Tag: Piala AFF 2018

5 Fakta Profil Pemain Terbaik Piala AFF U-22

0

Vivagoal5 Fakta – Seluruh masyarakat Indonesia sangat bangga dengan permainan timnas Indonesia di Piala AFF U-22 2019. Kegembiraan semakin terasa seusai Indonesia menumbangkan Thailand dalam laga final.

Timnas Indonesia U-22 menjadi sorotan media lokal maupun Internasional. Pasalnya, permainan Marinus dkk dapat meraih puncak tertinggi se-Asia Tenggara.

Dalam hal ini, ada dua punggawa timnas Indonesia yang masuk dalam daftar lima pemain terbaik di ajang Piala AFF U-22 2019.

Pada kesempatan itu, posisi Firza Andika telah diisi oleh Samuel Christianson. Sedangkan Marinus Wanewar harus memberi tempat untuk Dimas Drajad.

Seusai laga pertama, posisi Firza dan Marinus tak bisa tergantikan. Saat itu juga, keduanya memberi kepercayaan pada Indra Sjafri dengan penampilan gemilangnya hingga puncak final.

Saat itu Marinus menjadi pilar penting keberhasilan Indonesia lolos dari Grup B untuk melaju ke babak semifinal.

Inilah daftar 5 pemain terbaik beserta profilnya di Piala AFF U-22 2019.

Bima Sakti Bicara Terkait Nasibnya dan Pelatih Timnas Berikutnya

0

Vivagoal – Bima Sakti baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai pelatih tim nasional Indonesia dengan hasil yang kurang memuaskan. Bima pun lantas bicara soal masa depan nasibnya di tim Garuda.

Dibawah kepemimpinan Bima Sakti, Indonesia sudah harus tersingkir sedari babak penyisihan grup Piala AFF 2018 karena hanya bisa mengumpulkan 1 kemenangan berbanding dua kekalahan dan imbang sekali saat melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11) malam WIB. Laga itu sendiri berkesudahan 0-0.

Laga kontra Filipina sebenarnya bukan lagi pertandingan yang menentukan buat kedua tim. Mengingat di laga sebelumnya, Indonesia sudah dipastikan tersingkir setelah Thailand hanya bermain imbang 1-1 lawan Filipina..

Hasil tersebut membuat Indonesia harus puas di peringkat empat Grup B dibawah Singapura yang ada di posisi ketiga.

Buat Bima Sakti, laga melawan Filipina adalah partai terakhirnya sebagai pelatih skuat Merah Putih, sesuai yang tercantum dalam kontraknya saat dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan Luis Milla. Pria berusia 42 tahun itu kini memilih untuk menyerahkan soal masa depannya kepada PSSI.

“Soal siapa nanti yang akan ditunjuk menjadi pelatih Indonesia, itu urusan PSSI, saya sendiri hanya memiliki kontrak sampai Piala AFF ini saja.” jelas Bima.

“Meski begitu, saya ingin semua media cetak maupun televisi dan media lainnya tetap support timnas. Siapa pun nanti pelatihnya, mau pelatih lokal atau asing.” sambungnya.

“saya ingin semua bersatu membantu timnas, kritik tetap boleh karena itu untuk membangun dan memperbaiki persepakbolaan kita, saya sendiri selalu dukung itu,” tutup Bima.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Sven-Goran Eriksson: Timnas Indonesia Punya Prospek Cerah

0

Vivagoal – Pelatih tim nasional Filipina, Sven-Goran Eriksson coba memberikan pendapatnya soal sepakbola Indonesia. Menurut pelatih asal Swedia itu, skuat Garuda Merah punya masa depan cerah.

Menampilkan permainan yang buruk membuat Indonesia sudah lebih awal dipastikan tersingkir dari turnamen terbesar di Asia Tenggara, Piala AFF 2018. Stefano Lilipaly dkk hanya mampu mengumpulkan 4 poin, hasil dari 1 menang, 1 imbang, dan 2 menelan kekalahan.

Adapun satu-satunya kemenangan yang didapat dari laga melawanTimor Leste. Sementara di laga terakhir kontra Filipina yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (25/11) malam, timnas Merah Putih hanya mampu bermain tanpa gol selama 90 menit pertandingan.

Di laga tersebut, Indonesia sebenarnya tampil cukup impresif dengan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Filipina. Namun penjaga gawang Michael Falkesgaard masih mampu mengamankan gawang Filipina.

Eriksson sendiri menganggap timnas Indonesia memiliki potensi bagus di masa mendatang karena bermaterikan banyak pemain bertalenta muda. Menurut pelatih berusia 70 tahun itu, skuat Garuda punya peluang jadi tim yang disegani di masa mendatang.

“Penjaga gawang Indonesia tampil sangat bagus, secara keseluruhan semua pemain Indonesia bagus-bagus, padahal hampir semuanya pemain berusia muda,” kata Eriksson.

“Menurut saya, Indonesia punya prospek cerah ke depannya. Mereka sama bagusnya dengan Thailand saat menghadapi kami,” sambung mantan pelatih timnas Inggris itu.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Tiga Kali Gagal di AFF, Andik Sangat Kecewa

0

VivagoalBerita Bola – Winger Timnas Indonesia, Andik Vermansah mengaku sangat kecewa karena gagal tuk ketiga kalinya di ajang Piala AFF. Meski demikian, Andik mengaku akan tetap memberikan yang terbaik di partai pamungkas melawan Filipina.

Laju Indonesia di Piala AFF 2018 sudah terhenti sedari babak penyisihan grup. Hasil seri yang didapat Filipina kontra Thailand membuat skuat Merah Putih sudah tidak mungkin lagi bisa mengejar poin Filipina yang ada di peringkat kedua grup B.

Kegagalan Indonesia ini membuat Andik terluka. Harapannya tuk mengantar Indonesia menjadi juara harus pupus tuk kali ketiga sejak AFF 2012 dan 2016.

“Dengan kegagalan ini, tidak hanya kami di timnas yang merasakan sedih tapi bisa jadi semua masyarakat di Indonesia terluka. Mau bagaimana lagi, sudah jalannya. Saya sendiri sangat kecewa, karena ini sebenarnya ajang yang begitu saya tunggu,” kata Andik.

Meski terluka, para pemain timnas berusaha tetap semangat untuk bisa menang di partai terakhir kontra Filipina, Minggu (25/11).

“Kami semua sedih, kecewa, tapi meski tidak lolos, kami tetap targetkan kemenangan lawan Filipina. Semangat masih ada, dan akan lebih bersemangat saat pertandingan nanti,” tambah Andik.

Selalu update berita bola terbaru seputar Piala AFF hanya di  vivagoal.com

Sedari Awal PSSI Memang Tidak Serius Siapkan Timnas

0

Vivagoal – Kegagalan timnas Indonesia berbicara banyak di Piala AFF 2018 dianggap sebagai bukti ketidakseriusan PSSI menyiapkan skuat Garuda Merah di kompetisi dua tahunan itu.

Indonesia sudah dipastikan gugur di Piala AFF 2018 setelah Thailand bermain sama kuat 1-1 melawan Filipina, Rabu (21/11/2018) malam WIB. Tujuh poin milik Filipina di urutan kedua sudah tidak mungkin lagi dikejar Indonesia dengan satu partai sisa.

Adapun laga melawan Filipina di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu (25/11/2018) nanti sudah tidak berpengaruh apa pun buat Stefano Lilipaly dkk.

Pemerhati sepakbola Indonesia, Akmal Marhali menuding PSSI sebagai biang kegagalan timnas. Menurutnya, sedari awal PSSI yang dipimpin Edy Rahmayadi itu memang tidak serius menyiapkan tim untuk Piala AFF 2018.

Tudingan tersebut sangat beralasan, dimana PSSI terlalu lama bermain drama terkait masa depan pelatih Luis Milla, dan pada akhirnya mereka menuduh pelatih asal Spanyol itu yang tidak mau memperpanjang kontrak sebagai pelatih Indonesia.

Dalam prosesnya, PSSI langsung menunjuk asisten Milla, Bima Sakti sebagai suksesor. Keputusan ini dianggap sebagai perjudian karena Bima diketahui belum punya pengalaman sebagai pelatih utama.

“Sedari awal, gelagat Indonesia tidak akan lolos sudah terlihat. Tiba-tiba pelatih diganti, membuat persiapan timnas tidak maksimal. Apalagi jadwal mereka tubrukan dengan jadwal liga.” ketus Akmal.

“Jika ingin berprestasi, harus disiapkan, bukan mengumbar omongan dengan persiapan ala kadarnya,” lanjut Akmal.

“PSSI tidak serius menyiapkan timnas senior, padahal ajang AFF ini sangat bagus menjadi ajang mengejar prestasi. Jangan mimpi mau main di level Asia atau Dunia, kalau di skala regional saja tidak mampu disiapkan dengan bagus,” Akmal menegaskan.

Lebih lanjut, Akmal menginginkan PSSI segera melakukan evaluasi, termasuk para pengurus yang ada mundur jika tidak serius memperbaiki sepakbola Indonesia.

“Kegagalan ini buah karya pengurus PSSI, mereka harusnya introspeksi. Sangat bagus jika pengurus ramai-ramai mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban,” tutup Akmal.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Semoga Thailand dan Filipina Saling Mengalahkan

VivagoalBerita Bola – Hasil dari laga Filipina melawan Thailand yang digelar Rabu (21/11/2018) malam ini, di Stadion Panaad, Filipina jadi penentuan lolos tidaknya Indonesia ke babak empat besar Piala AFF 2018.

Situasi ini membuat mantan penyerang timnas Garuda, Budi Sudarsono berharap Thailand tidak bermain imbang melawan Filipina karena jika sudah begitu, kans Indonesia untuk lolos sudah pasti tertutup.

“Kondisi seperti ini memang kurang menguntungkan buat Indonesia, sekarang kita tergantung hasil dari tim lain. Beda jika Indonesia yang menentukan nasibnya sendiri,” ujar Budi.

Mantan pemain Persik Kediri ini juga mengaku ikut merasakan beban yang sekarang dirasakan skuat Merah Putih.

“Semua pemain yang dipanggil bermain untuk negara pasti memiliki beban berat. Itu pernah saya rasakan saat masih bermain di timnas. Terlebih jika kami kalah dari negara lain.” jelas Budi.

Lebih lanjut Budi juga tidak ingin menuding Thailand akan bermain mata dengan Filipina, karena keduanya memang memiliki kans paling besar lolos dari babak penyisihan Grup.

“Ya, semoga Thailand dan Filipina bisa saling mengalahkan. Karena dengan seri saja, peluang Indonesia habis,” sambungnya.

Mantan pemain Persija Jakarta itu juga yakin pelatih Thailand, Milovan Rajevac pasti berobsesi untuk bisa mengalahkan pelatih sekaliber Sven-Goran Eriksson yang saat ini membesut Filipina.

“Semua pelatih selalu tertantang bisa mengalahkan pelatih lainnya. Dan bisa saja pelatih Thailand berambisi menang atas Eriksson,” Budi menambahkan.

Untuk diketahui, Indonesia saat ini ada di posisi 4 Grup B dengan Poin 3. Sementara Thailand (1) dan Filipina (2) sama-sama mengoleksi 6 poin. Jika keduanya bermain imbang, maka poin 7 milik Filipina yang ada di posisi kedua sudah tidak mungkin lagi terkejar Indonesia, dengan satu laga tersisa.

Selalu update berita bola terkini seputar timnas Indonesia hanya di vivagoal.com

Lilipaly Optimis Indonesia Bisa Kalahkan Filipina

0

Vivagoal – Stefano Lilipaly bertekad membawa timnas Indonesia melaju ke babak semifinal turnamen Piala AFF 2018. Gelandang naturalisasi itu optimis skuat Garuda Merah bisa mengalahkan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11) malam WIB.

Untuk diketahui, situasi Indonesia di Piala AFF 2018 cukup rumit untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Itu terjadi saat mereka dikalahkan Thailand 2-4 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11) pekan lalu. Hasil tersebut membuat tim besutan pelatih Bima Sakti harus puas di peringkat empat grup dengan poin 3.

Meski mengumpulkan poin sama dengan Singapura di peringkat ketiga grup B, Alberto Goncalves dkk kalah selisih gol.

Melawan Filipina jadi misi wajib menang Indonesia demi menjaga peluang melaju ke partai semi-final. Tapi, kemenangan atas Filipina tak langsung meloloskan Evan Dimas dkk, karena jika Thailand bermain imbang dengan Filipina, di Stadion Panaad, Rabu (21/11) besok, maka secara otomatis poin keduanya tidak akan mampu lagi terkejar oleh Indonesia.

“Saya sangat yakin Indonesia bisa kalahkan Filipina. Masih ada satu laga lagi, kami akan berusaha meraih hasil terbaik,” ujar Lilipaly.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan head to head kedua tim, Indonesia masih lebih superior atas Filipina. Dari tujuh kali pertemuan, skuat Merah Putih berhasil meraih 5 kemenangan dengan sekali imbang dan sisanya kalah.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Skenario yang Bisa Buat Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2018

0

VivagoalBerita Bola – Kekalahan dari Thailand di partai ketiga penyisihan grup B Piala AFF membuat situasi timnas Indonesia kian rumit. Bertandang ke stadion Rajamangala, kandang Thailand, Sabtu (17/11/2018) malam, skuat Garuda Merah harus pulang dengan kekalahan 2-4.

Meski sempat unggul 1-0 melalui tendangan Zulfiandi dari luar kotak penalti di menit 29, tapi gawang Awan Setho lalu diberondong 4 gol masing-masing melalui Korakod Wiriyadomsiri (38′), Pansa Hemvibbon (45+3), Adisak Kraisorn (65), dan Pokklawa Anan (74).

Dalam prosesnya, Indonesia hanya mampu membalas sebiji gol melalui tandukan Fachrudin Aryanto sesaat sebelum pertandingan usai.

Hasil ini membuat kans tim besutan pelatih Bima Sakti menipis tuk melaju ke fase berikutnya. Pasalnya, Evan Dimas dkk kini harus bergantung dari hasil yang didapat di tim lain.

Kondisi ini lantas membuat situasi Indonesia kian terjepit. Selain mereka diwajibkan menang di partai terakhir saat bertemu Filipina, Minggu (25/11/2018), Alberto Goncalvez juga wajib mencetak banyak gol yang besar.

Sayangnya, kemenangan atas Filipina tak langsung membuat Indonesia pasti lolos ke babak semifinal. Indonesia harus menunggu hasil pertandingan lain tuk lolos dari fase grup.

Merah putih hanya bisa mengumpulkan 6 poin, itu pun jika menang lawan Filipina nanti.  Skuat Garuda Merah otomatis musti berharap dari hasil yang didapat peserta lain, yakni Thailand, Singapura dan Filipina saling mengalahkan di dua partai sisa mereka.

Kepastian Indonesia tidak lolos ke babak semifinal bisa saja lebih cepat diketahui jika laga Thailand versus Filipina berakhir imbang kala keduanya bertanding, Rabu (21/11/2018). Karena dengan hasil seri, keduanya mengumpulkan 7 poin, angka yang tidak mungkin lagi bisa dikejar Indonesia dan Singapura.

Selalu update berita bola terbaru seputar Piala AFF hanya di vivagoal.com

Kalah Dari Thailand Harapan Lolos Ke Semifinal Masih Ada

0

VivagoalBerita Bola – Menghadapi juara bertahan Piala AFF, Indonesia kembali harus mengakui keunggulan Thailand. Bermain di Stadion Rajamangala Thailand, Indonesia mencoba mencuri kemenang namun gagal. 

Asa sempat melambung bagi tim garuda sesaat sebelum laga. Banyak yang mengharapkan Indonesia bisa mencuri poin di negeri gajah putih.

Benar saja, di awal laga Timnas Indonesia tampil memukau. Zulfiandi mampu membuat publik tuan rumah terdiam melalui sepakan jarak jauhnya di menit ke-29.

“Kami bermain bagus pada awal pertandingan. Pada babak kedua, kami melakukan beberapa kesalahan yang membuat kami harus kalah. Kami memiliki konsentrasi yang bagus pada babak pertama karena mencetak gol indah,” ujar Bima Sakti, Pelatih Timnas Indonesia melaui laman resmi PSSI.

Namun sayang meski telah memberi perlawanan, Indonesia harus kalah 4-2 dalam laga lanjutan grup B Piala AFF 2018. Atas kekalahan tersebut Indonesia masih tekunci di posisi empat klasemen sementara.

“Kami sempat bangkit ketika mencetak gol kedua, namun sudah terlambat. Thailand bermain bagus dan sulit untuk membongkar lini pertahanan mereka,” kata Bima Sakti sesuai pertandingan.

Meski demikian, Indonesia masih memiliki asa untuk lolos ke semifinal asal mampu menang di laga pamungkas kontra Filipina. Saat ini Indonesia hanya mampu mengumpulkan tiga poin hasil menang dari Timor Leste.

Sementara itu, gelandang Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak mengatakan bahwa skuat Garuda sudah berjuang maksimal dan memohon maaf atas kekalahan malam tadi. Manurutnya peluang lolos masih ada.

“Thailand hari ini bermain lebih baik dari kami. Babak kedua konsentrasi kami menurun dibanding babak pertama. Selanjutnya di laga terakhir grup B melawan Filipina kami harus menang. Semoga harapan lolos masih ada,” kata pemain asal klub Persija tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Piala AFF hanya di vivagoal.com

Indonesia vs Thailand: Tekad Akhiri Rekor Buruk Di Rajamangala

0

Vivagoal – Jelang pertandingan melawan timnas Thailand, skuat Indonesia berada dalam kondisi sangat baik. Tekad mengakhiri catatan buruk jika bermain di Stadion Rajamangala, Bangkok jadi fokus perjuangan anak-anak Garuda Merah.

Untuk diketahui, malam ini, Sabtu (17/11/2018), Indonesia akan bertandang ke markas Thailand dalam matchday ketiga penyisihan Grup B Piala AFF 2018. Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim di Rajamangala, skuat Merah Putih belum bisa menaklukkan Thailand. Hal itu sudah terjadi sejak era pelatih Bima Sakti masih bermain.

Indonesia sendiri di Piala AFF 2018 ini sudah mengalami kekalahan satu kali saat bertemu Singapura di laga perdana Grup B, kemudian bangkit di partai kedua melawan Timor Leste. Dengan mengumpulkan 1 poin dari 2 laga, membuat anak-anak Garuda Merah bertekad bisa mendapatkan poin di kandang The War Elephants.

Bima Sakti selaku pelatih timnas Indonesia mengatakan bahwa skuatnya saat ini sedang dalam motivasi tinggi untuk bisa meraih poin di Rajamangala. Evan Dimas dkk juga bertekad mengakhiri catatan negatif jika Indonesia bermain di Rajamangala.

“Semua pemain sangat termotivasi jelang laga ini. Memang ada tradisi kalah yang mengikuti Indonesia, tapi kali ini anak-anak bertekad mengakhiri itu dan akan berusaha keras mengalahkan Thailand.” kata Bima.

“Apalagi, meski bermain di kandang lawan, kami tetap akan didukung oleh banyak suporter asal Indonesia nanti. Kehadiran para pendukung akan membuat semangat juang anak-anak bergelora di Rajamangala,” tegas pelatih berusia 42 tahun itu.

Lebih lanjut mengenai keganasan Thailand saat membantai Timor Leste di laga perdana dengan skor 7-0 bukanlah sebuah hal yang patut dikhawatirkan Indonesia. Menurut Bima, dia sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengawal Adisak Kraisorn yang di laga perdana langsung mencetak 6 gol ke gawang Timor Leste.

“Kami telah menginstruksikan ke para pemain tuk mewaspadai Adisak Kraisorn. Dia pemain yang berbahaya, tapi secara keseluruhan Thailand adalah tim dengan materi pemain bagus-bagus. Jadi, kami akan tetap bermain sebagai sebuah tim,” Bima menambahkan.

Di sesi latihan terakhir timnas, Bima sepertinya akan memainkan I Putu Gede Juni Antara sebagai starter di sektor kanan pertahanan. Sementara, Fachrudin Aryanto dan kapten Hansamu Yama masih jadi pilihan utama di pintu pertahanan Indonesia, dibantu Alfath Faathier di posisi wing bek kiri.

Untuk lini tengah, nama-nama seperti Stefano Lilipaly, Zulfiandi, dan Evan Dimas masih belum tergantikan. Dan akan dibantu kemampuan penetrasi Riko Simanjuntak di sayap kanan dan kelincahan Andik Vermansyah di sektor kiri. Sementara Beto Goncalves masih dipercaya sebagai ujung tombak Merah Putih.

Di sisi lain, Thailand juga dalam situasi sangat bagus karena punya masa recovery lebih lama dibandingkan Indonesia. Tuk diketahui, Thailand baru sekali bermain, tepatnya pada 9 November lalu saat melawan Timor Leste.

Selain itu, Milovan Rajevac, pelatih Thailand juga punya kesempatan tuk memantau permainan Indonesia saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 13 November lalu menghadapi Timor Leste. Rajevac sendiri mengaku sangat yakin dengan persiapan yang sudah dilakukan timnya jelang laga melawan Indonesia.

Thitipan Puangchan juga mengatakan Indonesia berbeda dengan Timor Leste yang mereka bantai dengan skor tujuh gol tanpa balas. Tapi, gelandang Thailand itu optimis timnya bisa mengalahkan Indonesia.

“Indonesia beda dengan Timor Leste. Kami telah menonton pertandingan Indonesia, dan persiapan tim sudah sangat bagus. Indonesia lebih kuat dari Timor Leste, tapi saya optimis kami tetap bisa kalahkan mereka,” tegas Thitipan

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS