Tag: Mo Salah

Alasan Mo Salah Non-Aktifkan Twitter Pribadinya

VivagoalLiga Inggris – Keputusan mengejutkan diambil oleh bintang Liverpool, Mohamed Salah. Diketahui sang pemain telah menutup akun twitter miliknya beberapa hari lalu.

Sosial media menjadi salah satu tempat favorit bagi para pemain sepak bola saat ini sebagai hiburan atau untuk mendekatkan diri dengan para penggemar mereka. Berbagai unggahan baik itu berupa gambar maupun tulisan kerap digunakan sebagai wadah untuk menyebarluaskan kegiatan sang pemain.

Namun tak sedikit dari mereka yang lebih memilih untuk menutup diri dari sosial media. Bahkan ada pula yang  lebih suka kontak secara langsung. Hal itulah yang jadi alasan Mohamed Salah menutup twitter pribadinya.

“Resolusi 2019: Waktunya berhubungan secara nyata,” bunyi twit terakhir Mohamed Salah sebelum menonaktifkan akun @MoSalah pada Selasa lalu waktu setempat.

Tak lama setelah Salah menutup twitter pribadinya, beragam isu tentang penyerang Mesir itu cepat menyebar. Banyak yang menyebut, ketertarikan Real Madrid atas jasanya membuat pemain timnas Mesir itu menutup akun. Mengingat banyak ciutan  yang mendesaknya untuk hengkang.

Ketertarikan Real Madrid sendiri sudah santer terdengar sejak musim panas kemarin. Pihak Madrid berharap Salah bisa menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang hijrah ke Juventus.

Alasan lain terkait penutupan akun twitter Salah adalah banyaknya haters yang menyerangnya usai dirinya mendapat predikat tukang diving. Hal tersebut diperolehnya setelah Salah kerap mendapatkan penalti meski hanya mendapat sedikit sentuhan dari lawan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jika Ingin Jadi Legenda, Maka Salah Jangan Tiru Suarez dan Torres

Vivagoal Liga Inggris – Eks bomber Liverpool, Ian Rush menilai loyalitas bisa membuat Mo Salah menyandang gelar legenda bersama The Reds. Ia juga meminta Salah tidak meniru Torres ataupun Suarez.

Berkat performa gemilang Salah menjadi pemain yang paling dielu-elukan oleh publik Anfield. Bahkan namanya dijadikan chant khusus oleh para pendukung setia Liverpool. Tak sedikit dari mereka bahkan menyematkan sosok legenda untuk pemain asal Mesir tersebut.

Meski demikian, Ian Rush menilai Salah belumpantas untuk disebut sebagai legenda. Satu hal yang dibutuhkan olehnya adalah loyalitas. Dimana ia harus bertahan dengan waktu yang lama di Liverpool.

Ia pun mengambil contoh Fernando Torres dan Luis Suarez yang pernah disebut sebagai legenda oleh sebagian fans. Namun keduanya hanya bertahan paling lama empat tahun di Anfield.

“Orang-orang pernah berbicara tentang Torres dan Suarez, mereka adalah pemain top tetapi tidak bertahan cukup lama di sini. Saya ingin Mo bertahan lebih lama dari mereka dan menjadi legenda sejati di Anfield,” ucap Rush pada Liverpool Echo.

Kritik terkait loyalitas dan legenda juga sempat diutarakan oleh legenda Liverpool lainnya yakni Robbie Fowler. Ia menyebut predikat legenda tak pantas disematkan pada Suarez.

“Tidak diragukan lagi jika Suarez adalah salah satu pemain hebat yang pernah membela klub ini. Namun Ia tidak layak disebut legenda karena ia tidak lama berada di klub ini. Ia hanya bermain selama 3 tahun lebih sedikit di Liverpool,” ketus Fowler kepada Mirror.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dicap Tukang Diving, Salah Diminta Waspada

VivagoalLiga Inggris – Setelah dituding hobi diving, mantan pemain Liverpool, John Aldridge meminta Salah untuk lebih waspada saat berada di atas lapangan. Khawatirnya Aldridge dilandaskan pada pandangan sinis publik sepak bola pada Salah.

“Saat ini Salah harus lebih berhati-hati. Semua orang mengamati dia. Hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya dengan banyak pemain termasuk Luis Suarez, yang sengaja mencari pelanggaran dan menjatuhkan diri di kotak penalti lawan,” buka Aldridge di fourfourtwo.

Aldridge menjelaskan problem Salah saat ini adalah tampil lebih waspada dengan membuktikan dirinya bukan tukang diving. Semua orang kini akan tertuju pada performanya, sekali lagi ia terjatuh dengan mudah maka kariernya sebagai pemain besar bisa tercoreng.

“Salah disentuh. Apakah itu bisa menyebabkan penalti? Beberapa wasit akan memberikannya. Memang ada kontak, tapi Salah terlalu mudah terjatuh. Sejak saat itu Salah telah mengundang suasana negatif di sekitarnya,” sambung dia.

Lebih lanjut ia mengatakan cara bermain Salah memang kerap memancing pelanggaran. Permainannya yang mengandalkan kecepatan membuat para pemain bertahan lawan mau tak mau harus menjatuhkannya.

“Jika Salah jelas dilanggar, saya yakin wasit akan memberi penalti, tapi cara Mo Salah bermain memang mengundang kontak fisik, dia seringkali harus melewati dua atau tiga pemain di kotak penalti. Sulit bagi bek-bek lawan untuk menghindari kontak dengannya. Juga sangat, sangat sulit baginya untuk tidak tersentuh,” tambah Aldridge.

Dakwaan tukang diving bermula setelah Mohamed Salah tampak terlalu mudah terjatuh saat Liverpool mengalahkan Newcastle. Situasi terus berlanjut dimana sang pemain beberapa kali terjatuh pada laga kontra Arsenal dan Brighton dengan hadiah penalti diberikan oleh wasit.

Situasi berbeda saat Salah membawa Liverpool menang 4-3 atas Crystal Palace. Insiden terjadi saat ia dijaga ketat oleh Sakho. Lantas tanpa ada adu fisik yang berarti Salah kemudian terjatuh, beruntung wasit lebih jeli dan enggan memberikan penalti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Mourinho: Penjualan Mo Salah Bukan Salah Saya

VivagoalLiga Inggris – Jose Mourinho menyangkal dirinya biang dari kepergian Salah saat masih menukangi Chelsea. Ia menyebut blunder tersebut merupakan keputusan manajemen klub.

“Mengenai Salah, banyak hal yang tidak benar. Pertama, orang mencoba menganggap saya adalah pelatih yang menjual Salah, saya justru yang membeli Salah. Itu salah besar. Ketika klub memutuskan untuk menjualnya, itu bukan keputusan saya. Saya membeli dia, tapi saya tidak menjual dia,” buka Mou saat menjadi pandit di beIN Sport.

Mourinho yang kala itu masih melatih Chelsea mendatangkan Mohamed Salah dari FC Basel pada 2014. Mourinho sendiri jatuh hati pada permainan Salah kala ia menganalisa pemain muda FC Basel.

“Saya mendorong klub untuk membelinya dan ketika itu kami sudah memiliki penyerang yang fantastis, Hazard dan Willian. Namun saya katakan pada mereka untuk membeli bocah tersebut. Dia lebih bermain ke sayap dan menusuk ke tengah ketimbang seorang striker,” tandasnya.

Lebih lanjut pelatih asal Portugal tersebut mengatakan Salah saat itu kesulitan beradaptasi, sedang ia juga sangat ingin bermain. Hal itulah yang membuat Mourinho meminjamkannya Salah ke Fiorentina.

“Dia hanyalah seorang bocah yang tersesat di London. Dia bocah yang tersesat di dunia yang baru. Jadi kami meminjamkan dia, ke budaya saya saya kenal baik, Italia yang mengandalkan taktik dan fisik. Tempat yang bagus untuk bermain. Fiorentina adalah tim yang bagus untuk bermain tanpa tekanan meraih gelar,” tambahnya.

Enam bulan di Fiorentina, Salah kemudian dipinjamkan ke AS Roma. Klub asal ibukota tersebut akhirnya mempermanenkan jasanya di musim panas 2016.

Satu musim di Roma, Salah lantas kembali berlaga di Premier League. Liverpool berhasil menebus jasanya dengan harga 42 juta euro. Harga yang ‘murah’ dimana sebelumnya pemain asal Mesir tersebut berhasil menyabet gelar pemain terbaik dan juga top skorer.

Selalu update berita bola terbaru hanya di Vivagoal.com

Mo Salah Tak Masuk Daftar UEFA Team of the Year

Vivagoal Berita Bola – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) baru saja merilis daftar Tim Terbaik Eropa edisi tahun 2018. Dimana dalam daftar tersebut masih didominasi wajah lama. Uniknya tak ada nama bintang Liverpool, Mohamed Salah dalam daftar tersebut.

UEFA Team of the Year merupakan kesatuan tim yang terdiri dari para pemain yang dinilai memiliki kualitas terbaik untuk mengisi posisi masing-masing. Tim terbaik tahun 2018 itu sendiri dilakukan secara online di laman resmi UEFA sejak Desember lalu. Voting tersebut diikuti oleh lebih dari 85 ribu akun dari seluruh dunia.

Beberapa wajah pemain lawas seperti Lionel Messi hingga Cristiano Ronaldo masih menghiasi skuat tersebut. Peraih gelar pemain terbaik dunia kemarin, Luka Modric juga mengisi sektor tengah. Nama Sergio Ramos juga menambah wakil dari Real Madrid dalam skuat tersebut.

Mo Salah sendiri tak ada daftar tersebut. Hal itu cukup mengejutkan mengingat penilaian UEFA tentu saja melibatkan kiprah para pemain di pentas Eropa selama tahun 2018 dimana Salah tampil brilian dengan meraih top skorer Liga Inggris dan membawa Liverpool lolos ke babak final Liga Champions.

Berkut susunan UEFA Team of the Year 2108;

Kiper

Marc-Andre Ter Stegen (Barcelona), perolehan suara 51.307 (30,4 persen)

Bek

Sergio Ramos (Real Madrid), 83,749 (49,7 persen)

Virgil van Dijk (Liverpool), 77,890 (46,2 persen)

Raphael Varane (Real Madrid), 75,658 (44,9 persen)

Marcelo (Real Madrid), 102,932 (61,1 persen)

Gelandang

N’Golo Kante (Chelsea), 89.307 (53 persen)

Luka Modric (Real Madrid), 115.440 (68,5 persen)

Eden Hazard (Chelsea), 97.613 (57,9 persen)

Penyerang

Kylian Mbappe (PSG), 65.098 (38,6 persen)

Lionel Messi (Barcelona), 107.326 (63,7 persen)

Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Juventus), 108,423 (64,3 persen)

Selalu update berita bola terbaru seputar Sepak Bola Dunia hanya di Vivagoal.com

Liverpool Siap Tutup Tahun Dengan Kemenangan

VivagoalLiga Inggris – Liverpool akan kedatangan Arsenal pada lanjutan pekan ke-20 Liga Primer Inggris, Minggu (30/12/2018) dini hari nanti. Lantas mampukah Liverpool menutup tahun dengan catatan manis.

Jelang laga nanti Liverpool bermodalkan positif, yakni kemenangan telak 4-0 atas Newcastle United. Di sisi lain Arsenal datang dengan hasil kurang maksimal setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 saat bertemu Brighton.

Rekor pertemuan kedua tim di Anfield menempatkan Liverpool sebagai unggulan. Dalam lima bentrok keduanya di Anfield, Arsenal tak sekalipun meraih kemenangan dengan dua kali imbang dan tiga kali kekalahan.

Menariknya lagi, Liverpool belum sekalipun menelan kekalahan di Liga Primer Inggris musim ini. Mereka juga mencatatkan delapan kemenangan beruntun, dimana The Reds belum pernah terkalahkan dalam 30 pertandingan mereka di Anfield.

Arsenal sendiri sempat memberi harapan dengan sempat tak terkalahkan dalam 22 laga di semua turnamen. Namun dalam beberapa pertandingan terakhir The Gunners mulai hilang fokus dan merugi dari segi raihan poin.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada awal musim ini tepatnya pada pekan 11. Kala itu Liverpool berhasil mencuri satu poin di Emirates Stadium melalui skor akhir 1-1. James Milner membawa Liverpool unggul dan Alexandre Lacazette menyamakan kedudukan untuk Arsenal.

Laga nanti juga akan menjadi momen pembuktian penyerang terbaik antar kedua tim. Arsenal dengan Emerick Aubameyang sedang Liverpool dengan Mohamed Salah. Keduanya tengah bersaing di daftar top skorer dengan Auba sebanyak 13 gol sedang Mo Salah dengan 12 gol.

Beberapa pemain juga dikabarkan akan menepi dalam laga tersebut, tidak hanya Arsenal namun Liverpool kemungkinan besar akan tampil tanpa pemain inti mereka seperti James Milner, Joe Gomez, Joel Matip, dan Dominic Solanke.

Sementara itu Arsenal akan tampil tanpa Rob Holding, Konstantinos Mavropanos, Hector Bellerin, Henrikh Mkhitaryan, Danny Welbeck, Mesut Ozil, dan Shkodran Mustafi.

Melihat kedalaman skuat dan catatan performa kedua tim. Liverpool jauh diunggulkan ketimbang Arsenal dalam laga nanti.

Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim;

Liverpool (4-3-3): Alisson; Alexander-Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson; Fabinho, Keita; Shaqiri, Firmino, Mane; Salah. Pelatih; Jurgen Klopp.

Arsenal (4-4-2): Leno; Lichtsteiner, Sokratis, Koscielny, Kolasinac; Torreira, Xhaka, Guendouzi, Ramsey; Aubameyang, Lacazette. Pelatih; Unai Emery.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS