Sumber: Getty Images

Tak Hanya di Indonesia, Krisis Finansial Klub Melanda Ligue 1 Prancis!

Zulfikar Abdul Syukur - Oktober 2, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Ligue 1 –Gagalnya tata kelola hak siar, membuat krisis finansial parah melanda Ligue 1. Utang-utang klub yang semakin membengkak dan runtuhnya daya jual kompetisi menjadi masalah serius Liga Prancis. Situasi seperti ini tentunya membuat liga tidak berjalan dengan baik dan berisiko merembet ke masalah-masalah mendasar klub. Seperti membayar gaji pemain hingga biaya operasional klub.

Idealnya, hak siar televisi di Ligue 1 itu menyumbang 45% dari total pemasukan klub-klub Prancis. Namun serangkaian kegagalan dari otoritas liga, LFP, (Ligue de Football Profesionnel), menghancurkan fondasi yang telah berdiri selama ini. Semua bermula saat pandemi covid 19 melanda dunia.

Sumber: Getty Images

Di tahun 2020, terjadi efek domino dari Mediapro yang merupakan agen hak siar asal Prancis yang diisi mayoritas investor dari Cina. Kegagalan Mediapro dalam pengelolaan hak siar di Ligue 1 memicu krisis keuangan terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis. Sebelumnya, perusahaan multimedia ini menjadi sorotan juga karena berhasil memenangkan tender hak siar Ligue 1 periode 2020-2024 dengan nilai kontrak fantastis sebesar 1,15 miliar Euro per musimnya.


Baca Juga:


LFP kemudia menjalin kerja sama baru dengan DAZN senilai 400 juta Euro per musim. Namun, karena jumlah peminat sangat sedikit dan terjadi sengketa penahanan pembayaran akibat isu pembajakan digital, DAZN akhirnya memutuskan kontrak secara sepihak hanya dalam waktu singkat.

Sumber: Getty Images

Sialnya, di musim 2026/2027 beIN Sports ikut menarik diri dan seluruh pertandingan Ligue 1 disiarkan secara mandiri melalui platform liga. Langkah seperti ini membuat liga mencari pelanggan satu per satu tanpa jaminan uang muka dari TV tradisional. Akibatnya, terjadi pembengkakan utang dan kerugian operasional yang signifikan dari klub-klub Ligue 1. Kerugian ini menjadi kolektif dan melonjak drastis mencapai 457 juta Euro. Klub-klub Ligue 1 juga mengalami penurunan pendapatan yang signifikan dan masuk kategori merugi besar. Dari 18 klub tercatat hanya tujuh klub yang mencatatkan keuntungan.

Secara hierarki, LFP berada di bawah wewenang induk organisasi sepak bola Prancis yakni Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Situasi yang semakin buruk ini, tentunya mengancam kesehatan finansial bagi klub-klub Prancis. Bagaimana federasi sepak bola Prancis menyelesaikan masalah tersebut?  

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com