Home Tags Persebaya
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Super League
Club GP W D L GD Pts
Bali United 34 19 7 8 13 64
Persebaya Surabaya 34 14 12 8 14 54
Persipura Jayapura 34 14 11 9 9 53
Bhayangkara FC 34 14 11 9 8 53
Persepam Madura Utd 34 15 8 11 11 53
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: Persebaya

Dear Persebaya, Arema Bolehkan Bermarkas di Malang

Vivagoal – Liga Indonesia – Persaingan dua klub asal Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya begitu sengit. Meski demikian, Arema FC membuka pintu selebar-lebarnya buat tim rival untuk memainkan laga kandang mereka di Kanjuruhan Malang.

Liga 1 yang sudah ditentukan PSSI akan digulirkan kembali justru menciptakan masalah tersendiri bagi Persebaya. Pasalnya, Stadion Bung Tomo yang selama ini jadi markas mereka saat menggelar laga kandang sementara direnovasi untuk Piala Dunia U-20 2021.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan manajemen terbuka bagi klub manapun yang ingin menjadikan Malang sebagai home base mereka. Hal ini karena Malang memiliki dua stadion yang memenuhi kualifikasi Liga 1, yaitu Stadion Gajayana dan Stadion Kanjuruhan.

Untuk Stadion Gajayana, memiliki kapasitas hingga 25 ribu penonton dan berlokasi di Kota Malang. Sementara Stadion Kanjuruhan, yang biasa digunakan Arema FC untuk laga kandang punya daya tampung mencapai 42 ribu orang dan terletak di Kabupaten Malang.


Baca Juga:


Arema pun mempersilahkan untuk semua klub peserta Liga 1 yang berada di luar Jawa, termasuk Persebaya untuk bermarkas di Malang. Sebagaimana yang diketahui, saat ini ada lima klub peserta Liga 1 dari luar Pulau Jawa, seperti Persipura Jayapura, Borneo FC, Persiraja Banda Aceh, Barito Putera dan juga PSM Makassar.

Ruddy menilai jika ada klub Liga 1 2020 yang mau berkandang sementara di Malang, akan memberi keuntungan bagi tim Singo Edan juga. Pasalnya, selain akan mendapatkan tambahan pemasukan, mereka juga tidak perlu jauh-jauh ketika harus bermain laga tandang.

“Kami hanya menawarkan, kami terbuka. Toh, ini keuntungan bagi Arema juga yang laga away-nya tidak usah jauh-jauh jika melawan tim tersebut. Silakan saja mengajukan, termasuk Persebaya yang katanya mau bermain di luar Surabaya karena stadionnya direnovasi,” pungkas Ruddy.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pelatih Persebaya: Idealnya Liga 1 Digelar Bulan Oktober

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengatakan bahwa idealnya Liga 1 2020 dilanjutkan pada bulan Oktober ketimbang memilih bulan September. Pasalnya, itu berkaitan dengan waktu persiapan tim yang cukup panjang.

PSSI sampai saat ini memang belum memutuskan waktu pasti kapan melanjutkan kompetisi Liga 1 2020. Namun direktur Madura United, Haruna Soemitro mendapat bocoran bahwa Liga 1 akan dimulai jika bukan pada tanggal 18 September, ya 1 Oktober.

Aji sendiri menanggapi hal tersebut dengan mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih kompetisi digulirkan kembali pada bulan Oktober, mengingat waktu yang dibutuhkan tim dalam melakukan persiapan harus cukup. Pasalnya, pemain juga sudah lama tidak berlatih bersama dan bertanding.

“Kalau bergulir September, saya rasa itu terlalu mepet. Persiapan tim tidak cukup, karena kami ada latihan pengkondisian fisik, taktikal, dan uji coba. Idealnya minimal butuh dua bulan,” ucap Aji.


Baca Juga:


Lebih lanjut, Aji Santoso juga mengklaim bahwa penyebaran virus di Indonesia secara keseluruhan belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun. Alasan itu membuat Aji belum mengagendakan latihan tim dalam waktu dekat.

“Manajemen juga sementara menunggu kepastian kapan kompetisi dimulai, apakah September atau Oktober. Kasus Corona kan masih meluas, lebih baik tunggu sampai Oktober. Menurut saya, paling ideal Liga 1 dimulai Oktober,” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pemain Persebaya Ikuti Arahan dari PSSI dan Operator Liga

Vivagoal – Liga Indonesia – M. Hidayat, salah satu pemain Persebaya Surabaya ya ikut buka suara terkait wacana kompetisi akan dilanjutkan pada bulan September mendatang.

Ia mengaku bahwa dirinya akan mengikuti sesuai perintah dari pihak manajemen Persebaya maupun dari operator Liga.

“Saya pribadi hanya mengikuti arahan dari atasan. Bila dilanjutkan maka saya akan kembali bertanding namun bila tidak, mau bagaimana lagi?” kata M. Hidayat.

“Meskipun liburan, saya tetap melakukan latihan seperti biasa. Sambil menunggu kepastian kompetisi akan dilanjutkan tidak maka saya harus tetap menjaga kondisi kebugaran saya,” jelasnya.

Hingga saat ini, staf pelatih Persebaya Surabaya belum memutuskan untuk melakukan latihan online. Pada beberapa waktu lalu, pelatih Persebaya Surabaya pun memberikan PR agar tetap berlatih di rumah. Para pemain pun tetap dipantau di rumah oleh pelatih fisik melalui grup WhatsApp.


Baca Juga:


Sebagai informasi, bila kompetisi dilanjutkan maka PSSI dan operator liga akan menyiapkan protokol kesehatan yang dikeluarkan resmi dari pemerintah pusat. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Punggawa Persebaya Lakukan Hal Ini Saat Momen Lebaran

Vivagoal – Liga Indonesia – Rendy Irawan, salah satu punggawa Persebaya Surabaya memiliki aktivitas baru saat momen lebaran tahun ini.

Ia menyibukkan diri bersama istri untuk membuat beberapa kue kering khas lebaran. Kue tersebut disantap bersama keluarga besarnya.

“Saya sibuk membuat kue dan donat bersama anak. Kebetulan istri saya juga suka membuat aneka kue,” ujar pemain andalan Persebaya tersebut.

“Anak-anak dan keluarga sangat suka dan makan sangat lahap. Saya juga menyukai kue tersebut Namun saya tetap harus menjaga porsi makan dan hanya membantu mencetak kuenya saja,” lanjutnya.


Baca Juga:


Selain itu, Rendy menilai bahwa pandemi virus Corona sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Ia dengan terpaksa tidak bisa mudik sesuai dengan anjuran dari pemerintah dan akan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

“Biasanya, jika saya lebaran akan mudik ke Malang untuk bersilaturahim bersama orang tua istri saya. Namun untuk saat ini, saya harus menahan mudik terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran virus Corona yang masih belum berakhir,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Suka Duka Irfan Jaya Berada di Persebaya Surabaya

Vivagoal – Liga Indonesia – Irfan Jaya, salah satu pemain sayap andalan Persebaya Surabaya telah membela klub tim berjuluk Bajul ijo sejak tahun 2017 silam. Banyak momen suka duka yang dialami oleh Irfan Jaya saat berada di tim kebanggaan Bonek Mania.

Winger Persebaya itu mengungkapkan bahwa penampilan Persebaya saat bermain di kandang merupakan salah satu suka dukanya saat berada di sana.

“Kami sangat senang ketika bisa mendapatkan poin penuh di kandang karena bisa membahagiakan semua fans Persebaya baik Bonek maupun Bonita,” ujar Irfan Jaya saat live Instagram bersama M. Hidayat.

“Namun sebaliknya, Bila kami bertanding dan tidak bisa mendapatkan poin sehingga tak membuat senang Bonek maupun Bonita kami merasa sangat menyesal. Itu sah satu hal dukanya,” lanjutnya.


Baca Juga:


Irfan Jaya juga menambahkan bahwa Persebaya merupakan klub kebanggaannya dengan alasan bisa mengantarkan pemain asal Sulawesi tersebut mendapatkan gelar pemain terbaik Liga 2 pada musim 2017.

“Sebelum berada di Persebaya, Saya sempat bermain di Makassar untuk membela PSM. Saat itu, pikiran saya campur aduk dan bingung antara tetap bertahan di Makassar atau pindah ke Persebaya Surabaya tapi di Liga 2. Akhirnya, tak berpikir panjang saya memilih Persebaya untuk bisa bermain lebih banyak lagi,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Gelandang Persebaya Kenang Momen Paling Berkesan Saat Pertandingan

Vivagoal – Liga Indonesia – Rendy Irawan selaku gelandang Persebaya Surabaya masih mengenang pertandingan yang berkesan dan penuh tekanan di sepak bola Indonesia.

Ia menilai pertandingan Derby Jawa Timur pada tahun 2018 silam merupakan salah satu momen yang paling berkesan hingga membuatnya tidak bisa tidur sebelum pertandingan.

“Menurut saya, momen yang membuat saya paling berkesan ketika Persebaya yang saat itu dilatih oleh coach Angel Alfredo Vera melawan Arema FC. Pada pertandingan tersebut saya tidak bisa tidur selama beberapa hari sebelum pertandingan dimulai,” ujar Rendy saat live Instagram.

Rendy mengaku sebelum pertandingan para pemain dikumpulkan dan diberikan semangat oleh Presiden Persebaya saat ingin melakukan pertandingan.

“Malah sebelumnya semua pemain telah berkumpul hingga H-1 sebelum pertandingan. Para pemain berkumpul untuk menyatukan visi misi dan Presiden Persebaya Surabaya juga ikut turut memberikan semangat pada semua pihak terkait.


Baca Juga:


Pemberian semangat dari seluruh jajaran pihak manajemen Persebaya Surabaya membuahkan hasil saat laga Derby Jatim pada tahun 2018 silam. Saat itu, tim berjuluk Bajul ijo tersebut memenangkan pertandingan dengan skor menegangkan 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo.

“Semua pemain hampir semuanya menangis bahagia setelah pertandingan. Saat itu Cak Mus (Misbakus Sholikin) berhasil mencetak gol waktu itu sehingga semuanya bisa berakhir dengan sesuai rencana,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Gelandang Persebaya Paling Senang Koleksi Jersey Klub Asal Inggris, Arsenal Favoritnya

Vivagoal – Liga Indonesia – Gelandang Persebaya, Aryn Williams mengaku sangat suka mengoleksi jersey pemain sepakbola. Namun, jersey yang paling menjadi favoritnya adalah klub asal Inggris, Arsenal.

Ya, jersey klub asal London Utara itu bisa dibilang menjadi koleksi yang wajib dimiliki seorang Aryn Williams. Bagaimana tidak, ia mengklaim dirinya sebagai penggemar berat klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu.

Adapun salah satu jersey yang paling disukainya adalah kostum tandang Arsenal musim 2006/2007 yang dipakai oleh Thomas Rosicky. Jersey tersebut disebut Aryn didapatnya dari temannya yang pernah bertanding melawan Arsenal.

Inggris sendiri sebenarnya bukan tempat yang asing buat Aryn William. Sebab, di negeri Ratu Elizabeth itu, Aryn pernah merasakan bermain bersama Burnley musim 2012/2013. Sementara, saudara kembarnya, Ryan Williams hingga saat ini masih aktif berkarier di daratan Britania Raya dengan membela Portsmouth.

Adapun kakaknya, Rhys Williams sebelumnya juga pernah bergabung bersama klub Inggris lainnya, yakni Middlesbrough, Charlton Athletic dan Burnley.

“Kostum Arsenal paling favorit untuk saya, bukan karena klub saja yang saya suka, tapi karena jersey ini asli kepunyaan Thomas Rosicky, dia pemain favorit saya,” ucap Aryn seperti dilansir dari laman resmi Persebaya.


Baca Juga:


“Sebenarnya, jersey Burnley juga saya suka, karena di klub itu saya memulai karier sebagai pesepakbola. Dan kalau melihat jersey Burnley, saya terus bersemangat tuk meraih mimpi menjadi pemain sepakbola profesional,” jelasnya.

“Inggris memang menjadi awal karier saya bersaudara, makanya saya lebih banyak mengoleksi jersey dari klub-klub Inggris,” tandasnya.

Lebih lanjut, Aryn Williams juga mengaku banyak mengoleksi jersey milik kakaknya, Rhys Williams. Menurutnya, Rhys Williams adalah sosok inspirasi di Williams bersaudara.

“Ada juga jersey kemenangan kakak saya saat membela Melbourne Victory. Disana dia berhasil keluar sebagai juara Liga Australia saat memakai jersey ini,” tutup Aryn.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Otavio Dutra Ungkap Rahasia Penampilan Solidnya

Vivagoal Liga Indonesia – Bek tengah milik Persija Jakarta, Otavio Dutra buktikan bahwa pemain belakang tetap mampu jadi ancaman serius untuk pertahanan kubu lawan.

Walau bermain sebagai pemain belakang, namun Dutra membuktikan bahwa siapapun dapat mencetak gol selama berada di lapangan. Bahkan mantan pemain Persebaya Surabaya ini berhasil menjadi sosok penting dalam setiap tim yang ia perkuat.

Bek kawakan milik Persija Jakarta ini menjadi bek yang paling subur di Liga Indonesia. Pasalnya setelah berkarier di Indonesia selama 10 tahun pemain asal Brasil ini mampu mencetak 28 gol dengan status pemain belakang itu.

Hamka Hamzah yang digadang-gadang bek kelas wahid di Liga Indonesia pun hanya mampu mengoleksi 18 gol dalam waktu tersebut. Pencapaian terbaik Dutra sebagai pemain belakang adalah saat ia berseragam Mutiara Hitam. Ia berhasil mencetak 10 gol untuk Persipura di Indonesia Super League 2013 lalu.

Penampilannya yang moncer tidak ia raih begitu saja, Otavio Dutra sebenarnya berposisi sebagai penyerang dan gelandang di tim junior Juventus-SP, São Paulo. Namun absennya kehadiran pemain di posisi itu membuat sang pelatih menunjuk Dutra sebagai penggantinya. 


Baca Juga:


Dutra yang ditunjuk sebagai bek tengah rupanya berhasil tampil solid. Pemain asal Brasil itu berhasil memincut sang pelatih dengan posisi barunya. Dutra juga mengungkapkan posisi sebelumnya membantu ia tampil meyakinkan sebagai bek tengah.

“Saya berusaha main cepat dan tidak kasar, kemudian memberikan passing dengan teman yang paling dekat. Saya rasa saya cocok main di posisi itu, saya tinggi, memiliki umpan dan penguasaan bola yang bagus. 

“Setelah itu banyak yang menilai saya tampil bagus sebagai bek tengah, lalu saya mulai senang dengan posisi baru saya itu. Tapi tentunya posisi saya sebelumnya berperan penting dalam saya mengolah bola di posisi ini,” ujar Dutra dalam saluran Youtube resmi Persija.

Sebelum liga ditangguhkan karena pandemi, Dutra berhasil membawa Persija unggul sementara atas Bhayangkara, meskipun ditahan imbang, setidaknya Macan Kemayoran tidak raih hasil minor dalam derby tim ibukota itu.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Lagukan Song for Pride, David Da Silva Rindu Atmosfer Stadion

Vivagoal – Liga Indonesia – Penyerang andalan Persebaya Surabaya, David da Silva, terlihat menyanyikan lagu ‘Song for Pride’ di unggahan sosial media istrinya.

Meski bomber asal Brasil itu tampak cukup kesulitan menyanyikan lagu tersebut dengan lafal yang benar, namun David tetap berusaha menyelesaikan kegiatannya menyanyikan lagu tersebut karena kadung rindu dengan atmosfer stadion Gelora Bung Tomo saat Persebaya bertanding..

”Atmosfer stadion saat menyanyikan ‘Song for Pride’ sungguh luar biasa, terbaik menurut saya. Saya bahkan bisa merasakan gairah semua penonton jika menyanyikan lagu tersebut,” ucap David.

 


Baca Juga:


David sendiri mengaku cukup sering menyanyikan lagu tersebut jika sedang tidak bertanding. Ia merasa sangat antusias untuk bisa menyanyikan lagu tersebut dengan lafal sempurna.

”Beberapa kata di laga tersebut masih sangat sulit saya lafalkan, tapi saya yakin akan bisa menyanyikannya dengan sempurna. Saya sudah tidak sabar bernyanyi bersama di Stadion, makanya saya harus bisa menyanyikannya dengan sempurna,” David menambahkan.

Sama seperti pemain di Liga 1 kebanyakan, David pun tetap berlatih di rumah di masa pandemi corona.

“Tiap hari saya berlatih mandiri di rumah. Dalam kondisi seperti saat ini, yang terbaik adalah diam di rumah.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Irfan Jaya Sempat Merasa Tidak Pantas Membela Persebaya

Vivagoal – Liga Indonesia – Nama Irfan Jaya saat ini menjadi salah satu pemain sayap yang cukup diperhitungkan di kompetisi sepakbola level tertinggi, Liga 1 2020. Pemain mungil itu bahkan sempat jadi andalan timnas Indonesia pada ajang Asian Games 2018 lalu.

Karier Irfan sendiri mulai menanjak ketika ia membela Persebaya Surabaya pada Liga 2 2017. Kala itu, Irfan direkrut dari PSM Makassar U-21, dan langsung bisa membuktikan diri sebagai pemain penting dalam skuat Bajul Ijo.

Kendati begitu, Irfan mengaku kariernya tak begitu mulus di awal. Dia bahkan sempat merasa kecewa dan tak pantas bermain di kompetisi sepakbola Indonesia. Hal itu ia rasakan ketika melakoni debut untuk Persebaya pada Liga 2 2017 melawan Madiun Putra di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kala itu, dirinya diturunkan pelatih Iwan Setiawan bersama Oktafianus Fernando dan Hidayat, yang juga sama-sama melakoni laga debut. Namun, mereka gagal membantu Persebaya yang berstatus sebagai tuan rumah menang atas Madiun Putra.


Baca Juga:


“Saya waktu itu kecewa dan down. Sempat berpikir kalau saya ini belum pantas mai di liga karena minim pengalaman bertanding. Tapi saya terus belajar dari pengalaman, dan alhamdulillah perlahan bisa dipercaya kembali,” cerita Irfan seperti dikutip dari situs resmi Persebaya.

“Tentu saja sedih karena di pertandingan perdana belum bisa memberi tiga poin buat tim dan suporter. Tapi laga saat itu menjadi motivasi saya kedepannya supaya bisa belajar dari kesalahan agar lebih baik.” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS