musim ini saja, Mbappe jadi top scorer klub dengan torehan 30 gol dari 33 laga kompetitif.

Giorgio Chiellini dalam buku otobiografinya sempat menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Mbappe bermain. Ia sungguh takjub dengan kualitas permainan yang dipertontonkan Mbappe dan mempertanyakan, penyerang 21 tahun itu berasal dari planet mana.

“Siapa yang ditakdirkan untuk menjadi kolektor Ballon d’Or ketika Cristiano dan Messi pensiun? Tak diragukan lagi, dialah si orang Prancis, Kylian Mbappe, pemain yang sungguh unik.” kata Chiellini seperti dilansir dari Football Italia.


Baca Juga:



“Pertama kali melihatnya di TV saat Manchester City menghadapi AS Monaco. Dia sangat impresif. Saat jeda babak pertama, saya tanya ke direktur Juventus, Fabio Paratici, siapa pemain itu? Dia dari planet mana? Fabio berkata. ‘Ya saya tahu dia, kami sudah tahu dia sejak lama. Dia penyerang yang tak bisa dihentikan. Dia baru 18 tahun.” jelas Chiellini lagi.

“Sekarang Mbappe sudah 21 tahun, dan telah punya juara dunia. Kecepatan, teknik, insting golnya tidak berkurang sama sekali. Dia pemain yang bisa memberikan kesan ‘wah’ dan sebuah mahakarya yang agung. Saya merasa Mbappe lebih bagus dari Neymar, lebih konsisten. Masa depan sepenuhnya ada di tangannya.” Chiellini menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com