Tag: AS Monaco

Juru Gedor AS Monaco Jadi Pemain Paling Dibenci di FIFA 20, Kenapa?

Vivagoal – IGL – Juru Gedor AS Monaco, Wislam Ben Yedder menjadi sosok yang paling dibenci oleh para FIFA Player lantaran kemampuan yang ia miliki di dalam game. Setali tiga uang, peyerang asal Prancis juga mengakui hal tersebut.

Akhir pekan kemarin, EA Sports sudah merilis daftar Team of the Season So Far (TOTSSF) untuk Ligue 1. Nama Ben Yedder terpatri di urutan ketiga dengan raihan rating 97. Angka tersebut hanya terpaut satu digit dari sepasang bintang PSG yakni Kylian Mbappe dan Neymar Jr.

Naiknya rating eks Sevilla dalam TOTSSF bukannya tanpa sebab. Ia sukses tampil impresif musim ini. Ben Yedder mampu bukukan 26 penampilan 18 gol dan 7 assist untuk tim kepulauan tersebut. Tak heran jika ia mendapatkan beberapa stats fantastis seperti 97 pace, 97 shooting, 98 dribbling, 94 passing dan 84 physical.

Terkait hal tersebut, pemain yang sempat memperkuat Toulouse pun buka suara. “Berapa banyak stik yang rusak karena (kartuku) ini. Saya rasa banyak,” ungkap sumber dari Futhead, dinukil dari Eurogamers. Tak ayal, berbagai stats yang tersemat di atas merubahnya menjadi salah satu striker paling mematikan dalam game.


Baca Juga:


Sekedar catatan, menukil laman Futwiz, card teranyar Ben Yedder dengan harga rata-rata 4,5 Juta sampai 5,7 Juta Coin untuk Platform Xbox One dan PS4. Tertarik untuk memilikinya?

Jangan lupa mengikuti update terkini seputar turnamen FIFA 20, Efootball PES 2020 dan FUT CUP di Indonesia Gaming League (IGL) Season 2, untuk informasi lebih lanjut, silahkan follow akun resmi Instagram IGL  dan download aplikasinya di Google Play atau App Store

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

Cerita Bernardo Silva Saat AS Monaco Menjuarai Ligue 1 Prancis, Patahkan Dominasi PSG

Vivagoal Ligue 1 – Bernardo Silva menceritakan kembali pengalamannya saat berhasil menjadi juara Ligue 1 Prancis musim 2016/2017 bersama AS Monaco. Ia menyebut, tidak ada satupun dari para pemain Les Monegasque yang menyangka mereka bisa merusak dominasi Paris Saint-Germain.

Monaco mengunci gelar juara usai mengalahkan Saint-Etienne 2-0 di Stade Louis II pada pekan ke-37 Liga Prancis. Kemenangan tersebut membuat Monaco mengumpulkan 92 poin, unggul enam angka atas PSG yang berada di posisi kedua. Dengan menyisakan satu laga, mustahil perolehan poin Monaco bisa dikejar sang juara bertahan.

Ini adalah gelar Ligue 1 kedelapan bagi Monaco dan yang pertama sejak musim 1999/2000. Monaco sukses menghentikan kedigdayaan PSG yang sebelumnya menjadi juara dalam empat musim beruntun.

Dengan keberhasilannya itu pula, Monaco berada di urutan ketiga dalam daftar pengoleksi gelar terbanyak Liga Prancis. Jumlah gelar mereka sama dengan Nantes, tapi masih dibawah Marseille dan Saint-Etienne yang masing-masing mengoleksi 10 gelar.

Bernardo Silva yang menjadi bagian dari skuad AS Monaco saat itu pun mengaku tak mengira mereka bisa menjadi juara Liga Prancis. Pasalnya, beberapa tahun sebelumnya, mereka hanya berkutat di Ligue 2.

“Musim itu adalah musim yang spesial karena tidak ada yang menyangka kami bisa melakukan hal tersebut, bahkan para pemain sekalipun. Sampai paruh pertama musim, kami tidak berpikir bisa memenangkan Liga. Namun setelah beberapa bulan, kami mulai sadar betapa spesialnya kami.” ungkap Silva seperti dilansir dari Sky Sports.


Baca Juga:



Monaco menjadi juara Ligue 1 musim 2016/2017 dengan menyandang status sebagai tim terproduktif di Eropa dengan mencetak lebih dari 100 gol selama semusim. Kunci kekuatan mereka ada di lini serang dengan Radamel Falcao, Kylian Mbappe, Thomas Lemar dan Bernardo Silva sebagai andalan untuk mendulang gol. Adapun Tiemoue Bakayoko dan Fabinho menjaga kedalaman di lini tengah.

“Skuad kami dibentuk atas dasar pengalaman dari para pemain seperti Falcao dan Moutinho. Mereka berperan penting untuk para pemain muda seperti Kylian Mbappe. Dia pemain yang spesial dan berharga buat kami. Saya percaya di masa depan, dia akan berkembang menjadi pemain terbaik.” Silva menambahkan.

“Yang terpenting saat itu, kami tidak boleh takut dengan siapapun. Melawan PSG, Manchester City, Borussia Dortmund, Tottenham atau tim-tim kecil, kami harus tetap bermain dengan cara yang sama. Kami harus harga semua itu.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Nonton Laga Bundesliga, Fabregas: Seperti Lihat Tim Lagi Berlatih

Vivagoal Bundesliga – Kembali digulirkannya Bundesliga membuat banyak pihak senang, tak terkecuali Cesc Fabregas. Gelandang AS Monaco tersebut punya kesan tersendiri mengenai pertandingan di masa pandemi virus Covid-19 itu.

Bundesliga sudah resmi melanjutkan kompetisinya pada akhir pekan pekan kemarin. Fabregas pun tak mau ketinggalan dengan menonton laga pembuka yang mempertemukan Borussia Dortmund vs Schalke 04 dalam laga bertajuk Derby Lembah Ruhr.

Tapi eks pemain Barcelona itu mengaku kurang merasakan euforia karena terbiasa menonton tayangan sepakbola dengan ribuan penonton di tribun stadion, namun kini ia harus menatap stadion kosong melompong dari layar televisinya.

“Rasanya seperti menonton tim lagi menggelar sesi latihan. Saya tidak terbiasa tidak mendengar teriakan para penonton. Mulai sekarang, kita harus mulai menghargai betapa pentingnya keberadaan para penggemar untuk klub dan para pemain.” tegas Fabregas seperti dilansir dari Daily Mail.

Lebih lanjut, Fabregas juga mempertanyakan perilaku pemain dalam mengikuti anjuran jaga jarak sebagai salah satu protokol kesehatan digelarnya laga Bundesliga. Ia pun memaklumi karena belum terbiasa.


Baca Juga:



“Dua kapten tim melakukan tos-tosan dalam jarak tiga meter, tapi saat bermain, mereka saling berebut bola tanpa ada jarak. Saya senang sepakbola bisa kembali bergulir, karena kita semua membutuhkan hiburan. Dan para pemain masih perlu waktu untuk terbiasa dengan aturan baru dalam sepakbola itu.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kesan Pertama Chiellini Lihat Mbappe: Dia Dari Planet Mana?

Vivagoal Serie A – Giorgio Chiellini menjagokan Kylian Mbappe sebagai penguasa Ballon d’Or selanjutnya setelah era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berakhir. Mbappe disebutnya sebagai pemain yang tak bisa dihentikan.

Nama Mbappe mulai banyak dikenal orang setelah ia menjadi fenomenal di AS Monaco pada musim 2016/2017. Ia sukses membantu klubnya tersebut meraih trofi Ligue 1 Prancis sekaligus merusak dominasi Paris Saint-Germain. Semusim setelahnya, ia lantas dibeli PSG dengan banderol sebesar 180 juta euro yang menjadikannya sebagai pemain kedua termahal di dunia saat usianya baru 18 tahun.

Harga mahal yang ditebus Les Parisiens dibayar lunas oleh Mbappe. Penyerang international Prancis itu kini sudah mengoleksi 90 gol dan 49 assist hanya dari 120 penampilan di seluruh ajang kompetisi. Untuk musim ini saja, Mbappe jadi top scorer klub dengan torehan 30 gol dari 33 laga kompetitif.

Giorgio Chiellini dalam buku otobiografinya sempat menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Mbappe bermain. Ia sungguh takjub dengan kualitas permainan yang dipertontonkan Mbappe dan mempertanyakan, penyerang 21 tahun itu berasal dari planet mana.

“Siapa yang ditakdirkan untuk menjadi kolektor Ballon d’Or ketika Cristiano dan Messi pensiun? Tak diragukan lagi, dialah si orang Prancis, Kylian Mbappe, pemain yang sungguh unik.” kata Chiellini seperti dilansir dari Football Italia.


Baca Juga:



“Pertama kali melihatnya di TV saat Manchester City menghadapi AS Monaco. Dia sangat impresif. Saat jeda babak pertama, saya tanya ke direktur Juventus, Fabio Paratici, siapa pemain itu? Dia dari planet mana? Fabio berkata. ‘Ya saya tahu dia, kami sudah tahu dia sejak lama. Dia penyerang yang tak bisa dihentikan. Dia baru 18 tahun.” jelas Chiellini lagi.

“Sekarang Mbappe sudah 21 tahun, dan telah punya juara dunia. Kecepatan, teknik, insting golnya tidak berkurang sama sekali. Dia pemain yang bisa memberikan kesan ‘wah’ dan sebuah mahakarya yang agung. Saya merasa Mbappe lebih bagus dari Neymar, lebih konsisten. Masa depan sepenuhnya ada di tangannya.” Chiellini menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Fabregas Kecewa Dengan Keputusan Ligue 1, Apa?

Vivagoal Ligue 1 – Cesc Fabregas sangat menyayangkan keputusan dihentikannya Ligue 1 Prancis secara permanen. Meski di satu sisi, Fabregas merasa itu adalah jalan terbaik yang bisa diambil saat ini.

Ligue 1 musim 2019/2020 sudah resmi dihentikan sedari pekan lalu. Berdasarkan keputusan ini, Paris Saint-Germain pun dinobatkan sebagai juara kompetisi karena menempati peringkat pertama klasemen, sementara Amiens SC dan Toulouse menjadi tim yang terdegradasi ke Ligue 2.

Ligue 1 sendiri adalah satu-satunya dari lima liga top Eropa yang menyetop kompetisi di tengah pandemi virus Corona. Mereka mengikuti jejak Liga Belgia dan Liga Belanda yang sudah lebih dulu menghentikan kompetisi. Keputusan operator Ligue 1 ini pun menuai banyak pro dan kontra.

Selain Amiens SC yang tidak terima turun ke kasta kedua di saat kompetisi masih menyisakan 11 laga lagi, Olympique Lyon juga berniat mengajukan banding karena gagal mentas di Liga Champions musim depan setelah hanya menempati posisi ketujuh saat Liga ditangguhkan pada awal Maret lalu.

Terbaru, ada Fabregas yang merasa pihak LFP selaku operator kompetisi terlalu terburu-buru menyetop liga. Karena di saat yang bersamaan, Bundesliga, Serie A Italia, dan LaLiga Spanyol terus berupaya melanjutkan kompetisi.


Baca Juga:



“Keputusan penting sudah dibuat, dan saya paham kenapa mereka melakukannya. Karena ini demi keselamatan semua orang. Yang terpenting sekarang adalah keluarga, kesehatan dan keamanan semua orang. Saya mendukung 100 persen keputusan ini.” ucap Fabregas seperti dilansir dari
beIN Sports.

“Tapi, menurut saya mungkin itu juga terlalu cepat, jika melihat banyak liga-liga top masih mencoba menggulirkan kompetisi.” sesal Fabregas.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Berusia 95 Tahun, Buyut Fabregas Sembuh dari COVID-19

Vivagoal Ligue 1 – Nenek buyut Cesc Fabregas yang sudah berusia 95 tahun dinyatakan sembuh dari COVID-19. Kabar tersebut disampaikan punggawa As Monaco melalui laman twitternya, Rabu (29/4) kemarin.


Baca Juga:


“Ia telah mengatasi virus tersebut pada usia 95 tahun. Kemarin, hasil tesnya negatif!” tulisnya, dinukil Goal International.

“Nenek buyut saya adalah pahlawan super, tapi semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan dari semua perawat dan dokter yang mendedikasikan hidup mereka setiap saat sehingga kita semua bisa menjalani kehidupan lebih baik dalam masa-masa sulit ini. Segala hormat bagi perawat dan taka da yang mustahil,”

Di tengah pandemic, Fabregas memang melakukan berbagai jasa mulia. Ia tak mengambil gajinya sealam empat bulan bersama AS Monaco kala Liga dipastikan berhenti lantaran semua aktivitas olahraga di Prancis dilarang oleh pemerintah

Meski kompetisi dihentikan, belum diketahui siapa yang keluar sebagai juara ataupun terdegradasi. Namun bagi Monaco, apapun keputusannya tak akan berpengaruh besar lantaran mereka berada di posisi 10 besar klasemen sementara.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Anak Hilang Chelsea Bakal Pulang dan Dijual!

Vivagoal Liga Inggris – Pemain pinjaman Chelsea, Tiemoue Bakayoko nampaknya bakal kembali ke London pasca AS Monaco enggan mengikatnya secara permanen. Meski nantinya kembali, ia diproyeksi bakal dijual.


Baca Juga:


Ligue 1 Prancis resmi dihentikan dan semua pemain pinjaman bakal kembali ke klub asal dalam waktu dekat. Bakayoko, yang dipinjamkan ke AS Monaco pada bursa transfer musim panas kemarin sejatinya bisa dibeli di angka 42,5 Juta Euro. Namun Monaco enggan menebus mantan pemainnya tersebut lantaran pandemic Corona yang menguras kas klub mereka.

Hal tersebut mau tak mau membuat Chelsea bakal kedatangan kembali sang pemain. Meski begitu, kans Bakayoko tampil di tim utama terbilang tipis mengigat di posisi yang sama, tersemat beberapa nama muda potensial yang siap dimaksimalkan Frank Lampard.

Chelsea pun tak bisa kembali meminjamkan sang pemain lantaran FIFA memiliki kebijakan peminjaman pemain sebanyak 8 orang. Jumlah tersebut bahkan bakal tereduksi menjadi enam pada dua musim mendatang. Hal tersebut mau tak mau membuat the Blues harus secepat mungkin menemukan tim peminat Bakayoko di bursa transfer seanjutnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Wissam Ben Yedder Masuk Dalam Radar Real Madrid

VivagoalLa Liga – Raksasa LaLiga Spanyol dikabarkan ingin melepas Luka Jovic pada bursa musim panas mendatang. Sebagai gantinya, manajemen Los Blancos diklaim membidik penyerang AS Monaco, Wissam Ben Yedder.

Luka Jovic yang sejatinya merupakan salah satu pemain baru dalam skuat El Real musim 2019/2020 kencang dirumorkan bakal segera dipinjamkan ke klub lain pada jendela transfer Juni nanti. West Ham United, Tottenham Hotspur, Chelsea dan Arsenal diberitakan bersedia menampung penyerang asal Serbia tersebut musim depan, tentunya dengan status pemain pinjaman.

Andaipun ini benar terjadi, timbul sebuah rumor soal siapa pengganti Jovic sebagai pelapis Karim Benzema di pos penyerang no.9. Real Madrid kerap dikaitkan dengan sejumlah penyerang top Eropa seperti Kylian Mbappe, Neymar dan Erling Haaland di Borussia Dortmund.

Namun, media yang berbasis di kota Madrid, Football Espana melansir bahwa di tengah krisis akibat pandemi virus Corona, bakal sangat sulit buat kebanyakan klub mendatangkan seorang pemain, termasuk Real Madrid.

Untuk itu, Madrid diklaim belum berencana mendatangkan pemain berkategori bintang musim panas mendatang. Namun, mereka dilaporkan memilih merekrut Wissam Ben Yedder dari AS Monaco.

Wissam cukup tertarik untuk coba didatangkan Madrid musim depan karena ia diyakini tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi karena pernah tiga musim bermain di Spanyol bersama Sevilla selain itu, ia juga punya harga murah ketimbang tiga nama pemain top di atas.


Baca Juga:



Wissam yang saat ini sudah berusia 29 tahun juga dianggap punya gaya bermain yang sesuai dengan skema yang Zinedine Zidane terapkan. Oleh karenanya, Madrid meyakini Wissam bakal menjadi pengganti yang sepadan untuk Luka Jovic andai ia benar-benar dilepas musim depan.

Sebagai informasi, sepanjang musim ini, Wissam Ben Yedder menjadi bagian penting dalam skuat AS Monaco. Total ia sudah menyumbangkan 18 gol dari 26 pertandingan di ajang Ligue Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Demi Hal Ini, Fabregas Rela Tak Digaji Empat Bulan

Vivagoal Ligue 1 –  Bintang AS Monaco, Cesc Fabregas mengaku tak masalah tak dibayar gajinya hingga empat bulan ke depan guna membantu Monaco menyelamatkan keuangan di tengah pandemic Corona.


Baca Juga:


Fabregas masih memiliki dana yang cukup melimpah sebagai pesepakbola. Ia pun berinisiatif tak mengambil gajinya sebesar dua juta Pounds guna menjadi kas klub guna bisa terus bernapas di tengah pandemi.

Selain itu, ia juga berinisiatif guna menanggung pemotongan gaji sebesar 30 persen kepada seluruh karyawan AS Monaco. Apa yang dilakukan Cesc memang terasa begitu mulia. Fabregas sendiri merasakan pedihnya pandemic ini pasca sang nenek yang berusia 95 tahun dinyatakan positif COVID-19.

“Dia berusia 95 tahun dan wanita malang ini harus terpapar virus corona. Ada banyak orang di rumahnya, yang tidak mengetahuinya, dan kami ingin membawa mereka semua ke hotel,” jelas Fabregas, dinukil Goal International.

“Kami telah melakukan tes lagi pada mereka semua dan 70 atau 80 persen kembali positif Covid-19, termasuk nenek tersayang saya,” kata mantan pemain Chelsea ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Fabregas Ingin Melatih Serta Datangkan Pemain Ini

Vivagoal – La Liga – Mantan pemain akademi Barcelona, Cesc Fabregas akan berusaha menjadi seorang pelatih kala dirinya sudah pensiun nanti. Bahkan mantan pemain Barcelona ini siap untuk melatih tim rival Barca, Real Madrid sekalipun.

Dilansir dari Marca, Pemain yang kini berseragam AS Monaco sadar bahwa usianya yang sudah tak lagi muda tidak akan membuat dirinya bertahan lebih lama sebagai seorang pemain. Ia mengungkapkan akan melanjutkan karirnya di dunia sepak bola sebagai seorang pelatih.

Bahkan saat pemain didikan La Masia ini ditanya apakah mungkin akan melatih tim rival, Real Madrid. Fabregas mengungkapkan bahwa ia siap untuk menjadi juru taktik seluruh tim, bahkan jika itu Real Madrid.

“Kamu tidak dapat berkata bahwa kamu hanya ingin melatih klub tertentu. Ketika kamu menjadi seorang pelatih kemungkinan kamu untuk berpindah lebih besar dibandingkan saat menjadi seorang pemain.

“Jika nanti aku akan berada sebagai pelatih tim, pemain yang akan pertama aku datangkan adalah Kylian Mbappe. Ia sosok yang sangat fantastis kala bermain. Cara bermainnya hampir sama dengan Thierry Henry, dan aku takan ragu mendatangkannya dalam timku,” ujar Fabregas.


Baca Juga: 


Ketika mantan pemain The Blues ini ditanya kemungkinan Lionel Messi untuk hengkang dari Camp Nou, ia menegaskan bahwa tampaknya hal itu tidak akan pernah terjadi. Messi akan tetap di sini, begitulah akhir perjalanan karirnya.

“Lionel Messi adalah salah satu pesepak bola hebat di dunia, melihatnya pergi dari Barcelona sepertinya tidak akan pernah terjadi. Barcelona adalah rumah Messi, dia tidak akan pergi. Dia akan tetap berada di Barcelona selamanya,” tutup pria berusia 33 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS