Home Tags VAR
SQUAD
Player Position Nationality Age
Ismael Costa Lekbab Goalkeeper Portugal 21
Mártin Becker Goalkeeper Brazil 23
Hugo Domingos Gomes Defender Brazil 25
Alan Henrique Ferreira Bastos Soares Defender Brazil 29
Luis Pedro Gomes Martins Defender Portugal 31
Gonçalo Torrão Neves Dias Silva Defender Portugal 21
João Filipe Amorim Gomes Defender Portugal 27
Rui Filipe Araújo Moreira Midfielder Portugal 24
Nélson Alexandre Farpelha Estrela Midfielder Portugal 32
Christophe Nduwarugira Midfielder Burundi 26
Pedro Ferreira Midfielder Portugal 22
Leonardo Acevedo Ruiz Attacker Colombia 24
Levi Lumeka Attacker England 22
Tiago Ramos Cerveira Attacker Portugal 28
George Nana Kwame Ofosu Attacker Ghana 26
José Diogo Castro Ferradeira dos Santos Attacker Portugal 26
Stanley Ejike Awurum Attacker Nigeria 30
Frederic Ferreira Maciel Attacker Portugal 26
Rui Abel Maia Coentrão Attacker Portugal 28
Baba Sow Basse Attacker Senegal 25
STANDINGS
2019-20 Liga de Honra
Club GP W D L GD Pts
Farense 17 11 1 5 6 34
Nacional 17 9 6 2 10 33
Mafra 17 8 6 3 9 30
SC Covilha 17 8 4 5 8 28
Chaves 17 8 3 6 3 27
FIXTURES
Oliveirense
Varzim
Sun, 26/01 05:15 WIB
Varzim
FC Porto B
Sun, 2/02 04:00 WIB
Leixoes
Varzim
Sun, 9/02 04:00 WIB
Varzim
Estoril
Sat, 15/02 04:00 WIB

Tag: VAR

Kemenangan PSG Dirampas VAR, Tuchel: Kami Harus Terbiasa

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain gagal meraih kemenangan saat menjamu AS Monaco di pekan ke-20 Ligue 1 Prancis, Senin (13/1/2020) dinihari WIB. Pelatih PSG, Thomas Tuchel pun mengaku VAR sudah mencuri kemenangan timnya.

PSG harus puas bermain imbang 3-3 di Parc des Princes pada lanjutan laga pekan ke-20 Liga Prancis. Les Parisiens sempat unggul 3-2 berkat dua gol Neymar, dan bunuh diri Fode Ballo-Toure di menit ke-24.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Akan tetapi, Les Parisiens gagal mempertahankan keunggulan. Monaco berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Islam Slimani di menit ke-70. Gol ini sedikit berbau kontroversial karena Slimani dianggap sudah lebih dulu berada dalam posisi offside, tapi VAR tetap mengesahkan gol itu.

Tuchel pun menganggap gol yang disahkan VAR itu sudah membuat PSG begitu kecewa. Ia sungguh tidak mengerti kenapa bisa dengan teknologi yang sudah sedemikian canggih, VAR malah mensahkan gol Slimani itu sekaligus membatalkan kemenangan PSG yang sudah di depan mata.

“Gol ketiga Monaco benar-benar saya tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Benar, kenapa VAR tidak menganggap itu offside. Bahkan semua orang bilang ke saya bahwa itu adalah peraturan baru. Tapi saya bisa katakan bahwa saya tidak mengerti dengan peraturan itu, dan sama sekali tidak membantu apapun.” ketusnya seperti dilansir dari AS.

Baca juga; Dirayu Inter, Fullback PSG Berikan Jawaban Tegas

“Dengan VAR anda mendapatkan kekecewaan besar karena itu bisa saja menjadi titik balik besar dalam sebuah pertandingan. Kami sepertinya harus terbiasa dengan VAR, karena tidak ada yang bisa anda lakukan.” Tuchel menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Penggunaan VAR di EPL Jadi Polemik, Rosetti Buka Suara

Vivagoal Liga Inggris – Penggunaan Video Asisstant Referee (VAR) di Liga Inggris belakangan menjadi polemik. Banyak insan sepakbola di Britania Raya kecewa dengan penerapan VAR di liga paling bergengsi tersebut. 

VAR yang awalnya adalah media untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan kini seperti melenceng dari kodratnya. Kini banyak keputusan wasit bergantung pada tayang ulang tersebut. 

Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti sendiri tak menampik penggunaan VAR sudah berlebihan. Ia melihat ketergantungan wasit pada VAR membuat pertandingan kehilangan auranya.

Berdasarkan peraturan IFAB, VAR baru bisa digunakan jika ada keputusan yang jelas-jelas salah. Jika pengamatan dilakukan lebih dari tiga menit dengan 10 sampai 15 ulasan dan menggunakan empat sampai lima sudut kamera berbeda, maka itu bukan kesalahan yang jelas dan mengarah kepada interpretasi yang subjektif.

“Kami ingin VAR hanya mengintervensi saat menunjukkan gambar kesalahan yang fatal, bukan untuk menjadi wasit dalam setiap pertandingan,” ucap Rosetti, dikutip dari Football Italia.

Penggunaan VAR juga memaksa beberapa liga merubah peraturan-peraturan pertandingan. Sebut saja Premier League yang kini begitu ketat terkait peraturan offside belakangan ini.

Baca Juga: Meski Berharga Mahal, Arsenal Tak Segan Tebus Bek Juventus

“Itu jelas sangat sulit mengevaluasi apakah offside atau tidak. Hal terbaik dalam situasi tersebut adalah membiarkan keputusan diambil di lapangan

“IFAB berusaha mengklarifikasi beberapa parameter terkait apa yang layak dihukum. Satu-satunya perubahan yang kami lakukan adalah membuat hukuman meskipun tidak sengaja, saat mencetak gol atau menciptakan peluang mencetak gol,” kata Rosetti terkait polemik di Premier League.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Guardiola Sebut VAR Adalah Kekacauan yang Besar

Vivagoal Liga Inggris – Manajer Manchester City, Pep Guardiola kembali melayangkan kritik terkait penggunaan VAR di Premier League. Ia menyebut jika teknologi tersebut seperti kekacauan besar setiap akhir pekan.

Guardiola sendiri kembali menjadi saksi atas kontroversi VAR di Premier League saat Manchester City mengalahkan Sheffield United 2-0, Senin (30/12) dini hari WIB. Dua gol tuan rumah masin-masing dicetak oleh Sergio Aguero dan Kevin De Bruyne.

Namun pada gol pertama milik Aguero ada sebuah intervensi dari wasit Chris Kavanagh setelah para pemain Sheffield melayangkan protes. Gol kemudian tetap disahkan dan City bisa melanjutkan pertandingan.

Baca Juga: Bola Sentuh Tangan Van Dijk, Kenapa VAR Diam Saja?

Usai laga, Pep kemudian kembali menyoroti kinerja VAR. Ia mengisyaratkan timnya mendapat keuntungan dari inkonsistensi penerapan VAR.

“Saya mengatakan berulang kali saya memiliki darfat besar untuk VAR. Setiap akhir pekan adalah kekacauan besar,” klaim Guardiola kepada Sky Sports.

“Di pertandingan lain, itu menjadi kekacauan besar. Semoga musim depan itu bisa lebih baik.”

Musim ini menjadi musim perdana VAR digunakan di Premier League. Di sana penggunaan teknologi menggunakan siaran ulang tersebut terbilang cukup berbeda dengan liga-liga Eropa lainnya.

Di Inggris, wasit utama tidak harus meninjau secara langsung VAR. Para wasit di ruang VAR-lah yang mengambil keputusan final terkait berbagai insiden yang terjadi di lapangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ada Peran Var di Balik Kemenangan Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Liverpool sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Premier League pasca mengandaskan perlawanan Wolvterhampton dengan skor 1-0 pada pekan ke 20 Premier League, Minggu (29/12).

Dalam laga yang berlangsung ketat, the Reds sukses membukukan kemenangan melalui gol Sadio Mane di menit ke-42. Gol tersebut sempat dicek oleh VAR sebelum akhirnya disahkan. Sejatinya, sebelum turun minum, Wolves sempat menyamakan angka namun VAR membatalkan gol milik Wolves.

Tim asuhan Nuno Esposito Santo sejatinya sempat menekan di babak kedua. Namun tak ada gol yang tercipta baik dari kaki-kaki pemain Liverpool maupun Wolves. Dengan hasil ini, Liverpool masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 55 poin dari 19 laga. Sementara Wolves terperosok ke posisi 8 dengan raihan 30 poin dari 20 laga yang telah dimainkan.

Baca Juga: Trent Alexander-Arnold Berharap Jadi Legenda Liverpool

Kemenangan Liverpool tetap membuat mereka menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya. Di peringkat kedua, Leicester masih menguntit dengan raihan 42 poin dari 50 laga yang telah dimainkan.

Susunan Pemain

Liverpool: Alisson, Alexander-Arnold, Gomez, Van Dijk, Robertson, Lallana (Keita 67′), Henderson, Wijnaldum (Milner 86′), Salah, Mane, Firmino (Origi 86′)

Wolverhampton: Patricio, Kilman, Coady, Bennett, Vinagre, Moutinho, Neves (Saiss 58′), Dendoncker (Traore 58′), Otto, Jota (Jimenez 72′), Neto

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jordi Alba Sebut Orang di Ruang Kendali VAR Harus Dievaluasi, Kenapa?

0

VivagoalLa Liga  –  Bek kiri Barcelona, Jordi Alba angkat suara terkait penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam sebuah pertandingan sepakbola. Menurutnya, bukan VAR yang musti dikritisi, tapi semua pelaku dan perangkat yang ada dalam ruang kendali VAR.

Sekedar catatan, pengenalan soal teknologi VAR dalam beberapa tahun terakhir memang cukup pesat. Dan baru pada musim 2018/2019 lalu, VAR mulai menyambangi LaLiga Spanyol. Meski hingga saat ini masih banyak pihak yang pro dan kontra, tapi pada akhirnya VAR terus digunakan.

Alba sendiri menilai VAR bisa membantu banyak tim, namun dalam beberapa situasi yang meragukan, VAR juga punya efek buruk. Pasalnya, wasit memang kerap butuh bantuan dalam pengambilan keputusan di lapangan. Tapi penggunaan VAR itu sendiri belum jelas aturannya soal kapan harus digunakan karena masih tergantung dari pelaku yang ada dalam ruang kendali VAR.

“Menurut saya, VAR maupun teknologi lainnya dibuat untuk membantu dunia sepakbola, sekaligus memberikan rasa keadilan dalam area penalti. Dan sebenarnya, yang harus disadari oleh semua pihak adalah semua keputusan tetap saja ada pada wasit, anda harus menghormatinya.” ucap Alba seperti dilansir dari Marca.

“Sampai hari ini saya tidak berpikir bahwa VAR menguntungkan atau merugikan siapapun soal hasil akhir sebuah pertandingan sepakbola. Tapi memang benar bahwa pelaku penggunaan VAR ini masih ada yang harus diperbaiki.” tegasnya.

Baca Juga: Valverde Berikan Pujian Setinggi Langit kepada Messi

Sebagai informasi, pada laga Barcelona vs Real Sociedad akhir pekan lalu, terjadi kontroversi terkait penggunaan VAR. Gil Manzano yang bertindak sebagai official VAR di laga itu diklaim dengan sengaja tidak meminta wasit di atas lapangan tuk meninjau tayangan VAR terkait pelanggaran Diego Llorente terhadap Gerard Pique di area kotak penalti.

Barcelona merasa dirugikan karena hasil imbang 2-2 yang didapat dan menilai Gil Manzano yang ada di ruang VAR seharusnya menginstruksikan kepada wasit tuk menonton tayangan VAR, sayangnya hal itu enggan dilakukan oleh Manzano.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pemain Termahal City Sebut VAR Kerap Merugikan Timnya, Benarkah?

Vivagoal Liga Inggris – Pemain termahal Manchester City, Rodri Hernandez menilai VAR kerap merugikan beberapa laga timnya. Namun, Rodri enggan menjadikan hal tersebut sebagai faktor utama buruknya the Sky Blues di kancah Premier League.

Sejak diperkenalkannya VAR, Manchester City memang kerap mendapatkan kerugian dalam setahun terakhir. Pertama, mereka tersingkir oleh Tottenham Hotspur di Liga Champions pada musim lalu. Bahkan di musim ini, mereka kehilangan banyak poin kala melakoni pertandingan di liga.

Teranyar, City diklaim layak mendapatkan dua penalti. Namun hal tersebut urung diberikan dalam laga sarat gengsi kontra Manchester United di Derby Manchester, Minggu (8/12) kemarin. Pada akhirnya, City memang harus kalah oleh VAR, bukan Manchester United. Rodri pun mengomentari hasil akhir yang didapatkan timnya tersebut.

Baca Juga: Guardiola Tak Akan Menyerah Kejar Trofi Liga Inggris

“Kami sangat kesal karenanya namun tidak ada gunanya berbicara bagi kami. Kami harus terus berjuang dan tidak fokus pada hal-hal ini,” ungkapnya seperti dinukil Goal International.

“Itu adalah tugas orang lain – kami tidak bisa berteriak. Beberapa keputusan dapat mengubah pertandingan dan VAR ada untuk menciptakan keputusan benar. Itu bukan alasan untuk kami.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Presiden UEFA Desak Sistem VAR Soal Offside Diubah

0

Vivagoal Internasional – Presiden Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, Aleksander Ceferin menyerukan agar sistem Video Assistant Referee (VAR) diubah. Menurut Ceferin, alat bantu wasit itu masih punya kekurangan, khususnya dalam penentuan garis offside.

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang dihadirkan dalam dunia sepakbola modern saat ini nyatanya masih menimbulkan sejumlah kontroversi. Meski sebagian pihak merasa puas dengan kehadiran VAR, tapi tidak sedikit yang mengkritik sistem penggunaannya.

Baca JugaVivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Ceferin sendiri menganggap VAR sudah mendatangkan kekacauan di dunia sepakbola Eropa saat ini, utamanya terkait posisi offside harus direvisi ulang.

“VAR buat semua berantakan. Saya tidak berpikir soal satu atau dua centimeter untuk offside. Saya pikir aturan dari UEFA sebelumnya sudah cukup.” kata Ceferin seperti dilansir dari BBC.

“Sayangnya, UEFA tidak memiliki banyak intervensi dalam kompetisi sepakbola di tiap-tiap liga mengenai aturan VAR ini. Ini jelas kesalahan jika terus dibiarkan.” kesalnya.

Ceferin sendiri mulai ragu bahwa VAR bisa membantu banyak tim. Pasalnya, dalam beberapa situasi yang meragukan di lapangan, VAR di saat yang bersamaan malah memiliki efek jangka panjang.

Baca juga: Jika Bukan Pemain Madrid, Mustahil Bisa Patahkan Dominasi Messi

“Jika anda adalah wasit di lapangan, meskipun ada ribuan orang yang menekan anda, keputusan tetap ada di diri anda, bukan dari orang yang bersembunyi di suatu tempat dan menatap layar.” jelas Ceferin.

“Sekali lagi, saya sangat skeptis bahwa VAR ini bisa berjalan baik. Faktanya hingga saat ini, semua berantakan dan banyak menimbulkan kontroversi.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

PSSI Geber Penggunaan VAR di Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Pergantian sosok Ketua Umum PSSI berdampak postif bagi sepakbola Indonesia. Terbaru, PSSI tengah matangkan penggunaan VAR. 

Hal tersebut diungkap langsung Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dilansir dari laman resmi federasi. Menurutnya, berdasar perintah Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta untuk melakukan pendalamaan soal penggunaan VAR dengan berkonsultasi bersama IFAB.

“Sesuai arahan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, implementasi VAR harus terus dimatangkan. Hari ini kita mengadakan pertemuan dengan IFAB untuk membahas prosedur dan kebijakan penerapan VAR,” kata Tisha.

IFAB sendiri merupakan badan yang memiliki otorisasi penerapan VAR dalam Law of The Game. Dimana penggunaan VAR harus mendapatkan persetujuan dari IFAB.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Dalam implementasi penggunaan VAR,  PSSI harus melewati enam tahapan besar. Dari mulai perencanaan, persiapan, offline, line (non competition), persetujuan dan live competition.

PSSI tidak main-main dalam menggarap penggunaan VAR di Indonesia. Ketum PSSI yang akrab disapa Iwan Bule menyebut keberadaan VAR bakal meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia.

“Kita ingin menaikan level kompetisi kita. Implementasi VAR adalah salah satu cara. Tentu saja kita juga akan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya wasit di Indonesia untuk kita dorong mendapatkan lisensi AFC dan FIFA,” kata Iriawan.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Mantan Presiden UEFA Sebut VAR Adalah Pembawa Masalah!

0

Vivagoal Berita Bola – Mantan Presiden UEFA, Michael Platini menyebut Video Assistant Referee (VAR) merupakan sebuah masalah dalam dunia sepakbola. Ia pun merasa risih dan mengau menentang pengadaan VAR dalam lapangan hijau.

Menurut Platini, VAR masih tak bisa menyelesaikan masalah. Ia justru menilai VAT justru membawa satu masalah menjadi lebih melebar. Bahkan ketika ia masih menjabat sebagai pimpinan UEFA, Platini menolak keras keberadaan alat yang katanya mampu mempermudah kinerja wasit mengambil keputusan krusial.

Var sama sekali tak menyelesaikan masalah. Alat itu hanyalah penambah masalah baru. VAR adalah sebuah omong kosong yang nyata,” ungkapnya kepada Rai2, seperti dinukil Goal International.

Platini sendiri saat ini sudah selelesai menjalani hukuman aktivitas bersentuhan dengan dunia speakbola pasca dirinya kedapatan terlibat dalam skandal suap piala dunia. Meski begitu, pria 64 tahun mengaku masih ingin menjalani satu petualangan yang manis di dunia sepakbola.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

“Saya masih berusia 64 tahun dan memiliki kesempatan untuk menjalani satu petualangan terakhir. Namun saya tidak ingin membuat kesalahan, jadi saya harus memikirkannya,” pungkas mantan kapten Timnas Prancis itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Dikartu Merah, Pemain AS Monaco Tendang Mesin VAR!

0

Vivagoal Ligue 1  –  Fullback AS Monaco, Ruben Aguilar sangat kecewa dengan kartu merah yang ia dapatkan kontra Saint-Etienne dalam lanjutan Ligue 1. Ia pun menumpahkan kekesalannya dengna menendang Video Assistant Refferee (VAR) pasca diusir keluar lapangan.

Dalam laga akhir pekan kemarin, Monaco harus kalah dengan skor 1-0 via gol Denis Bouanga. Ia pun kesal karena keputusan serupa pernah terjadi kepada Wesley Fofana namun taka da kartu yang dikeluarkan. Fullback 26 rahun mungkin merasa iri dan melampiaskan kekesalannya dengan menendang VAR.

Baca Juga: Kenapa Sih Bayern dan PSG Tak Berkutik di Eropa? 

Sejauh ini, penggunaan VAR memang sudah menjadi hal wajib di liga-liga top Eropa. Serie A dan Bundesliga sudah menggunakannya di thaun 2017. Setahun berselang, Ligue dan LaLiga mulai menggunakannnya. Inggris pun baru menggunakan teknologi ini di musim 2019/20.

Dalam prosesnya, teknologi yang pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia 2018 ini kerap menuai kontroversi. Tak jarang berbagai keputusan serta kejadian tak mengenakan menimpa tim-tim maupun pemain sepakbola di seluruh penjuru Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS