Tag: Jurgen Klopp

Inilah Daftar Pelatih Terbaik, Mourinho Tidak Terhitung

0

Vivagoal – Berita Bola – Zinedine Zidane terpilih sebagai pelatih terbaik di dunia. Jurgen Klopp dan Pep Guardiola hadir melengkapi tiga besar, sayangnya tidak ada nama Jose Mourinho dalam daftar pelatih terbaik di dunia saat ini.

Media ternama Prancis, L’Equipe yang mengeluarkan peringkat pelatih terbaik di dunia ini. Zidane terpilih sebagai yang terbaik usai mengantarkan Madrid menjuarai La Liga Spanyol musim ini sekaligus membuat Barcelona terkejut sejak restart.

Sukses tersebut menambah koleksi trofi Zidane sejak kali pertama ditunjuk jadi pelatih Los Blancos tahun 2016 silam. Legenda sepakbola Prancis itu sebelumnya sudah berhasil membawa Madrid  menjuarai La Liga dan tiga Liga Champions yang secara beruntun.

“Dia (Zidane) adalah seorang pelatih dengan pengalaman melatih baru satu klub namun cukup jarang kalah. Zidane pelatih sudah melakukan hal yang tidak bisa dilakukan banyak pelatih top dengan memenangkan tiga Liga Champions beruntun.” tulis L’Equipe dilansir dari Daily Mail.

Disisi lain, meski dapat mengantarkan Liverpool memenangi titel juara Liga Inggris pertamanya sejak 30 tahun, Jurgen Klopp hanya ditempatkan di urutan kedua. Adapun Guardiola dalam tiga tahun terakhir memiliki dampak besar atas kesuksesan City ditaruh di peringkat ketiga.

Menariknya adalah, dalam daftar pelatih terbaik versi media ternama Prancis ini, tidak ada nama Jose Mourinho. Menurut L’Equipe, pelatih asal Portugal yang kini membesut Tottenham Hotspur itu disebut telah kehilangan kesaktiannya.


Baca Juga:


“Jose Mourinho sudah kehilangan kesaktiannya dalam beberapa waktu terakhir. Dia dilemahkan karena hasil buruk yang didapatnya saat membesut Real Madrid, Chelsea dan Manchester United. Saat ini, dia menangani Tottenham, namun permainannya masih membosankan, dan masih sangat jauh untuk bisa menggondol trofi juara.” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Berita Bola hanya di Vivagoal.com

Lewandowski: Jurgen Klopp Bermuka Dua!

Vivagoal – Bundesliga –  Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski menyebut Jurgen Klopp sosok yang memiliki dua sisi berbeda, selama Ia bersama-sama membela Borussia Dortmund beberapa tahun lalu.

Lewandowski mendeskripsikan Klopp sebagai pria berwajah dua, namun bukan dalam arti negatif. Menurutnya Klopp bisa muncul sebagai ayah yang peduli maupun tampil sebagai sosok pelatih berwibawa.

Klopp merayu Lewandowski untuk bergabung ke Dortmund dari Lech Poznan pada tahun 2010 lalu. Keduanya berkolaborasi bersama di Dortmund selama empat musim.

Pada periode tersebut, Dortmund berhasil memenangkan dua trofi Bundesliga dan mencapai final Liga Champions. Sementara Lewandowski total berhasil menceak 103 gol dari 187 pertandingan.

Namun pada tahun 2014, Lewandowski memutuskan untuk hengkang menuju ke Bayern Munich. Sedangkan Klopp pada akhirnya keluar dari Signal Iduna Park dan melanjutkan karirnya di Liverpool.


Baca Juga:


Meski telah berganti pelatih beberapa kali, Lewandowski tetap menilai Klopp sebagai pelatih terbaik sepanjang karirnya selama ini. Dibandingkan dengan Pep Guardiola, Ia tetap lebih memilih Klopp sebagai nomor satu.

“Klopp berwajah dua. Kamu bisa melihat dia sebagai pelatih yang baik, tapi bagian keduanya, sebagai pelatih hebat. Dia bisa memberitahu kamu apa saja. Ini bukan soal hal baik dan hal buruk,”ujar Lewandowski dilansir Goal.

“Juga untuk pemain, dia merupakan motivasi yang besar. Dia membuat ini sempurna, karena tahu dimana posisi yang harus dapat porsi lebih ataupun tidak.

“Penampilannya sebagai pelatih luar biasa. Tak hanya sebagai pelatih tapi juga seorang pria hebat.

Saat ini baik Lewandowski maupun Klopp tengah menikmati masa produktif bersama masing-masing klub. Striker Polandia itu terus menjadi mesin gol tajam di Eropa sementara, Klopp baru saja memecahkan puasa gelar Premier League 30 tahun Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Sosok Pep Digadang Bakal Menjadi Penerus Jurgen Klopp di Liverpool

Vivagoal – Liga Inggris –  Tak perlu waktu lama bagi Liverpool andai Jurgen Klopp tak memperpanjang kontraknya bersama The Reds. Pepijn ‘Pep’ Lijnders digadang merupakan sosok yang tepat andai pelatih Jerman itu hengkang suatu saat nanti.

Saat ini Pep Lijnders merupakan orang nomor dua yang membantu Jurgen Klopp menangani Liverpool. Lijnders kembali ke Liverpool pada Bulan Juni 2018 setelah bertualang bersama NEC Nijmegen.

Lijnders menjadi salah satu bagian dari kesuksesan Liverpool yang sukses meraih empat trofi bergengsi, termasuk Premier League dan Liga Champions.

Pria 37 tahun itu telah membuktikan sebagai tangan kanan sempurna bagi Klopp, baik di dalam maupun luar lapangan. Berkat kontribusinya, Liverpool kini kembali membuktikan diri mereka sebagai salah satu tim yang mampu bersaing di level sepakbola tertinggi.

Muslu Nalbantoglu, sosok yang pernah bekerjasama dengan Lijnders di NEC, tidak terkejut mantan rekannya itu bisa sukses bersama Liverpool. Menurutnya saat di NEC, level Lijnders terlalu tinggi jika hanya berada di kompetisi kasta ke dua.

“Apa yang ada dipikirannya saat bersama pemain NEC tidak realistis. Jika kamu bekerja dengan Mohamed Salah atau pemain Liverpool lain, tentu akan lebih mudah,”ujar Nalbantoglu dilansir Goal.

“Energi dan cara berlatihnya sangat bagus. Semua orang suka padanya dan tetap seperti itu, padahal kami memiliki pendukung yang sedikit rewel. Saat kamu kalah tiga kali, sangat sulit bertahan di NEC.

Sebelumnya, Lijnders sempat mengalami pengalaman yang cukup buruk bersama NEC karena Ia gagal membawa mereka promosi ke Eredivisie musim 2018/19.

Saat itu, Ia coba untuk menerapkan pola pressing tinggi dan operan cepat selama di Belanda. Tetapi pada akhirnya para pemain NEC tak bisa beradaptasi dengan maksimal dengan filosifi yang diusung oleh Lijnders.


Baca Juga:


Segudang ilmu yang dimiliki oleh Lijnders membuatnya yakin, dia bisa menjadi pelatih kepala bagi Liverpool. Kontrak Klopp di Liverpool sendiri baru akan habis pada tahun 2024 mendatang.

“Dia mencintai sepakbola, kamu bisa gairahnya saat dilapangan. Dia tak bisa hanya duduk dan selalu berdiri. Ada pola latihan yang kami tak pernah lihat sebelumnya. Jika level pemain lebih baik, mungkin dia tetap berada di NEC,”ungkapnya.

“Level Pola pikirnya lebih tinggi dibandingkan NEC. Dengan pemain yang lebih baik, kamu bisa lakukan semuanya. Saat Jurgen Klopp tinggalkan Liverpool, Pep bisa mengambil alih para pemain Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Alisson: Klopp Bantu Liverpool Lewatkan Musim yang Melelahkan

Vivagoal Liga Inggris – Kendati tak bermain seperti musim sebelumnya, namun Alisson Becker merasa musim 2019/20 merupakan musim yang paling melelahkan. Beruntung itu semua mampu diatasi dengan baik oleh pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Mungkin Liverpool terbilang juara Premier League dengan cukup mudah. Mereka sudah berhasil mengunci gelar juara saat musim menginjakkan pekan ke-31.

Namun Alisson merasa musim ini adalah musim paling melelahkan. Mungkin itu semua terjadi karena adanya pandemi yang membuat kompetisi berjalan lebih lama.

“Ini adalah salah satu musim paling melelahkan yang pernah saya lalui,” buka Alisson kepada ESPN.

“Saya tidak tahu apakah karena pandemi dan musim berjalan lebih panjang … saya juga tidak banyak bermain musim ini karena cedera.”

“Kami tersingkir dari Liga Champions dengan cepat, tapi saya kira kekalahan itu muncul karena kami selalu memberikan segalanya dalam pertandingan,” imbuhnya.


Baca Juga: 


Tampil sepenuh hati mungkin menjadi kunci keberhasilan Liverpool mengakhiri puasa gelar liga selama 30 tahun. Akan tetapi Alisson menyanjung peran penting Jurgen Klopp dalam menjaga semangat tim.

“Klopp berperan besar dalam itu, dia terus memberi tahu target utama kami. Kami pun fokus dengan cara bagaimana kami bisa mencapai target itu, tentu dengan latihan. Dia mengelola latihan kami dengan baik,” sambung Alisson.

“Dia mempercayai kami untuk melakukan apa yang dia inginkan, tidak hanya saat latihan, tapi juga kehidupan sehari-hari.”

“Tim kami jelas sangat tangguh. Setiap pemain punya kualitas individu dan setidaknya kami punya empat pemain di level top, yang terbaik di dunia dalam posisi mereka, itulah yang membuat tim ini spesial.”

Selain arahan yang diberikan Klopp, Alisson juga mengapresiasi kebersamaan tim. Meski banyak pemain hebat dalam satu ruang ganti, mereka bisa melebur dan menyatu dengan baik untuk satu tujuan.

“Yang benar-benar membuat perbedaan adalah cara bermain kami bersama-sama di lapangan,” lanjut Allison.

“Kami berpikir sebagai satu kesatuan, kami punya tujuan sama, dan dengan demikian kami melakukan segalanya untuk mencapai tujuan itu, baik mental maupun fisik,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lovren Pergi, Klopp: Dia Adalah Pemain Teladan

Vivagoal Liga Inggris – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menyebut jika kepergian Dejan Lovren akan membuat Mohamed Salah kehilangan sosok sahabat dalam tim. Meski demikian ia berharap sang bek meraih sukses bersama klub barunya.

Lovren yang akan habis kontrak pada Juni 2021 akhirnya sepakat hengkang ke Zenit St Petersburg musim depan. Tak disebutkan secara rinci berapa biaya yang dikeluarkan Zenit namun beberapa media menyebut raksasa Rusia itu menebus sang bek di harga 10 juta pounds.

Selama membela Liverpool, Lovren dikenal sebagai sahabat dekat Mo Salah. Klopp pun menyebut kini Salah dan semua pemain Liverpool kehilangan sosok menyenangkan dalam tim.

“Kemarin kami berkata, ‘Siapa sekarang yang akan menjadi teman terbaik Mo?’ Karena mereka benar-benar berteman, benar-benar teman dekat. Mereka sangat dekat dan karena itulah, kami akan merindukannya,” seru Klopp pada situs resmi Liverpool.

“Ia adalah atlet teladan, memiliki semua yang Anda butuhkan dan sekarang ia pergi ke Rusia, tetapi ia bisa selalu kembali, ia akan selalu diterima karena ia adalah pria yang sangat baik,” puji Klopp.

Klopp sendiri menyebut Lovren sebagai sosok mesin ketika duel udara. Manajer asal Jerman itu juga mendoakan yang terbaik untuk masa depan bek Kroasi tersebut.

“Di bagian pertama musim ini sampai ia cedera, ia berada di tim dan memiliki permainan super. Game yang benar-benar super,” ucap Klopp.


Baca Juga:



“Sangat bagus, di udara dia adalah mesin, dan saya sangat suka bekerja bersama dengannya. Akan menarik untuk mengikuti Zenit St. Petersburg sekarang,” cetusnya.

“Saya berharap yang terbaik untuknya,” pungkas Klopp.

Sejak bergabung dengan Liverpool pada 2014 silam, Lovren telah mencatatkan 185 penampilan dengan sumbangsih delapan gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Juara Sudah di Tangan, Lalu Apa Lagi Tantangan Tuk Liverpool?

Vivagoal Liga Inggris – Semua gelar juara yang tersedia hampir sudah berada di genggaman Liverpool bersama Jurgen Klopp. Lantas, apalagi yang menjadi tantangan bagi The Reds ke depannya?

Mantan pemain Liverpool, Michael Owen melihat jika sosok Jurgen Klopp merupakan pelatih paling klop untuk The Reds. Karakter Klopp serta gaya sepak bola yang dia bawa begitu melebur dalam skuad The Anfield Gank.

“Dia [Klopp] benar-benar tepat. Dia memahami kehidupan di sini, dia memahami kota ini, dia memahami semuanya. Dia memang tepat,” ungkap Owen kepada Goal internasional.

“Saya adalah orang yang sulit terkesan, tapi Klopp, setiap kali dia membuka mulut,saya tidak bisa berhenti mendengarkan. Saya kira dia luar biasa.”

“Klub ini, kota ini, mereka menyambut dia sepenuhnya dan sebagai timbal balik dia pun menyambut mereka. Dialah segala hal yang dibutuhkan Liverpool saat ini. Dialah yang mereka butuhkan untuk sekarang dan masa mendatang,” imbuhnya.

Kehadiran Klopp pun mulai ditebari dengan kesuksesan trofi juara. Tercatat Liverpool telah membawa pulang semua trofi Eropa mulai Liga Champions, Piala Dunia Antarklub hingga Piala Super Eropa. Terbaru mereka membasuh dahaga Premier League yang sudah ditunggu 30 tahun lamanya.


Baca Juga:


Meski demikian, Owen melihat masih ada banyak tantangan ke depannya. Bukan hanya perihal trofi, namun juga menjaga performa tim untuk tetap berada di tempat teratas.

“Ini hanyalah soal berapa lama dia bisa menjaga level ini, berapa banyak trofi yang bisa diraih oleh Liverpool,” sambung Owen.

“Ketika Anda bermain, Anda tidak bisa merasakan betapa baiknya pekerjaan Anda. Bahkan Klopp mengaku butuh dua sampai tiga jam untuk meresapi apa yang baru mereka lakukan.”

“Namun, saya yakin mereka tidak akan berlibur lama-lama. Singkat saja bersama keluarga, lalu setelahnya bakal mulai berpikir: ‘Bagaimana kami bisa mempertahankan ini?’,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Klopp: Mari Berpesta Saat Virus Omong Kosong Ini Sirna

Vivagoal Liga Inggris – Jurgen Klopp ingin melakukan kembali prosesi juara bersama fans Liverpool ketika virus corona pergi.

Liverpool yang sudah juara Premier League pada pekan 32 lalu baru bisa melakukan prosesi angkat trofi di pekan 37. Semua terasa kian menyenangkan setelah mereka berhasil meraih kemenangan 5-3 dari Liverpool di laga tersebut.

Namun demikian, prosesi angkat trofi itu sendiri terasa ada yang kurang. Ya, para pemain tak mendapat sorakan dari para fans saat mengangkat trofi juara yang sudah mereka tunggu 30 tahun itu karena protokol kesehatan yang diterapkan di Inggris.

Klopp yang mengaku jika dukungan fans sangat berarti dalam kesuksesan timnya mengatakan akan kembali melakukan prosesi juara dengan para fans. Namun itu baru akan dilakukan ketika semua memungkinkan.

“Lima tahun yang lalu saya meminta kepada anda [para fans] untuk mengubah keraguan menjadi kepercayaan. Saya meminta dan anda pun melakukannya. Anda membuat kami juara. Terima kasih banyak,” ucap Klopp kepada Sky Sports.

“Semua harus merayakan. Minum apapun yang anda mau tapi anda harus mempersiapkan pesta saat virus omong kosong ini pergi. Lalu kami akan berpesta bersama-sama. Pastikan anda siap,” lanjutnya.


Baca Juga:


Kesuksesan Liverpool bersama Klopp terjadi pada musim 2019 dan 2020 ini. Tercatat mereka sudah mengemas empat trofi bergengsi di mana setelah mendapatkan trofi Liga Champions musim lalu, the Reds juga mengantongi gelar European Super Cup dan Piala Dunia Antarklub.

“Kami adalah juara – itulah kenyataannya. Kami meraih empat trofi yang besar. Saya tidak bisa berbangga lebih dari ini,” tambahnya.

“Biasanya saya tidak berfoto dengan sesuatu namun saya akan memotret diri sendiri dengan keempat trofi itu – hal seperti ini jarang terjadi,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lampard Bikin Suasana Perayaan Gelar Liverpool Semakin Panas

Vivagoal Liga Inggris – Frank Lampard kedapatan bersitegang dengan Jurgen Klopp saat Chelsea berkunjung ke markas Liverpool di Anfield, Kamis (23/7/2020) dini hari WIB. Chelsea sendiri akhirnya harus takluk 5-3 di laga tersebut.

Kendati kalah, Chelsea memperlihatkan perlawanan yang cukup sengit. Mereka bahkan hampir saja melakukan comeback jika waktu memungkinkan.

Namun ada satu momen menarik di pertandingan tersebut. Adalah ketika Klopp beradu pendapat dengan Lampard setelah Mateo Kovacic menjatuhkan Sadio Mane dari belakang.

Pelanggaran itu kemudian berbuah tendangan bebas yang kemudian dieksekusi sempurna oleh Trent Alexander-Arnold untuk mencetak gol kedua Liverpool.

Lampard kemudian mengatakan jika itu seharusnya bukan pelanggaran. Perdebatan itulah yang membuat Lampard melayangkan kritik kepada Liverpool.

“Bagi saya, itu bukanlah sebuah pelanggaran dari Kovacic, dan ada banyak hal yang merugikan kami di laga tersebut. Namun, saya tidak punya masalah dengan Jurgen Klopp. Caranya mengelola tim luar biasa,” buka Lampard kepada Sky Sports.

“Fair play untuk Liverpool, mereka sudah menjuarai liga. Namun, jangan terlalu arogan dengan itu. Itulah fokus saya, tapi semua sudah selesai.”

“Dalam pertandingan, Anda bisa jadi emosional, hanya itu,” imbuhnya.


Baca Juga:



Lampard sendiri tak menampik jika pertandingan berjalan tetap berjalan sesuai harapan. Ia menyebut timnya bisa saja merubah papan skor, namun sayangnya itu tak terjadi.

“Pertandingan ini luar biasa. Bahkan ketika Anda merasa mereka bakal menuntaskan pertandingan, saya merasa kami selalu mengejar. Saya bisa merasakan bahwa kami bisa bermain,” lanjut Lampard.

“Beberapa hal yang saya lihat dari tim kami malam ini adalah ketahanan dan kualitas. Saat skor 4-3, jika kami tidak kebobolan gol kelima, saya merasa kami bisa mengejar, sayangnya tidak terjadi.”

“Anda tidak mungkin senang ketika kalah, tapi ketika Anda menyaksikan kualitas dua gol pertama Liverpool, Anda bisa memahami seperti apa tempat ini [Anfield] dan mengapa mereka sangat kuat saat ini,” sambung Lampard.

“Kami membangun tim menuju titik itu dan kami akan menelan kekalahan malam ini,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tiga Pelatih Terbaik Dunia Ini Cocok Tuk Latih Timnas Inggris

Vivagoal Liga Inggris – Generasi emas tim nasional Inggris saat ini dinilai Steven Gerrard kan mampu bersinar terang andai dilatih oleh Jurgen Klopp, Jose Mourinho atau Josep Guardiola.

Pada era 2000-an, timnas Inggris dikenal memiliki skuad bertabur bintang. Betapa tidak, skuad The Three Lions saat itu dihiasi nama-nama seperti Wayne Rooney, Frank Lampard dan David Beckham.

Tekanan media dan fans kala itu kemudian membuat mereka terpuruk. Inggris gagal melewati babak perempat-final turnamen besar selama 22 tahun antara Euro 1996 dan Piala Dunia 2018.

Gerrard mengenang masa tersebut dengan muram. Menurutnya tidak adanya pelatih yang sejalan dengan pemikiran para pemain menjadi kendala.

“Saya melihat kembali Inggris dengan banyak penyesalan. Saya melihat gambar tim itu dan kami memiliki beberapa pemain yang tampil fantastis selama bertahun-tahun. Kami mendekati [gelar juara] pada waktu itu, tapi tidak ada yang berhasil, kami tampil buruk,” ujar Gerrard kepada podcast “Match of the Day Top 10” di BBC.

“Melihat ke belakang, kami membutuhkan manajer yang lebih besar dari semua pemain individu. Ada manajer-manajer yang tersedia saat itu, mungkin Rafa Benitez, tapi sepertinya ia tidak ingin menjadi manajer internasional ketika itu.”


Baca Juga:


Gerrard menambahkan jika hal seperti itu semoga tak terjadi di era sekarang. Inggris kembali dipenuhi para pemain bintang yang membutuhkan pelatih yang mampu mengatasi tekanan dalam tim.

“Saya melihat manajer-manajer sekarang yang lebih besar dari sebuah tim; Klopp, Mourinho, dan Guardiola. Saya pikir seseorang seperti itu yang berada di atas generasi emas yang siap membuat keputusan sulit yang akan mendapat lebih banyak [perhatian] dari kelompok pemain itu, menurut pendapat saya.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Rahasia Dibalik Kesuksesan Liverpool Merengkuh Gelar

Vivagoal Liga InggrisLiverpool berhasil memperlihatkan kesuksesannya dengan cara berbeda. Tanpa menggelontorkan banyak uang, The Reds mampu tampil impresif dan keluar sebagai kampiun. 

Skuad besutan Jurgen Klopp itu bahkan mengunci gelar juara saat musim masih menyisakan tujuh laga. Klopp menyebut konsistensi menjadi pembeda Liverpool dengan tim-tim Premier League lainnya.

“Perbedaan di antara kami dengan tim-tim lain musim ini adalah konsistensi. Anda sudah melihat betapa ketatnya pertandingan ketika kami memetik kemenangan tandang 2-1 atas Chelsea. 

“Sekarang mereka 30 poin di bawah kami, tapi sebenarnya selisih 30 poin itu tidak ada di lapangan ketika kami saling berhadapan,” kata Klopp. 

Lebih lanjut, totalitas para penggawa Liverpool juga jadi pembeda. Hal itu bisa terjadi lantaran Liverpool selalu selektif kala mendatangkan pemain baru. 

“Mereka sungguh mengerahkan segalanya dalam pertandingan itu dan itulah yang jadi pembeda. Saya tidak tahu apakah Anda bisa membeli hal itu di bursa transfer.


Baca Juga: 


“Kami pun harus membangun tim ini, yang jelas butuh waktu. Ini bukan soal membeli sembarang pemain, tapi menciptakan tim yang tepat untuk musim depan, didasarkan pada situasi masing-masing,” kata Klopp.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com