Home Tags Crystal Palace
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
-
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: Crystal Palace

Diam-Diam Barcelona Bergerak Permanenkan Wilfried Zaha

Vivagoal Liga InggrisDiam-diam Wilfried Zaha masuk dalam daftar belanja raksasa LaLiga, Barcelona. Sang pemain diproyeksikan bakal mengisi pos lini serang Blaugrana musim depan. 

Pihak Los Cules kabarnya sudah menggelar negosiasi awal dengan pihak Crystal Palace dengan menawarkan dana sebesar 30 juta euro sebagai tawaran perdana demi menebus pemain asal Pantai Gading tersebut.

Sebagai catatan,  Zaha memang berhasil kembali menemukan performa terbaiknya sejak bergabung di Crystal Palace. Ia menjadi sosok penting dibalik kesuksesan klub yang dilatih Roy Hodgson lolos dari jeratan zona degradasi musim ini.

Zaha  mampu mempertontonkan penampilan menawannya sepanjang musim 2019/2020 dengan menjadi pemain terbanyak kedua setelah Adama Traore yang bisa mencatatkan dribel terbanyak di Liga Inggris dengan 182 dribel sukses dan Zaha dengan 162 take-ons.


Baca Juga: 


Dengan capaiannya ini, tak mengherankan bila manajemen Blaugrana kepincut untuk memboyongnya ke Camp Nou mengingat gaya bermainnya yang mirip-mirip Neymar.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lebih baik dari Setan Merah, Hodgson; Kami Dirampok VAR!

Vivagoal Liga InggrisManajer Crystal Palace, Roy Hodgson menyebut timnya tampil lebih baik dibandingkan dengan Manchester United. Sayang, VAR mengubah segalanya dan membuat Palace gagal meraih poin.  

Bermain di markas sendiri, Crystal Palace harus mengakhiri laga melawan Manchester United dengan kekalahan 0-2. Tim tamu membuka keunggulan melalui Marcus Rashford di penghujung laga sebelum akhirnya Anthony Martial menggandakan keunggulan untuk mengunci kemenangan clean sheet bagi skuad Ole Gunnar Solskjaer tersebut.

Pada laga itu sendiri, Palace sejatinya tampil sangat baik. Mereka beberapa kali merepotkan lini pertahanan Setan Merah. Namun sayang, VAR seakan menjadi ‘musuh’ bagi mereka. Dua peluang emas tercatat digagalkan wasit berkat bantuan VAR. 

Usai laga, Hodgson tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut timnya tak dinaungi keberuntungan meski tampil lebih baik dari Setan Merah.

“Tentu kami tidak beruntung pada pertandingan itu. Dewa keberuntungan sedang tidak tersenyum pada kami gara-gara sejumlah keputusan tertentu [yang dibuat oleh VAR]. 


Baca Juga: 


“Kami telah memenangkan sejumlah pertandingan dan meraih hasil bagus menghadapi tim-tim papan atas seperti Manchester United yang bermain lebih buruk dibandingkan dengan apa yang kami tunjukkan malam ini,” kata Hodgson

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Menang Karena Bantuan VAR, Solskjaer Beri Penjelasan

Vivagoal Liga InggrisManchester United berhasil mengunci kemenangan dua gol tanpa balas saat bertemu Palace dini hari tadi. Dua gol kemenangan United masing-masing dicetak oleh Marcus Rashford dan Anthony Martial.

Dibalik kemenangan tersebut, United bisa dibilang beruntung lantaran mendapat bantuan VAR. Dimana keputusan VAR menyelamatkan United dari dua kali kebobolan. Dimana wasit Graham Scott memutuskan untuk menganulir gol.

Usai pertandingan, Ole Gunnar Solskjaer bicara soal keputusan wasit yang seolah menguntungkan skuadnya. Menurutnya, keputusan wasit sudah tepat dimana United tak layak kebobolan. 

“Untuk yang satu ini kita bisa mengatakan bahwa mereka bekerja dan tentu saja, satu inci pun tetap termasuk offside,” kata Ole Gunnar Solskjær.

Tak hanya soal gol dianulir, United benar-benar mendapat berkah dari penggunaan VAR. Salah satunya ketika wasit tak menganggap pelanggaran kepada Wilfried Zaha oleh Victor Lindelof. 


Baca Juga:


“Kami beruntung di sana. Bagi saya, Victor Lindelof mengambil bola [untuk panggilan penalti, pada Wilfried Zaha] jadi kami merasa baik-baik saja. Saya belum pernah melihat itu, tapi saya rasa itu bukan penalti, bukan ,” kata Solskjaer.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Wilfried Zaha Jadi Korban Aksi Rasial Online, Crystal Palace Berang!

Vivagoal Liga Inggris – Kabar tak mengenakan menerpa Crystal Palace sesaat sebelum pertandingan kontra Aston Villa pada Minggu (12/7/2020) malam WIB. Bintang Palace, Wilfried Zaha, mendapat pelecehan rasial.

Aksi rasial tersebut ditengarai dilakukan oleh salah satu fan Aston Villa. Melalui akun instagram, akun jackdolan_avfc mengirimkan pesan kepada Zaha. Dalam pesan tersebut, dia melecehkan si pemain dengan mengirimnya pesan berupa ancaman.

“Lebih baik kamu jangan mencetak gol besok bajingan hitam. Atau saya akan datang ke rumahmu dengan berpakain seperti hantu,” tulis akun Jackdolan_avfc seraya mengirimkan gambar kelompok kebencian supremasi kulit putih Amerika, Ku Klux Klan.

Crystal Palace sendiri langsung mersepon kejadian ini dengan memengeluarkan pernyataan resmi.  Dukungan juga tak lupa disematkan untuk sang penyerang Wilfried Zaha.

“Ini adalah aib mutlak dan tidak boleh terjadi. Kami mendukung Anda, Wilf, dan siapa pun yang harus menderita pelecehan mengerikan seperti itu,” tulis akun resmi Palace.

Sementara itu, pelatih Palace, Roy Hodgson, turut buka suara. Menurutnya aksi rasial ini tak bisa diterima dan merupakan penganiyaan keji yang patut di usut hingga tuntas.

“Zaha menyadarkan orang-orang. Saya tidak berpikir ini adalah sesuatu yang harus Anda diamkan. Klub kami, Aston Villa juga dan Liga Premier melakukan semua yang mereka bisa untuk mencari tahu siapa orang yang tercela ini.


Baca Juga:


“Kita berharap bahwa dia akan diidentifikasi dan dia akan dipanggil untuk bertanggung jawab untuk membayar tindakan ini, karena secara harfiah tidak ada alasan,” tutup Hodgson dikutip dari Evening Standard.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Menang Skor Tipis Lawan Crystal Palace, Lampard: Kami Mungkin Beruntung

Vivagoal Liga Inggris – Chelsea berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor tipis 3-2 pada Rabu (8/7/2020) dinihari tadi. Kemenangan yang didapatkan oleh anak asuh Frank Lampard tidaklah mudah.

Bahkan, pelatih asal Inggris tersebut menilai pertandingan tersebut berjalan sangat sengit. Awalnya, telah unggul terlebih dahulu namun tidak lama kemudian Crystal Palace berhasil menyamakan kedudukan.

Menit-menit terakhir pertandingan babak kedua membuat anak Frank Lampard harus berjuang mati-matian untuk tetap bertahan karena saat itu skor Chelsea unggul 3-2. Namun, Crystal Palace tak mau menyerah dan selalu menciptakan peluang yang sangat berbahaya.

Melihat hal tersebut, saat pertandingan selesai Frank Lampard mengaku bahwa permainan Crystal Palace sangatlah baik dan seharusnya Chelsea bisa bermain jauh lebih baik.


Baca Juga:


“Bisa dibilang kami beruntung memenangkan pertandingan ini. Saya bisa mengatakan bahwa seharusnya tim kami sudah bisa memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Kami di awal laga telah mengontrol pertandingan,” dikutip dari laman resmi klub Chelsea.

“Lalu saat skor sudah mencapai 3-2, kami juga memiliki peluang yang sangat matang untuk diselesaikan menjadi gol. Namun, karena beberapa keputusan yang sangat keliru di menit-menit akhir maka tekanan pun tiba saat itu,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Prediksi Liverpool Vs Palace: Berharap Tuah Anfield

Vivagoal Liga Inggris –  Pemuncak klasemen Liga Inggris, Liverpool, akan menjamu Crystal Palace di Anfield pada pekan ke-31 Premier League 2019/20, Kamis (25/06/2020) pukul 02.15 WIB.

Unggul cukup jauh dengan Manchester City yang berada di posisi dua klasemen The Reds hanya membutuhkan dua kemenangan lagi saja untuk bisa memastikan diri sebagai juara pada musim ini.

Belum mendapat poin maksimal semenjak restart Liga Inggris, partai dini hari nanti akan jadi pembuktian buat Liverpool setelah di laga sebelumnya ditahan imbang Everton dalam derby Merseyside.

Sementara itu, Palace tak mau menyerah begitu saja di pertandingan nanti. Pasalnya, mereka masih mengejar jatah untuk lolos ke Liga Champions.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, berharap pada tuah Anfield di laga nanti. Meski pertandingan berstatus tertutup, tapi bagaimanapun, Liverpool tetap punya keuntungan sebagai tuan rumah.


“Ini akan jadi pertandingan pertama di Anfield, tetapi ini tetaplah kandang kami dengan ruang ganti dan semua hal disekitar. Kita akan bertindak sebagai tuan rumah meskipun tanding tanpa penonton,” jelas Klopp.

Sejarah mencatat, dalam 42 pertemuan kedua tim, Liverpool mampu meraih 25 kemenangan, sedangkan Palace hanya meraih 10 kemenangan, dan tujuh laga lainnya berakhir imbang.


Baca Juga:


The Reds sendiri punya peluang besar untuk meraih poin penuh dalam pertandingan nanti. Tiga poin pula bakal memuluskan langkah mereka ke tangga juara.

Prediksi Starting XI

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold, Joe Gomez, Virgil van Dijk, Neco Williams, Fabinho, Georginio Wijnaldum, Alex Oxlade-Chamberlain, Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.

Crystal Palace: Vicente Guaita; Joel Ward, Gary Cahill, Scott Dann, Patrick van Aanholt, James McArthur, Luka Milivojevic, Cheikhou Kouyaté, Wilfried Zaha, Jordan Ayew, Andros Townsend. .

Pelatih Tertua Premier League Tak Masalah Dampingi Crystal Palace di Tengah Pandemi

Vivagoal Liga Inggris – Roy Hodgson menjadi pelatih tertua di Premier League. Dengan usianya yang menginjak angka 72 tahun, Hodgson percaya diri dampingi Crystal Palace di tengah pandemi.

Pemerintah Inggris telah mempersilahkan setiap klub untuk kembali berlatih. Hal ini setelah kebijakan lockdown dilonggarkan.

Untuk itu, pihak Premier League terus mengupayakan protokol guna melanjutkan kompetisi. Protokol bertajuk Project Restart pun terus diolah. Protokol ekstra ketat dipersiapkan guna menjaga keselamatan semua pihak.

Namun ada sebuah kekhawatiran akan kesehatan Hodgson. Pasalnya pemerintah Inggris mengatakan siapa pun yang berusia 70 atau lebih sangat berisiko untuk mengalami sakit serius imbas dari Covid-19,

Hodgson sendiri melihat usia hanyalah angka. Menurutnya kesehatan seseorang tidak bergantung pada usia. Ia juga terus menjaga kesehatan selama karantina.

“Ya. Tidak ada masalah. Usia hanya angka,” jawab Hodgson saat ditanya beIN Sports apakah dia akan kembali bekerja jika kompetisi berlanjut.


Baca Juga:


“Itu yang saya rasakan saat ini. Usia tidak selalu berhubungan dengan kebugaran Anda atau bagaimana perasaan Anda, atau kapasitas Anda untuk melakukan pekerjaan.”

“Jadi saya tidak punya keraguan apa pun.”

“Ketika saya dipanggil kembali untuk bekerja, saya akan sangat senang untuk kembali melakukannya,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bos Tim Kuda Hitam Inggris Ragu Premier League Bakal Kick Off Kembali

Vivagoal Liga Inggris – Bos Crystal Palace, Steve Parish ragu jika Premier League bakal dilanjutkan mengingat masih tingginya persebaran virus Corona di Inggris.

Belakangan, wacana terkait digelarnya Premier League memang menyeruak pasca kompetisi ditunda pada awal Maret kemarin. Kabar ini merupakaan angin segar setelah Eredivisie dan Ligue 1 memastikan tak melanjutkan kompetisi di tengah pandemic.

Di luar kedua Liga tersebut, Bundesliga dan LaLiga juga bakal menggelar kembali kompetisi. Sepakbola tanah Jerman bakal dihelat akhir pekan ini. Sementara LaLiga bakal dimulai pad Juni mendatang. Namun Parish justru menilai digelarnya kembali Premier League bakal menjadi bumerang.

Ia menilai seharusnya otoritas sepakbola Inggris melihat fakta yang terjadi di Jerman. Kala Bundesliga 1 dan 2 bakal dihelat, seluruh punggawa Dynamo Dressen, yang berkiprah di kasta dua sepakbola Jerman terinfeksi wabah asal Wuhan itu.


Baca Juga:


“Kami akan dianggap melalaikan tugas apabila tidak mencari solusi untuk mencoba kembali menggelar musim ini,” ungkap Parish kepada BBC, diwartakan Goal International. “Namun itu mungkin sangat sulit untuk kami lakukan.”

“Jerman bisa menjadi contoh dengan kejadian yang mereka alami dan itu bisa menjadi gambaran tantangan apa yang akan kami hadapi,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Benteke: Pasca Pandemi, Sepak Bola Akan Seperti Robot

Vivagoal Liga Inggris – Striker Crystal Palace, Christian Benteke mengatakan ada banyak hal yang terenggut ketika sepak bola kembali bergulir. Segala aturan baru akan membuat para pemain seperti robot.

Liga Inggris kabarnya akan segera digelar dalam waktu dekat ini. Berbagai pertimbangan termasuk pandemi yang mulai bisa dikontrol dengan baik membuat harapan meninggu.

Namun untuk bisa mewujudkan langkah tersebut, perlu ada protokol keamanan ketat guna menjaga kesehatan semua pemain dan mereka yang berkaitan di dalamnya.

Salah satu rencana yang kemungkinan besar akan disepakati adalah semua laga akan digelar tanpa penonton di tempat netral. Para pemain juga dilarang meludah, bertukar botol minum hingga menjaga jarak ketika melakukan selebrasi gol.

Adanya protokol seperti itu yang membuat Benteke kecewa. Ia bahkan menyebut jika pesepakbola bisa jadi seperti robot; kaku dan sulit berekspresi setelah mencetak gol. Selain sulit merayakan secara intens dengan rekan setim, ekspresi gembira suporter pun tidak lagi ada.


Baca Juga:


“Pastinya akan sangat berbeda. Nantinya akan nihil emosi dan kami akan bermain seperti robot. Jadi seperti merenggut keindahan saat mencetak gol karena itu bukan hanya tentang merayakannya bersama rekan satu tim tapi juga bersama suporter. Hal itulah yang akan terenggut,” kata Benteke seperti dilansir talkSPORT.

Premier League akan melakukan beberapa pertemuan lagi untuk membahas rencana kelanjutan musim ini. Namun kemungkinan besar liga akan kembali berjalan pada awal Juni mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Obrolan Vigo Edgar Davids: Pitbull Terakhir dalam Dunia Sepakbola

Vivagoal Berita Bola – Mencari sosok gelandang penghancur serangan, atau anchor man dalam dunia sepakbola merupakan hal yang susah-susah gampang ditemui di hari ini. Dua nama beken yang kerap mengisi pos tersebut adalah N’Golo Kante dan Casemiro. Namun jauh sebelum era Millenium, sosok Edgar Davids terbilang lumayan mendominasi.

Pemain Belanda kelahiran Suriname. 13 Maret 1973 memang merupakan sosok pemian bedaya jelajah tinggi. Di Eranya, beberapa pemain sepertinya memegang peranan penting. Ada nama Genarro Gatusso (Milan) dan Claude Makelele (Real Madrid) yang menjadi benteng terakhir pemutus serangan sebelum bola meluncur deras ke backfour di belakangnya. Davids pun kurang lebih memiliki peran yang cukup sama dengan dua pemain tesebut.

Sejak memulai debutnya bersama Ajax Amsterdam pada 1991, ia langsung mengamankan satu tempat di tim utama. Namanya bahkan masuk ke dalam golden generation Ajax bersama Clerence Seedorf, Patrick Kluivert dan Edwin Van Der Saar.

Ketiganya sukses memberikan berbagai gelar domestik bagi Ajax dan sepasang gelar Liga Europa dan Liga Champions di tahun 1995. Gelar tersebut bahkan belum bisa dibawa kembali ke Ibu Kota Belanda sampai hari ini. Pasca kesuksesan tersebut, pelatih legendaris Belanda, Louis Van Gaal pun memberinya julukan Pitbull karena ia tak segan berlarian kesana kemari guna mengamankan bola. Selain itu, Davids juga diberkahi stamina yang mumpuni untuk menunjang mobilitasnya di atas lapangan.


Baca Juga Artikel Lainnya:

Obrolan Vigo: Keberlangsungan Liga 1 Terancam Virus Corona?

Obrolan Vigo Diego Ribas: Permata Brazil yang Tak Terasah Sempurna

Obrolan Vigo: James Beattie, Striker Underrated yang Selalu Dicintai

Obrolan Vigo Roberto Baggio: Pemain Hebat yang Tak Dimaksimalkan Pelatih Manapun


Lima musim membela Ajax, Davids mengumpulkan ratusan penampilan bersama tim asal Ibu Kota Belanda dan mendulang berbagai trofi, ia memutuskan untuk menerima pinangan salah satu raksasa Italia, AC Milan dengan status bebas transfer. Namun karirnya di San Siro justru meredup. Ia hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya hengkang ke Juventus dengan mahar 8 Juta Euro. Bersama Juve, ia mulai dikenal orang karena menggunakan kacamatanya yang terbilang cukup stylish.

Kacamata Davids bukanlah untuk bergaya di atas lapangan, ia menderita glaukoma yang bakal merusak optik matanya. Meski menderita glaucoma, Davids malah menemukan performa puncaknya kala berseragam Putih Hitam. Bersama tim asal  Kota Turin, ia sukses mempersembahkan trofi domestik dalam wujud tiga kali  Scudetto. Davids sempat bermain dalam All Italian Final di Liga Champions 2003 kontra AC Milan. Di partai pamungkas, Bianconerri harus bertekuk lutut melalui drama adu penalti.