Home Tags VAR
SQUAD
Player Position Nationality Age
Ismael Costa Lekbab Goalkeeper Portugal 21
Sérgio Gabriel da Silva Andrade Goalkeeper Portugal 38
Mártin Becker Goalkeeper Brazil 23
Hugo Domingos Gomes Defender Brazil 25
Alan Henrique Ferreira Bastos Soares Defender Brazil 29
Luis Pedro Gomes Martins Defender Portugal 31
Gonçalo Torrão Neves Dias Silva Defender Portugal 21
Rui Filipe Araújo Moreira Midfielder Portugal 24
Nélson Alexandre Farpelha Estrela Midfielder Portugal 32
Pedro Ferreira Midfielder Portugal 22
Leonardo Acevedo Ruiz Attacker Colombia 24
Levi Lumeka Attacker England 22
Tiago Ramos Cerveira Attacker Portugal 28
George Nana Kwame Ofosu Attacker Ghana 26
José Diogo Castro Ferradeira dos Santos Attacker Portugal 26
Rui Miguel Teixeira Caetano Attacker Portugal 29
Stanley Ejike Awurum Attacker Nigeria 30
Frederic Ferreira Maciel Attacker Portugal 26
Rui Abel Maia Coentrão Attacker Portugal 28
Baba Sow Basse Attacker Senegal 25
Christophe Nduwarugira Midfielder Burundi 26
João Filipe Amorim Gomes Defender Portugal 28
STANDINGS
2019-20 Liga de Honra
Club GP W D L GD Pts
Nacional 24 14 8 2 20 50
Farense 24 15 3 6 13 48
Feirense 24 11 9 4 9 42
Estoril 24 12 3 9 9 39
Mafra 24 10 9 5 9 39
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: VAR

Meski Menang, Klopp Tetap Kritik Kinerja VAR

Vivagoal Liga Inggris – Jurgen Klopp tak menyalahkan VAR secara harfiah. Ia menyebut jika manusia yang berada di balik sistem itulah yang menarik Juperhatiannya.

Ambisi Liverpool untuk bangkit dari keterpurukan sempat menemui ujian berat. Menjamu Bournemouth, Sabtu (7/3/2020), publik Anfield dibungkam oleh gol cepat tamu di menit 9 melalui Callum Wilson.

Baca juga: Liverpool Menang, Klopp; Kepercayaan Diri Sangat Penting!

Gol itu sendiri sempat memancing kontroversi. VAR jelas membuktikan bahwa Joe Gomez terang-terangan didorong pemain Bournemouth pada proses terciptanya gol tersebut. Namun gol tersebut tetap disahkan oleh VAR, atau lebih tepatnya orang yang berada di baliknya.

Beruntung bagi Liverpool mereka berhasil bangkit. Dua gol masing-masing dari Mohamed Salah dan Sadio Mane berhasil membalikkan keadaan sehingga The Reds pun menang.

Meski menang, Klopp sepertinya tak bisa menerima keputusan VAR. Ia menyebut manusia yang berada di belakang sistem ini harus bekerja lebih baik lagi.

“Sejujurnya, itu sudah terlanjur terjadi. Saya tidak ingin bicara tentang gol itu saat ini, tapi pada momen tersebut, saya benar-benar tidak paham mengapa gol itu tetap disahkan” buka Klopp kepada Sky Sports.

Baca juga: Pemimpin Baru di Tubuh Manchester United

“Situasi-situasi ini, kami sudah pernah membahasnya, tapi kami harus membuat keputusan yang tepat. Ini membuktikan bahwa masih ada masalah dalam VAR.”

“Bukan VAR yang salah, itu hanya sebuah sistem, yang salah adalah manusia di baliknya dan peraturan yang ada saat ini. Itu jelas-jelas pelanggaran, sentuhan itu sudah cukup membuat Joe kesulitan.”

“Mereka mencetak gol, wasit membiarkannya, karena itulah kami punya VAR untuk melihat ulang. Beberapa pekan lalu VAR membuat keputusan sulit pada dua pertandingan berbeda, Tottenham dan Man City,” imbuh Klopp.

“Sekarang, bagaimana bisa ada seseorang yang duduk di sana dan tidak melihat pelanggaran [terhadap Joe Gomez] itu? Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin Anda melihatnya dan tidak berkata: ‘ya, itu pelanggaran’,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Harusnya Gol, VAR Rugikan Everton!

Vivagoal Liga Inggris – Everton terpaksa menerima hasil imbang lawan Manchester United usai gol kemenangan mereka dianulir oleh VAR. Dominic Calvert-Lewin sendiri percaya gol itu seharusnya sah.

Laga Everton kontra Manchester United di Goodison Park, Minggu (1/3/2020) malam WIB di pekan ke-28 Liga Inggris akhirnya berakhir 1-1. Tuan rumah sendiri berhasil unggul cepat melalui Calvert-Lewin.

Sang pemain berhasil menghadang sepakan David de Gea yang kemudian meluncur masuk ke gawang. Beruntung Man United berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan keras Bruno Fernandes dari luar kotak penalti.

Everton sendiri sejatinya berhasil membalikkan keadaan di masa injury time. Sepakan Calvert-Lewin membentur Harry Maguire, lalu bergulir masuk ke gawang mengelabui De Gea.

Namun dalam prosesnya, Gylfi Sigurdsson berada di depan gawang Man United. Sigurdsson terlihat menarik kakinya guna menghindari sentuhan karena ia sadar berada dalam posisi offside.

Video Assistant Referee (VAR) kemudian menganulir gol tersebut. Penilaian menyebut jika Sigurdsson aktif dan membuat pandangan De Gea terganggu.

Keputusan itu kemudian memunculkan kontroversi. Dalam tayangan ulang terlihat jika De Gea sudah terkecoh saat bola membentur Maguire. Ia bergerak ke kanan, menjauh dari arah datangnya bola, sehingga mati langkah dan tak mungkin menyelamatkan gawangnya meski Sigurdsson tak di sana.

Calvert-Lewin pun kecewa dengan keputusan tersebut. Menurutnya gol itu sah dan Sigurdsson tak menghalangi pandangan De Gea.

“Pada saat itu, saya tidak yakin [gol atau tidak]. Tapi setelah melihatnya kembali, saya rasa Gylfi yang terduduk di lapangan tidak mengganggu pandangan (kiper),” ungkapnya kepada Sky Sports.

“Memang dia ada di posisi offside, tapi bolanya membentur (Maguire) dan dia menarik kakinya menjauh dari bola. Kiper dalam posisi tidak mampu menyelamatkan tendangan itu.”

“Buat saya sebagai penyerang, itu adalah murni sebuah gol. Tapi VAR memutuskan sebaliknya. Terkadang insiden seperti itu menguntungkan Anda, terkadang tidak,” imbuh penyerang 22 tahun ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pentingkah Penggunaan VAR dalam Game FIFA?

Vivagoal – IGL – Dalam beberapa waktu belakangan, FIFA 20 memiliki banyak peminat lantaran game besutan EA Sports tersebut menampilkan grafis yang terlihat nyata layaknya match pada pertandingan asli. Teranyar, menyeruak pertanyaan, akankah FIFA 20 bakal menampilkan VAR seperti pertandingan sepakbola pada umumnya?

Di edisi sebelumnya, sempat muncul perdepatan akankah FIFA bakal menghadirkan VAR ke dalam bagian dalam permainan mereka. Namun, game yang berbasis di Amerika Serikat enggan melakukannya. Hal tersebut disampaikan langsung ole Direktur Game FIFA 20, Samuel Rivera.

“Saya mengkonfirmasi VAR tidak akan ada di FIFA 20. Ada banyak hal dalam gameplay yang kami butuhkan untuk memiliki pengalaman yang lebih realistis, dan kami memutuskan proritasnya adalah fokus pada peningkatan fisik bola, tembakan, dribbling, hingga posisi pemain,” dunukil dari Juegos.

Baca Juga:  Awal Maret, FIFA 20 Bakal Siapkan Kejutan, Apa itu?

VAR, yang baru hadir dalam Piala Dunia 2018 memang menjadi bumbu tersendiri dalam sebuah pertandingan. Tak jarang berbagai keputusan kontroversial dari wasit hadir karena keberadaan VAR. Namun FIFA nyatanya masih memiliki pertimbangan khusus dengan menghadirkan automatic offside dan foul lainnya dalam sebuah pertandingan. Oleh karena itu, untuk saat ini, keberadaan VAR dalam game FIFA tak benar-benar dibutuhkan.

Di sisi lain, Dexerto melaporkan jika akun twitter @UltimateTeamUK sempat membuat poling terkait pentingnya VAR dalam sebuah pertandingan. Haslnya, dari 5.816 responden 44% memilih setuju, 31% menyatakan tidak, dan 25% menyatakan tidak peduli.

Jangan lupa ikuti turnamen FIFA 20 dan PES 2020 di Indonesia Gaming League (IGL) Season 2, untuk informasi lebih lanjut, silahkan follow akun resmi Instagram IGL  dan download aplikasinya di Google Play atau App Store.

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

PSSI Matangkan Penggunaan VAR di Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia –  PSSI nampak serius mempersiapkan penggunaan Video Assist Referee (VAR) di kompetisi domestik. Tengah dalam tahap penyusunan, VAR rencananya bakal mulai diterapkan pada musim 2021. 

“Kita berharap persiapan bisa berjalan dengan lancar sehingga teknologi VAR bisa kita implementasikan pada kompetisi Liga 1 musim 2021 mendatang,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri.

Diakui Cucu, langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia. Saat ini PSSI sendiri tengah dalam penyusunan time line yang diasisteni IFAB dan FIFA.

Baca Juga: Genjot Fisik Pemain, Shin Tae-Yong Pakai Teknologi Canggih

“Implementasi VAR adalah salah satu upaya PSSI untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Muaranya adalah kemajuan sepak bola Indonesia,” tambah Cucu.

Kualitas Wasit

Bukan cuma teknologi, PSSI juga mengaku bakal fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas wasit di Indonesia. Dimana Cucu berharap akan lebih banyak wasit yang bakal punya lisensi internasional.

“Kita akan dorong lebih banyak wasit-wasit kita untuk bisa mendapatkan lisensi AFC dan FIFA,” tutup Cucu.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Solskjaer; VAR Sudah Ambil Keputusan Yang Benar

Vivagoal Liga Inggris – Tiga kali Manchester United diuntungkan VAR pada kunjungannya ke markas Chelsea, Selasa (18/2/2020). Namun Ole Gunnar Solskjaer membantah hal tersebut.

Pertama, VAR menguntungkan Manchester United usai Harry Maguire tak mendapat kartu merah meski terlihat menendang selangkangan Michy Batshuayi. Sedang dua keuntungan lainnya didapat saat VAR menganulir dua gol Chelsea. MU pun keluar sebagai pemenang dengan skor 0-2.

Baca juga: Maguire Tendang Batshuayi, Solskjaer; Dia Tak Ada Niatan Melukai

Kondisi ini membuat Frank Lampard mengkritik keputusan timpang VAR. Namun Solskjaer tak sepakat dan menyebut jika teknologi satu ini sudah melakukan keputusan tepat yang sulit mereka dapatkan sebelumnya.

“Anda menginginkan keputusan-keputusan yang tepat dan kami senang akhirnya keputusan itu berhasil dibuat, sebab sebelumnya tidak ada keputusan tepat tanpa bantuan itu [kritik terhadap VAR],” tutur Solskjaer di Manutd.com.

“Tahun ini sudah terbukti beberapa kali bahwa kami membutuhkan bantuan itu [monitor di tepi lapangan]. Saya tidak tahu mengapa demikian.”

“[Gol Giroud] itu offside. Lalu untuk gol Zouma, saya melihat layar dan sepertinya ada dorongan di punggung. Jadi bagi saya itu bukan gol,” sambung Solskjaer.

Sedangkan untuk insiden Maguire, Solskjaer mengatakan sang pemain memang melindungi diri. Bahkan ia dengan tegas menyebut sang pemain benar-benar tak ada niatan untuk melukai.

Baca juga: Lampard Geram Maguire Tidak Dikartu Merah

“Saya kira itu keputusan yang tepat [tidak kartu merah]. Dia hanya melindungi dirinya sendiri. Ada pemain [Batshuayi] yang berdiri di hadapannya dan kakinya berada di posisi yang menyakitkan,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Maguire Tendang Batshuayi, Solskjaer; Dia Tak Ada Niatan Melukai

Vivagoal Liga Inggris – Ole Gunnar Solskjaer sepakat dengan keputusan wasit yang tidak memberi kartu merah kepada Harry Maguire. Menurutnya kejadian itu bukan keberuntungan melainkan respon untuk melindungi diri.

Pada laga yang mempertemukan Chelsea kontra Manchester United di Stamford Bridge dini hari tadi tersebut, sebuah insiden di pertengahan babak pertama menarik perhatian banyak orang. Adalah Maguire yang terlihat menendang selangkangan Michy Batshuayi saat terjatuh usai menyapu bola.

Baca juga: Lampard Geram Maguire Tidak Dikartu Merah

Pihak Chelsea pun melayangkan protes keras. Pertama, insiden tersebut terjadi tepat di hadapan bench mereka. Kedua, wasit bahkan tak menganggap itu sebagai pelanggaran apalagi mengeluarkan kartu merah.

Keputusan wasit dinilai kurang cermat terlebih sang pengadil lapangan sudah meminta cek ulang melalui VAR. Keberuntungan seakan benar-benar memihak Man United di laga tersebut.

Namun Solskjaer membantah itu adalah keberuntungan bagi Maguire. Menurutnya sang bek memang tak benar-benar berniat melukai lawan.

“Apakah Harry Maguire beruntung [karena tidak dikartu merah]? Saya kira tidak,” ujar Solskjaer kepada BBC Sport.

Baca juga: Tendang Selangkangan Batshuayi, Maguire Tak Dapat Kartu Merah

“Dia lebih dulu dilanggar dan Batshuayi akan jatuh di atas badannya jadi dia menjulurkan kakinya dan mengenai bagian yang sensitif,” katanya.

Keberuntungan lain yang didapat Manchester United adalah dua gol Chelsea yang dianulir. Lagi-lagi VAR dan wasit menjadi biang keputusan tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

VAR Buat Premier League Menjadi Kurang Menyenangkan

Vivagoal Liga Inggris – Kontroversi terkait VAR terulang ketika laga Tottenham Hotspur menjamu Manchester City akhir pekan kemarin. Alhasil banyak fans yang menghujat penggunaan VAR.

Keputusan penalti setelah Serge Aurier melanggar Sergio Aguero memang sudah tepat. Namun penyelamatan Hugo Lloris menimbulkan kontroversi. Kiper Spurs tersebut terlihat sedikit maju sebelum bola Ilkay Gundogan.

Baca juga: Guardiola Alami Fobia Liverpool, Kok Bisa?

Selanjutnya Raheem Sterling terlihat diving di kotak penalti, wasit tidak memberikan kartu kuning yang membuat Jose Mourinho geram. Dua insiden tersebut tak mendapat perhatian khusus oleh VAR.

Lembaga survei YouGov dilansir Give Me Sport, pada Rabu (5/2/2020), kemudian melakukan survei terkait penggunaan VAR. Hasilnya, 67 persen fans menyebut Premier League menjadi kurang menyenangkan karena adanya VAR.

Adapun 29 persen mengatakan teknologi satu itu membuat pengalaman menonton pertandingan menjadi jauh dari menyenangkan. Sementara 38 persen berasumsi sedikit kurang menyenangkan.

Hanya 12 persen yang menyatakan VAR membuat Premier League lebih menyenangkan. Itu pun terbagi menjadi dua kategori, yakni 3 persen jauh lebih menyenangkan dan 9 persen sedikit lebih menyenangkan.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

VAR di Premier League juga menjadi bahan ledekan terutama karena keputusan offside yang begitu kaku. Tak jarang gol yang terjadi dianulir karena ketiak atau tumit sang pemain sudah berada di posisi offside.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Walau Terus Dikritik, Premier League Tetap Pakai VAR

Vivagoal Liga Inggris – Fakta terkait protes fans atas penggunaan VAR nyatanya tak membuat pihak Premier League mengubah sikap. Mereka akan tetap menggunakan teknologi yang mengandalkan siaran ulang tersebut.

Rasa kekecewaan fans akan penggunaan VAR salah satunya terlihat ketika YouGov melakukan survey terhadap ribuan fans sepak bola di Inggris soal kehadiran VAR dalam ajang Premier League. Hasilnya, sekitar 60 persen responden mengatakan bahwa teknologi tersebut tidak bekerja sesuai dengan harapan. Bahkan mereka juga menilai VAR dengan rating yang rendah, yakni rata-rata nilai 4/10.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Kekecewaan yang muncul tidak lepas dari berbagai keputusan kontroversial yang lahir dari VAR. Belum lagi penggunaan VAR di Premier League jauh berbeda dengan liga-liga lain. Di Inggris, wasit utama tak wajib melihat secara langsung rekaman VAR.

Hanya saja pemimpin penyelenggara Premier League, Richard Masters sudah mengambil keputusan yang bulat. Ia menyebut VAR akan terus digunakan.

“VAR bertahan dan itu sudah pasti masih akan bersama kami pada musim depan,” ujar Masters seperti dikutip dari Metro.

“94 persen keputusan kunci dalam pertandingan sudah tepat untuk saat ini, 97 persen keputusan asisten sudah tepat, jadi VAR punya dampak atas hasil pertandingan, di klasemen, yang di mana itulah yang anda inginkan untuk benar-benar terjadi,” lanjutnya.

Masters juga angkat bicara terkait peraturan-peraturan ketat di Inggris salah satunya offside. Dengan menggunakan VAR, pemain yang hanya lebih satu jari dari lawan bahkan sudah dianggap pelanggaran.

Baca juga: Son Heung-Min Minta Spurs Lakukan Hal Ini

“Sebagai sebuah liga yang kompetitif, kami ingin bekerja dengan sangat keras untuk menyelesaikan masalah-masalah lainnya. Salah satunya adalah offside,” tambahnya.

“Apakah anda menginginkan offside yang presisi hingga ke ketiak ataupun tumit, ataupun anda ingin ada sedikit toleransi. Itu adalah tantangan teknis,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kemenangan PSG Dirampas VAR, Tuchel: Kami Harus Terbiasa

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain gagal meraih kemenangan saat menjamu AS Monaco di pekan ke-20 Ligue 1 Prancis, Senin (13/1/2020) dinihari WIB. Pelatih PSG, Thomas Tuchel pun mengaku VAR sudah mencuri kemenangan timnya.

PSG harus puas bermain imbang 3-3 di Parc des Princes pada lanjutan laga pekan ke-20 Liga Prancis. Les Parisiens sempat unggul 3-2 berkat dua gol Neymar, dan bunuh diri Fode Ballo-Toure di menit ke-24.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Akan tetapi, Les Parisiens gagal mempertahankan keunggulan. Monaco berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Islam Slimani di menit ke-70. Gol ini sedikit berbau kontroversial karena Slimani dianggap sudah lebih dulu berada dalam posisi offside, tapi VAR tetap mengesahkan gol itu.

Tuchel pun menganggap gol yang disahkan VAR itu sudah membuat PSG begitu kecewa. Ia sungguh tidak mengerti kenapa bisa dengan teknologi yang sudah sedemikian canggih, VAR malah mensahkan gol Slimani itu sekaligus membatalkan kemenangan PSG yang sudah di depan mata.

“Gol ketiga Monaco benar-benar saya tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Benar, kenapa VAR tidak menganggap itu offside. Bahkan semua orang bilang ke saya bahwa itu adalah peraturan baru. Tapi saya bisa katakan bahwa saya tidak mengerti dengan peraturan itu, dan sama sekali tidak membantu apapun.” ketusnya seperti dilansir dari AS.

Baca juga; Dirayu Inter, Fullback PSG Berikan Jawaban Tegas

“Dengan VAR anda mendapatkan kekecewaan besar karena itu bisa saja menjadi titik balik besar dalam sebuah pertandingan. Kami sepertinya harus terbiasa dengan VAR, karena tidak ada yang bisa anda lakukan.” Tuchel menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Penggunaan VAR di EPL Jadi Polemik, Rosetti Buka Suara

Vivagoal Liga Inggris – Penggunaan Video Asisstant Referee (VAR) di Liga Inggris belakangan menjadi polemik. Banyak insan sepakbola di Britania Raya kecewa dengan penerapan VAR di liga paling bergengsi tersebut. 

VAR yang awalnya adalah media untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan kini seperti melenceng dari kodratnya. Kini banyak keputusan wasit bergantung pada tayang ulang tersebut. 

Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti sendiri tak menampik penggunaan VAR sudah berlebihan. Ia melihat ketergantungan wasit pada VAR membuat pertandingan kehilangan auranya.

Berdasarkan peraturan IFAB, VAR baru bisa digunakan jika ada keputusan yang jelas-jelas salah. Jika pengamatan dilakukan lebih dari tiga menit dengan 10 sampai 15 ulasan dan menggunakan empat sampai lima sudut kamera berbeda, maka itu bukan kesalahan yang jelas dan mengarah kepada interpretasi yang subjektif.

“Kami ingin VAR hanya mengintervensi saat menunjukkan gambar kesalahan yang fatal, bukan untuk menjadi wasit dalam setiap pertandingan,” ucap Rosetti, dikutip dari Football Italia.

Penggunaan VAR juga memaksa beberapa liga merubah peraturan-peraturan pertandingan. Sebut saja Premier League yang kini begitu ketat terkait peraturan offside belakangan ini.

Baca Juga: Meski Berharga Mahal, Arsenal Tak Segan Tebus Bek Juventus

“Itu jelas sangat sulit mengevaluasi apakah offside atau tidak. Hal terbaik dalam situasi tersebut adalah membiarkan keputusan diambil di lapangan

“IFAB berusaha mengklarifikasi beberapa parameter terkait apa yang layak dihukum. Satu-satunya perubahan yang kami lakukan adalah membuat hukuman meskipun tidak sengaja, saat mencetak gol atau menciptakan peluang mencetak gol,” kata Rosetti terkait polemik di Premier League.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS