Home Tags VAR
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-20 Liga de Honra
Club GP W D L GD Pts
Farense 11 9 0 2 11 27
Nacional 11 6 4 1 9 22
Estoril 10 7 0 3 10 21
Leixoes 10 6 2 2 5 20
SC Covilha 9 6 1 2 7 19
See Complete Standings
FIXTURES
Varzim
Penafiel
Sat, 30/11 05:15 WIB
Varzim
SC Covilha
Sun, 8/12 05:15 WIB
Benfica B
Varzim
Sun, 15/12 04:00 WIB

Tag: VAR

Dikartu Merah, Pemain AS Monaco Tendang Mesin VAR!

0

Vivagoal Ligue 1  –  Fullback AS Monaco, Ruben Aguilar sangat kecewa dengan kartu merah yang ia dapatkan kontra Saint-Etienne dalam lanjutan Ligue 1. Ia pun menumpahkan kekesalannya dengna menendang Video Assistant Refferee (VAR) pasca diusir keluar lapangan.

Dalam laga akhir pekan kemarin, Monaco harus kalah dengan skor 1-0 via gol Denis Bouanga. Ia pun kesal karena keputusan serupa pernah terjadi kepada Wesley Fofana namun taka da kartu yang dikeluarkan. Fullback 26 rahun mungkin merasa iri dan melampiaskan kekesalannya dengan menendang VAR.

Baca Juga: Kenapa Sih Bayern dan PSG Tak Berkutik di Eropa? 

Sejauh ini, penggunaan VAR memang sudah menjadi hal wajib di liga-liga top Eropa. Serie A dan Bundesliga sudah menggunakannya di thaun 2017. Setahun berselang, Ligue dan LaLiga mulai menggunakannnya. Inggris pun baru menggunakan teknologi ini di musim 2019/20.

Dalam prosesnya, teknologi yang pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia 2018 ini kerap menuai kontroversi. Tak jarang berbagai keputusan serta kejadian tak mengenakan menimpa tim-tim maupun pemain sepakbola di seluruh penjuru Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Bos-Bos Liga Inggris Bakal Evaluasi Penggunaan VAR

Vivagoal Liga InggrisPenggunaan Video Assistant Referee di Liga Inggris menuai kontroversi. Para bos ini rencananya akan menggelar evaluasi bersama Mike Riley selaku ketua Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) pada Kamis (7/11) mendatang.

Penggunaan VAR memang menimbulkan beberapa masalah baru. Salah satu yang jelas terlihat adalah tidak adanya monitor di pinggir lapangan untuk membantu wasit utama.

Berbeda dengan penerapan VAR di La Liga, Serie A, Bundesliga – bahkan di Piala Dunia 2018 lalu dimana wasit utama diberi keleluasaan untuk melihat tayangan ulang langsung dari monitor. 

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Sedangkan aturan dari Premier League memutuskan wasit tidak perlu melihat tayangan ulang secara langsung. Mereka hanya mengandalkan instruksi wasit VAR yang melihat tayangan ulang di ruangan khusus.

Kontroversi VAR terbaru terjadi saat Jurgen Klopp mengeluhkan keputusan offside Roberto Firmino yang tidak jelas saat Liverpool bertemu Aston Villa. Klopp mengklaim timnya sering dirugikan sejumlah keputusan VAR sejauh ini, dia ingin kejelasan lebih.

Hasil imbang Everton melawan Tottenham Hotspur dinilai juga dibalut dengan kinerja kurang maksimal VAR. Insiden jatuhnya Dele Alli di dalam kotak penalti dianggap bukan pelanggaran, padahal VAR menghabiskan tiga menit untuk membuat keputusan.

Alhasil, pertemuan Kamis mendatang bakal mendiskusikan beberapa masalah. Salah satunya wasit utama yang bakal diizinkan melihat monitor di samping lapangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Penggunaan VAR di Premier League Tak Sesuai Ekspektasi

Vivagoal Liga Inggris – Setelah 11 pertandingan berjalan, VAR terlihat lebih banyak menghadirkan kontroversi ketimbang menghilangkannya. VAR tidak benar-benar membantu di Premier League.

Musim ini menjadi musim pertama Premier League menerapkan VAR. Musim sebelumnya, teknologi yang mengandalkan rekaman pertandingan itu sudah mulai diuji coba pada beberapa kompetisi domestik lainnya.

Baca juga: Pogba Mengaku Tak Sabar Ingin Segera Bermain

Hanya saja penggunaan VAR justru menuai banyak kontroversi. Berbeda dengan di liga-liga Eropa lainnya, wasit utama di Premier League tidak bisa melihat tayangan ulang secara langsung. Dia hanya mendengar keputusan wasit VAR yang berada di ruangan khusus.

Proses yang terjadi rawan mengundang kontroversi terutama dari pemirsa layar kaca. Mereka bisa dengan lebih jelas melihat siaran ulang dari stasiun televisi dan membuat penilaian sendiri yang tentu bukan asal bicara.

Beberapa pihak termasuk analis Sky Sports, Jamie Carragher pun mulai mempertanyakan penggunaan VAR. Mantan pemain Liverpool yang dulunya mendukung penggunaan VAR itu pun kini mulai kehilangan kepercayaannya.

“Saya tidak pernah mendukung VAR secara penuh. Saat itu saya merasa VAR harus diberi kesempatan dan entah mengapa saya mendorong penggunaan VAR karena banyak orang yang saat itu menolaknya,” ujar Carragher.

“VAR didatangkan untuk membantu permainan, maksud saya bukan hanya pemain di lapangan, melainkan juga suporter, analis, dan juga pemilik klub.”

Baca juga: Arsenal Bermain Seperti Tim Bola Basket

Lebih lanjut Carragher mengatakan jika VAR tak memberi solusi terutama kepada wasit. Ia melihat para pengadil lapangan justru kesulitan dalam mengambil keputusan.

“Sekarang saya melihat VAR dan berpikir bahwa itu tidak bisa lagi dibela. Sebenarnya saya justru lelah mendengar komplain orang-orang perihal VAR,” imbuh Carragher.

“Sayangnya, saya tidak punya alasan untuk menyerang balik mereka, sebab inti penggunaan VAR adalah untuk membantu wasit [tapi justru menyulitkan],” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lampard Sebut Keberadaan VAR Tak Efektif. Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Manajer Chelsea, Frank Lampard menilai jika VAR merupakann sebuah alat kurang efektif untuk dijadikan parameter keputusan wasit. Argumen tersebut muncul kala Watford mendapatkan hadiah penalty kala bersua Chelsea, Sabtu (1/11) kemarin.

Dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Chelsea, Lampard menyoroti proses terjadinya gol Watford via titik putih. Menurut Lamps, The Hornets memang dibantu oleh VAR.  Ia bahkan menilai wasit tak yakin dengan keputusannya menunjuk titik putih.

“Saya tahu itu sedikit kontroversi dan mungkin memberi tekanan pada para wasit, tapi jika kami ingin mengatakan ada area abu-abu, serta mengubah keputusan karena wasit di posisi lain lebih berpikir penalti dibanding wasit lainnya di lapangan, maka saya kira kami berada di situasi yang berbahaya,” bukanya kepada Goal International.

Meskipun sedikit dirugikan, Lamps tetap menjaga tren positif Chelsea. Ia bahkan sukses mengemas 7 kemenagan tandang secara beruntun. Kemenangan atas Watford sendiri membuat Chelsea menyodok ke posisi empat besar dengan raihan 23 angka dari 11 laga.

Baca Juga: Chelsea Berada di Jalur yang Tepat Bersama Lampard

Sementara Watford sendiri makin terbenam di posisi juru kunci. The Hornets baru mengumpulkan 5 poin dari 11 laga yang mereka mainkan. Bahkan, tim yang pernah dimiliki Elton John ini belum pernah sekalipun meraih kemenangan di liga!

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pemilik Fiorentina Anggap Penggunaan VAR di Serie A Tak Maksimal

Vivagoal – Serie A – Pemilik Fiorentina Rocco Commisso menilai VAR di Italia masih belum berjalan dengan benar pasca timnya dikalahkan Lazio 1-2 Minggu (27/10). Menurutnya kejadian buruk yang melibatkan pemainnya Franck Ribery tidak akan terjadi jika VAR dilakukan dengan maksimal.

Sebelumnya di akhir pertandingan lalu, Ribery terlihat mendorong asisten wasit dua kali. Ribery merasa kecewa dengan keputusan kontroversial yang pada akhirnya merugikan La Viola.

Pemain asal Perancis itu menjadi frustasi setelah ditarik keluar lapangan 14 menit sebelum  Ciro Immobile mencetak gol kemenangan untuk Lazio. Saat ini Ribery kemungkinan besar bakal menerima sanksi yang cukup berat.

Rocco telah siap untuk menerima keputusan tersebut. Ia menilai tindakan dari Ribery merupakan bentuk frustasi para pemain karena kebobolan di menit-menit akhir. Padahal sebelumnya telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Jordan Lukaku pada Riccardo Sottil. Tetapi tidak mendapatkan hukuman serta tidak di cek melalui VAR.

“Kami memiliki tayangan ulang di AS bertahun-tahun dan tidak ada masalah. Tadi malam, saya melihat hal itu menjadi kontroversi di Italia,”ujar Rocco dilansir One Football.

Baca Juga : Berperilaku Buruk, Ribery Siap Dihukum Berat

Ia menambahkan bahwa kejadian yang menimpa mereka sedikit memalukan. Karena hal itu akan berdampak absennya Ribery dalam waktu yang cukup lama.

“Ribery sedikit gugup dan Ia salah, meski kami memiliki alasan. Kita lihat bagaimana kami melanjutkan perjalanan sisa musim ini.

“Tapi pada dasarnya semua itu berasal dari pelanggaran yang tidak diberikan sebelumnya. Mengapa harus ada VAR jika tak digunakan? Itu sama dengan saat melawan Napoli,”ungkap Rocco.

Fiorentina kini untuk sementara berada di peringkat sembilan tabel klasemen dengan 12 poin. Sementara Lazio berada dua peringkat diatas mereka di posisi 6 dengan 15 poin hasil kemenangan atas La Viola.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pelatih Manchester City Kesal dengan VAR

Vivagoal Liga InggrisPelatih Manchester City, Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan kemarahannya usai The Citizens tak diberikan penalti saat melawan Crystal Palace di laga Premier League.

Anak asuh Pep Guardiola telah berhasil meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 2-0 usai mengalahkan Crystal Palace. Kendati telah berhasil menundukkan lawannya, akan tetapi Pep masih merasa kesal dengan VAR yang tak bekerja dengan baik.

Kekesalan Pep, berawal dari Kevin de Bruyne didorong oleh Zaha. Namun, wasit yang memimpin jalannya pertandingan, Anthony Taylor memutuskan untuk tak memberikan hadiah penalti kepada The Citizen usai meninjau VAR.

Baca Juga: MU Salah Besar Lepas Lukaku, Kenapa?

Terkait hal tersebut, Pep Guardiola merasa marah dan mengatakan: “Ini diving, Ini diving. Mengapa setiap akhir laga selalu ada diving. Tentu saja, saya sangat frustasi.

Dalam hal ini, Guardiola telah menunjuk Fernandinho dan Rodri sebagai pasangan emas menjadi bek tengah Manchester City menyusul Nicolas Otamendi dan John Stones kurang fit.

“Tak mudah bermain dengan posisi yang berbeda terutama melawan penyerang Palace (Zaha), Jordan Ayew dan Benteke. Namun pada akhirnya mereka telah melakukan dengan sangat cemerlang,” ujarnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Gundogan; Saya Bukan Fans Berat VAR!

Vivagoal Liga Inggris – Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan menyebut jika VAR sudah mengubah sepak bola namun belum ke arah yang lebih baik.

Musim ini menjadi musim perdana Premier League resmi menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Keputusan penggunaan teknologi yang mengandalkan siaran ulang itu sendiri terbilang tertinggal dari liga-liga top Eropa lainnya.

Baca juga: Solskjaer Pertimbangkan Opsi Pertahankan Alexis Sanchez

Namun ada alasan kuat kenapa pihak Premier League perlu mengkaji secara mendalam penggunaan VAR. Kendati disebut mampu meminimalisir kesalahan keputusan namun VAR tetap membawa kemungkinan buruk seperti pro kontra, atmosfer pertandingan yang pastinya berubah serta keputusan-keputusan kontroversial yang nantinya mungkin bisa terjadi.

Hal itulah yang menjadi alasan kenapa Gundogan tidak terlalu mendukung penggunaan VAR. Menurutnya masih ada masalah-masalah yang terjadi ketika VAR belum diterapkan.

“VAR mengubah sepak bola tak cuma untuk pemain, tapi juga untuk penonton dan semua orang yang mencintai pertandingan ini. Sialnya, itu mengambil alasan utama mengapa kita semua mencintai sepakbola, dan itu emosi yang ada di dalamnya,” kata Gundogan di The Sun.

Baca juga: MU Butuh Waktu Tuk Kembali Jadi Kandidat Juara

“Saya bukan fans berat VAR meski kita tak bisa menampik bahwa itu bisa membantu wasit untuk mengambil keputusan. Tapi, masalah terbesarnya adalah meski saat insiden telah dirujuk ke VAR, masih belum ada penilaian yang jelas.”

“Setelah pertandingan, kita masih mendiskusikan apakah itu gol, penalti, atau offside. Dan saya melihat hal ini belum berubah bahkan dengan VAR,” dia menambahkan.

Manchester City mungkin menjadi klub Inggris paling dirugikan setelah VAR digunakan. Mereka terpaksa gugur di Liga Champions musim lalu setelah gol kemenangan Sergio Aguero dianulir VAR.

Baca juga: Chelsea Minta Prancis Tak panggil Kante, Kenapa?

Situasi serupa terjadi ketika City kembali bertemu Spurs di Premier League musim ini. Gol penentu kemenangan City oleh Gabriel Jesus dianulir karena sebelumnya terjadi handball. Setelah itu City kembali dirugikan saat mereka tidak mendapat hadiah penalti ketika David Silva dilanggar oleh pemain Bournemouth di pekan ketiga Premier League akhir pekan kemarin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dikabarkan Ribut dengan Aguero, Pep Guardiola Buka Suara

Vivagoal Liga InggrisAda hal menarik dalam laga City kontra Tottenham Hotspur, bukan terkait VAR, melainkan perdebatan yang terjadi antara Pep Guardiola dengan Sergio Aguero saat sang pemain ditarik keluar.

Saat laga memasuki menit ke-65, Aguero pun ditarik keluar oleh Pep. Juru gedor Argentina itu digantikan oleh Gabriel Jesus. Saat ditarik. Aguero memasang raut wajah yang cukup kesal. Bahkan kamera sempat menangkap perdebatan keduana.

Tak ingin suasana berlarut-larut, Pep langsung buka suara terkait perdebatan keduanya. “Dia (Aguero) merasa saya tidak senang kepadanya karena kebobolan kedua kami yang dari sepak pojok. Saya menginginkan penjagaan satu lawan satu,” ucap Pep.

Kesimpulannya, indikasi Aguero tak senang digantikan hanyalah rumor belaka yang coba dibesar-besarkan media Eropa. Dalam pertandingan tersebut, City hanya mampu bermain imbang dengan skor 2-2.

Baca Juga: Lagi, VAR Rugikan Manchester City!

Sejatinya, City bisa saja mengunci laga dengan kemenangan andai gol Gabriel Jesus tak dianulir wasit. Namun Jesus boleh menentukan dan VAR memiliki kuasa lain.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kapten Tottenham Sempat Yakin Timnya Bakal Kalah

Vivagoal Liga InggrisKapten sekaligus penjaga gawang utama Tottenham Hotspur, Hugo Lloris sempat menyangka jika timnya akan kalah pasca Gabriel Jesus melesatkan gol di menit-menit terakhir pertandingan. Namun ia bisa tersenyum lega pasca wasit menganulir gol Jesus setelah melihat tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR).

Pada laga yang dilangsungkan di Etihad Stadium, Sabtu (17/8), kedua tim bermain dengan tempo cepat. Gol demi gol pun dilesatkan dalam waktu yang singkat. Raheem Sterling membuka keunggulan City di menit ke-20. Namun tiga menit berselang, Spurs mampu menyamakan kedudukan melalui Erick Lamela. Sepuluh menit jelang turun minum, Sergio Aguero membawa City unggul 2-1 di babak pertama.

Memasuki paruh kedua, Spurs membuka asa. Lilywhites menyamakan kedudukan lewat pemain pengganti asal Brazil Lucas Moura di menit ke-56. The Sky Blues hampir mengunci kemenangan melalui gol Gabriel Jesus pasca menerima umpan dari Aymeric Laporte. Namun setelah melihat tayangan ulang via VAR, wasit pun menganulir gol Jesus karena bola sebelumnya sudah mengenai tangan Laporte.

Lloris pun mengomentari tentang prosesi gol Jesus sesaat setelah pertandingan. “Sejujurnya aku pikir itu adalah gol. Agak sial bagi City. Siapa pun memiliki interpretasi yang berbeda saat ini. Tetapi kami sangat senang pada intinya,” kata Lloris seperti dikutip dari BBC.

Baca Juga: Lagi, VAR Rugikan Manchester City!

“Aku melihat ke layar dan menyadari ada handball yang menguntungkan kami dan sial bagi City, tetapi ada banyak pertandingan di depan. Untuk saat ini kami hanya perlu menikmati momen ini,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lagi, VAR Rugikan Manchester City!

Vivagoal Liga InggrisManchester City harus puas bermain imbang 2-2 kala menjamu Tottenham Hotspurs di Etihad Stadium pada Sabtu (17/8). Sejatinya City sempat mencetak gol pada menit akhir pertandingan via Gabriel Jesus. Namun berkat teknologi VAR, kemenangan di depan mata City terpaksa buyar.

Sebelumnya, City juga pernah mengalami hal serupa di ajang Liga Champions empat bulan lalu. Kala itu, 17 April 2019, City mampu melesatkan gol ke gawang Spurs melalui lesatan Raheem Sterling. Namun wasit menganulir gol tersebut.

Dianulirnya gol tersebut membuat City harus mengubur mimpi melaju ke semifinal Liga Champons. Artinya dengan kejadian serupa, City sudah dua kali dirugikan olek kepurusan Video Assistant Referee (VAR).

Dalam laga yang digelar di Etihad, City sejatinya unggul terlebih dahulu via gol Raheem Sterling di menit ke-20. Namun tiga menit berselang, Spurs mampu menyamakan kedudukan melalui Erick Lamela. Meski begitu, pasukan Pep Guardila sukses menutup paruh pertama lewat gol Sergio Aguero di menit ke-35. Skor pun berubah menjadi 2-1.

Memasuki paruh kedua, Spurs menyamakan kedudukan lewat pemain pengganti Lucas Moura di menit ke-56. The Sky Blues hampir mengunci kemenangan melalui gol Gabriel Jesus pasca menerima umpan dari Aymeric Laporte. Namun setelah melihat tayangan ulang via VAR, wasit pun menganulir gol Jesus karena bola sebelumnya sudah mengenai tangan Laporte.

Baca Juga:

Hasil ini pun membuat City turun ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan empat poin. Sementara Tottenham bertengger di peringkat kelima dengan empat poin.

Susunan Pemain: Bintang Jerman terbang ke Austria untuk Operasi Lutut

Manchester City: Ederson; Walker, Otamendi, Laporte, Zinchenko; Gundogan, Rodri (David Silva 78′), De Bruyne; Sterling, Aguero (Jesus 66′), Bernardo Silva (Mahrez 80′).

Tottenham: Lloris; Walker-Peters, Alderweireld, Sanchez, Rose; Winks (Moura 56′), Sissoko, Ndombele; Eriksen (Skipp 90′), Lamela (Lo Celso 85′); Kane.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS