Tag: Franck Ribery

Pemilik Fiorentina Anggap Penggunaan VAR di Serie A Tak Maksimal

Vivagoal – Serie A – Pemilik Fiorentina Rocco Commisso menilai VAR di Italia masih belum berjalan dengan benar pasca timnya dikalahkan Lazio 1-2 Minggu (27/10). Menurutnya kejadian buruk yang melibatkan pemainnya Franck Ribery tidak akan terjadi jika VAR dilakukan dengan maksimal.

Sebelumnya di akhir pertandingan lalu, Ribery terlihat mendorong asisten wasit dua kali. Ribery merasa kecewa dengan keputusan kontroversial yang pada akhirnya merugikan La Viola.

Pemain asal Perancis itu menjadi frustasi setelah ditarik keluar lapangan 14 menit sebelum  Ciro Immobile mencetak gol kemenangan untuk Lazio. Saat ini Ribery kemungkinan besar bakal menerima sanksi yang cukup berat.

Rocco telah siap untuk menerima keputusan tersebut. Ia menilai tindakan dari Ribery merupakan bentuk frustasi para pemain karena kebobolan di menit-menit akhir. Padahal sebelumnya telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Jordan Lukaku pada Riccardo Sottil. Tetapi tidak mendapatkan hukuman serta tidak di cek melalui VAR.

“Kami memiliki tayangan ulang di AS bertahun-tahun dan tidak ada masalah. Tadi malam, saya melihat hal itu menjadi kontroversi di Italia,”ujar Rocco dilansir One Football.

Baca Juga : Berperilaku Buruk, Ribery Siap Dihukum Berat

Ia menambahkan bahwa kejadian yang menimpa mereka sedikit memalukan. Karena hal itu akan berdampak absennya Ribery dalam waktu yang cukup lama.

“Ribery sedikit gugup dan Ia salah, meski kami memiliki alasan. Kita lihat bagaimana kami melanjutkan perjalanan sisa musim ini.

“Tapi pada dasarnya semua itu berasal dari pelanggaran yang tidak diberikan sebelumnya. Mengapa harus ada VAR jika tak digunakan? Itu sama dengan saat melawan Napoli,”ungkap Rocco.

Fiorentina kini untuk sementara berada di peringkat sembilan tabel klasemen dengan 12 poin. Sementara Lazio berada dua peringkat diatas mereka di posisi 6 dengan 15 poin hasil kemenangan atas La Viola.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Berperilaku Buruk, Ribery Siap Dihukum Berat

0

Vivagoal Serie AFrank Ribery melakukan perilaku tak terpuji kala mendorong wasit saat Fiorentina kalah 1-2 dari Lazio dalam giornata 9 Serie A. Hal tersebut membuat eks Marseille ini dibayangi hukuman absen tiga laga di kompetisi sepakbola tertinggi Negeri Pizza itu.

Dalam laga tersebut, Ribery sukses menyubangkan assist di menit ke-27 guna menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun jeang akhir laga, Lazio sukses mencetak satu gol yang lekat dengan aura kontroversial.

Tim asal Kota Roma sukses mencetak gol melalui Ciro Immobile di menit ke-89. Namun, Fiorentina merasa gol tersebut tak harus disahkan karena ada pemain lawan yang melakukan pelanggaran. Terpancing emosi, Ribery pun melayangkan protes keras kepada wasit.

Pemain asal Prancis itu tertangkap kamera tengah beradu mulut dengan asisten wasit. Ia pun terlihat dua kali mendorong wakil tuhan di lapangan itu. Atas peringai buruknya, pada petinggi FICG, selaku otoritas tertinggi sepakbola Italia mengonfirmasi jika perilaku buruk Ribery bakal berbuah skorsing hingga tiga laga ke depan.

Tak hanya itu, pemain yang sukses mengemas sepasang gol dan assist untuk Fiorentina itu bisa saja terancam hubungan yang lebih berat. Namun keputusan final baru akan diumumkan pasca gelar perkara paripurna dalam beberapa waktu ke depan.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Lagi, FIFA 20 Dikritisi Pesepakbola Profesional!

Vivagoal – IGL –  Dalam beberapa waktu belakangan, FIFA 20 mendapatkan banyak kritikan. Setelah serangkaian bug yang menerpa game besutan EA Sports, kini pesepakbila profesional yang telah malang melintang di dunia si kulit bundar, Franck Ribery mengritisi salah satu game sepakbola terpopuler itu.

Riberry mengritisi tampilan dirinya yang jauh dari kata realistis. Ia merasa aneh saat melihat dirinya di gim FIFA 20. Eks winger Bayern Munchen itu mencuit di twitter pribadinya terkait hal tersebut. Dengan nada bercanda, pemilik bar halal di Munich itu mengungkapkan sedikit kekecewaannya.

“Beberapa waktu lalu saya bermain FIFA 20 dengan anak saya. Hey @EASPORTSFIFA, ini siapa?” tulis Ribery di laman resmi Twitter-nya.

Namun bukannya mendapat respon dari FIFA, kompetitor mereka asal Jepang, Pro Evolution Soccer (PES). Merespon kritikan Ribery dengan menampilkan foto dirinya yang jauh lebih realistis. Admin Twitter PES pun membalas cuitan Ribery. “Hai Franck! Kamu tahu siapa ini?” dengan grafis yang lebih baik.

Baca Juga: Riyad Mahrez Kecewa dengan Card FIFA 20 Miliknya, Kenapa?

Sejatinya, game sepakbola memang kerap menunjukan soal grafis pemain yang mirip dengan pemain aslinya guna memanjakan para pengunannya. Tak jarang, ketidaksesuaian grafis membuat beberapa pihak macam kritikus, gamer hingga player itu sendiri buka suara.

Belum lama ini, winger eksplosif Borrusia Dortmund mengkritisi FIFA 20. Ia menilai tampilan rambut dan beberapa aspek stats yang ditulisakn FIFA tak sesuai dengan tampilan dirinya.

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

Ribery Bahagia Tolak Premier Legue untuk Fiorentina, Kok Bisa?

0

Vivagoal Serie APemain baru Fiorentina Franck Ribery mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa bergabung bersama La Viola musim ini. Dirinya mengaku tak kecewa dengan keputusannya menolak bermain di Premier League.

Sebelumnya Ribery dikaitkan dengan beberapa klub Premier League seperti Sheffield United dan juga klub di timur tengah pasca meninggalkan FC Bayern akhir musim lalu. Tetapi Pada akhirnya, Ribery memilih untuk bermain untuk Fiorentina.

“Saya sempat memiliki komunikasi dengan klub Inggris dan juga Italia. Tetapi ada sesuatu yang luar biasa saat bertemu petinggi Fiorentina,”ujar Ribery dilansir One Football.

Penampilan Ribery di Fiorentina pun langsung menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, Ia langsung diganjar sebagai Pemain Terbaik Serie A bulan September. Hal itu menunjukan janji Ribery yang akan bermain maksimal selama berseragam Fiorentina.

“Saat saya setuju untuk bergabung ke Fiorentina saya tidak tahu apakah itu cinta pada pandangan pertama atau tidak. Tapi itu lah yang terjadi sejak perkenalan pertama yang sangat spesial,”ungkapnya.

“Berbicara dengan (Direktur Olahraga) Daniele Prade dan (Konsultan) Joe Barone, bahkan dengan pelatih Montella, memberikan kehangatan dan kepercayaan diri pada saya.

Baca Juga: Gabung Fiorentina, Ribery Beberkan Fakta Mengejutkan

Meski begitu saat ditanya mengenai durasi waktu bermain di Serie A, Ribery enggan memberikan kepastian. Menurutnya saat ini Ia hanya akan menikmati musim pertamanya dan fokus membantu Fiorentina meraih kemenangan.

“Saya datang kesini karena merasa lapar dan ingin memenangkan sesuatu. Tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan,”tambahnya. (im)

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

Pemain Veteran Fiorentina Jadi Pemain Terbaik Serie A

Vivagoal Serie AFranck Ribery salah satu penyerang veteran Fiorentina terpilih menjadi pemain terbaik di syariah untuk bulan September setelah penampilannya yang cemerlang bersama La Viola pada bulan lalu.

Franck Ribery telah memutuskan untuk mengakhiri karirnya bersama Bayern Munchen pada akhir musim panas lalu. Iya lebih memilih untuk bergabung dengan Fiorentina secara gratis dan menandatangani kontrak yang akan habis pada tahun 2021 dengan mereka.

Hal tersebut berubah manis bagi striker Fiorentina tersebut yang tampak tidak butuh banyak waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Serie A Italia.

Usai debut melawan Napoli pada bulan Agustus lalu, penyerang berusia 36 tahun tersebut mencetak gol perdananya bersama Fiorentina dalam hasil imbang 2-2 melawan Atalanta pada 22 September 2019.

Baca juga: Pantaskah Courtois Kawal Gawang Real Madrid?

Mantan pemain sayap tim nasional Prancis tersebut juga mendapat tepuk tangan yang meriah karena performa yang gemilang di akhir pekan sebelumnya melawan Juventus. Anak asuh Vincenzo Montella berhasil menahan imbang si nyonya tua dengan skor 0-0.

Pada pertandingan Fiorentina melawan AC Milan di San Siro, Franck Ribery menjadi Man of the match dalam kemenangan tersebut. Di mana mantan pemain Bayern Munchen tersebut menjadi salah satu gol dari kemenangan La Viola.

Saat ini, bintang berusia 36 tahun tersebut telah dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A pada bulan September setelah mengalahkan Romelu Lukaku yang juga mengumpulkan dua gol bagi Inter Milan pada bulan lalu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ribery: Saya ke Italia Bukan Karena Cristiano Ronaldo

VivagoalSerie A – Pemain anyar Fiorentina, Franck Ribery mengungkapkan alasannya datang ke Italia. Ia menyebut bukan datang untuk bersaing dengan Cristiano Ronaldo namun ingin menjadi seorang atlet yang terus bermain hingga usia tua seperti Francesco Totti.

Fiorentina sendiri mendapatkan jasa Ribery secara gratis setelah ia tak mendapat perpanjangan kontrak dari klub lamanya Bayern Munchen. Pemain asal Prancis itu sendiri mendapat kontrak dengan durasi dua tahun bersama La Viola.

Ribery sendiri menyebut jika alasannya hijrah ke Fiorentina lantaran saran dari sang istri. Ia juga menegaskan tekadnya untuk membawa Fiorentina ke tingkat yang lebih baik bukan karena keberadaan Ronaldo di Italia.

Baca Juga: Fiorentina Dapatkan Jasa Frank Ribery

“Saya sangat termotivasi, saya selalu ingin bermain sepakbola. Saya memiliki kontrak dua tahun dan saya ingin berperan besar membantu para pemain muda,” ujar Ribery di laman resmi klub.

“Saya ingin memberikan sesuatu pada klub ini, saya ingin membawa Fiorentina masuk tiga besar.”

“Saya datang kesini untuk membantu tim, Fiorentina. Saya tak berada di sini untuk menjadi rival Ronaldo. Serie A adalah kompetisi yang hebat dengan banyak pemain hebat. Inter berbelanja dengan bagus di bursa transfer, seperti halnya Juventus,” tukasnya.

Ribery yang kini memasuki usia 36 tahun juga mengatakan keinginannya untuk bisa terus bermain sampai batas usianya untuk menjadi atlet. Salah satu kiblat yang ia lihat adalah sosok legendaris Roma, Francesco Totti.

“Hal yang paling saya apresiasi adalah disini orang-orang begitu mencintai dan hidup untuk sepak bola. Ini adalah pengalaman menakjubkan dan saya ingin menikmatinya di lapangan,” tutur Ribery.

“Sepak bola adalah hidup saya. Itulah alasan saya ingin tetap di Eropa dan saya beruntung menemukan Fiorentina. Saya berharap bisa bermain hingga usia 40 tahun, seperti yang dilakukan Francesco Totti,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Setelah Gantung Sepatu, Ribery Akan Beralih Profesi!

VivagoalBundesliga – Di usia yang sudah 36 tahun, tidak banyak waktu yang tersisa bagi Franck Ribery di lapangan hijau. Winger asal Prancis itu pun sudah punya rencana selepas pensiun nanti.

Saat ini, Ribery belum terikat dengan tim manapun usai memutuskan berpisah dengan Bayern Munchen pada akhir musim kemarin setelah 12 tahun lamanya mengabdi.

Tapi, winger asal Prancis tersebut belum berniat pensiun. Ribery mengungkapkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level kompetitif Eropa, setidaknya dalam dua musim ke depan. Setelah itu, pemilik sembilan gelar Bundesliga Jerman itu akan mulai memikirkan kelanjutan kariernya.

Tak mau jauh-jauh dari sepakbola, Ribery berencana merintis langkah sebagai pelatih. Oleh karenanya, Ribery kini sudah berpikir untuk mulai mengambil kursus kepelatihan seperti yang sudah dijalani oleh banyak pesepakbola beken seperti Xavi Hernandez, Xabi Alonso dan Raul Gonzales

“Saya tidak punya banyak waktu tersisa untuk bermain. Saya sudah 36 tahun, dan saya ingin menikmati masa ini. Setelah pensiun, saya ingin melatih, saya ingin tetap di sepakbola.” ujar Ribery dikutip dari Sky Sports.

“Saya selalu punya mentalitas sebagai pemenang dan ingin merasakan bagaimana menjadi manajer yang bisa mentransmisikan itu kepada pemain.” tutupnya.

Sepanjang karir profesionalnya, Ribery sudah memperkuat enam klub dengan membukukan 556 penampikan dan menghasilkan 146 gol plus 210 assist. Ia memenangi 9 titel Bundesliga Jerman, 1 gelar juara Liga Champions bersama Bayern Munchen, 6 trofi DFB-Pokal dan 1 gelar Liga Europa bersama Galatasaray musim 2004/2005.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kepergian Robbery Buat Kesedihan Pada Diri Lewandowski

Vivagoal Bundesliga – Bayern Munchen sukses merengkuh trofi Bundesliga Jerman musim ini setelah menjungkalkan Eintracht Frankfurt di pekan ke-34 yang berlangsung di Allianz Arena. Tak hanya soal pengukuhan juara, laga pamungkas ini juga sekaligus jadi ajang perpisahan tiga pemain senior Die Roten, yakni Rafinha, Arjen Robben dan Franck Ribery.

Meski hanya membutuhkan hasil imbang, namun Bayern menargetkan kemenangan demi pesta juara yang manis. Mereka pun tampil membabi buta dengan memberondong gawang Frankfurt lima kali masing-masing melalui Kingsley Coman, David Alaba, Renato Sanches, Franck Ribery dan Arjen Robben.

Bagi penyerang andalan The Bavarians, Robert Lewandowski menganggap laga penentuan juara ini sekaligus jadi momen mengharukan buat dirinya karena harus berpisah dengan Ribery dan Robben yang sudah dipastikan hengkang setelah 12 tahun meniti karir di Allianz Arena.

“Saya melihat keluarga Arjen dan Franck sebelum pertandingan dimulai. Saya akui saya hampir menangis terharu melihat mereka. Kemenangan hari ini kami persembahkan untuk Rafinha, Franck dan Arjen. Mereka adalah legenda di klub ini.” tegas Lewandowski seperti dilansir dari situs resmi klub.

Lebih lanjut, Lewandowski menganggap keberhasilan timnya merajai Bundesliga musim ini menjadi bukti siapa raja di Jerman sesungguhnya.

“Laga melawan Frankfurt adalah laga final buat kami. Kami tahu, tidak hanya harus memenangkan pertandingan ini, tapi sekaligus jadi pembuktian siapa juara Jerman itu.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Linangan Air Mata Iringi Perpisahan Ribery Dengan Bayern

Vivagoal Bundesliga – Franck Ribery tak kuasa menahan kesedihan saat Bayern Munchen berduel dengan Eintracht Frankfurt pada pekan ke-34 atau laga pamungkas Bundesliga Jerman di Allianz Arena, Sabtu (18/5/2019) malam. Dalam beberapa kesempatan, dia terlihat tak kuasa menahan air mata.

Setidaknya kamera televisi tiga kali menangkap momen pemain asal Prancis tersebut menahan emosi dan menyeka air mata. Yang pertama saat Ribery turun dari bus dan masuk ke Stadion Allianz Arena. Dia terlihat menangis karena itu menjadi kali terakhir dirinya menginjakkan kaki di stadion kebanggaan warga Munich.

Berikutnya, Ribery kembali terlihat menyeka air mata saat menjalani pemanasan sebelum pertandingan berlangsung. Keharuan menyergap begitu melihat sambutan para fans Die Roten yang menyesaki tribun dan membentang spanduk besar yang memuat foto dirinya bersama Arjen Robben yang juga dipastikan akan hengkang di akhir musim ini.

Adapun yang ketiga adalah dia diberi kesempatan menyampaikan salam perpisahan langsung kepada semua publik Allianz Arena. Pemain 36 tahun tersebut kembali berlinang air mata karena tak kuasa memberi kata-kata terakhir di pertandingan yang dimenangkan Bayern 5-1 atas Frankfurt.

Dalam kata-kata perpisahannya, Ribery mengungkapkan rasa berat untuk meninggalkan Bayern.

“Terima kasih atas segalanya, dua belas tahun sungguh luar biasa. Itu adalah masa yang indah. Aku mencintai kalian semua, Mia san Mia (Kita adalah Kita).” ucap Ribery seperti dilansir dari Sport1.

Pada momen bersejarah itu juga, Ribery sengaja membawa seluruh keluarga besarnya untuk menonton di stadion. Dia pun memberikan sebuah kenangan indah lewat gol apiknya di menit ke-72 dengan melakukan akselerasi dari sisi kiri pertahanan kemudian mengecoh dua bek Frankfurt sebelum mencungkil bola masuk ke gawang.

Gol itu sendiri membuat Presiden Bayern, Uli Hoeness tak kuasa menahan tangis. Dia begitu emosional, terperangkap antara kekaguman, kegembiraan dan kesedihan.

“Saya benar-benar terbawa emosi ketika Franck mencetak gol. Dia membuktikan dirinya masih sangat berkualitas dengan membuat gol yang sangat luar biasa pada momen krusial seperti ini.” ujar Hoeness.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Pizarro Tunjuk Pemain Calon Pengganti Robben dan Ribery di Bayern

Vivagoal Bundesliga – Era kejayaan duo winger Bayern Munchen, Franck Ribery dan Arjen Robben tak lama lagi akan berakhir. Claudio Pizarro yang merupakan mantan bomber Die Bavarians merasa, Serge Gnabry dan Kingsley Coman sudah siap melanjutkan kejayaan tersebut di Allianz Arena.

Tak bisa dipungkiri, Robben dan Ribery adalah dua pemain yang menjadi alasan mengapa Bayern begitu perkasa selama 10 tahun terakhir. Baik Robben dan Ribery, keduanya telah mempersembahkan total 18 gelar dari berbagai kompetisi, termasuk diantaranya Liga Champions.

Setelah masa satu dekade terlewati, duo winger berbahaya tersebut pun mulai termakan usia. Dan pada akhir musim ini, Robben dan Ribery sudah dipastikan hengkang karena tidak lagi berkeinginan memperpanjang kontraknya yang habis Juni nanti.

 

Sosok Robben dan Ribery begitu ikonik di Bayern, jelas bukan perkara mudah buat seorang pemain baru langsung bisa mengisi pos yang ditinggalkan keduanya. Sempat beredar kabar bahwa Die Roten tengah mengincar Callum Hudson-Odoi sebagai suksesornya.

Namun, Pizarro merasa bekas klubnya tersebut tak perlu repot-repot merekrut pemain baru untuk dijadikan pengganti Robben dan Ribery. Menurutnya, Serge Gnabry dan Coman sudah layak diberi kepercayaan untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan duo legenda itu.

“Anda sudah mencapai satu masa dimana anda harus berhenti membahas siapa pengganti berikutnya Robben dan Ribery. Menurut saya, Serge Gnabry dan Coman sangat bisa menggantikan keduanya.” ujar Pizarro kepada Omnisport.

“Baik Serge Gnabry dan Coman adalah dua pemain muda yang punya kualitas sangat bagus, Dan mereka akan mengalami perkembangan yang pesat di masa depan dengan melakukan hal-hal yang jauh lebih bagus dari yang sudah diberikan Robben dan Ribery untuk Bayern.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS