Valencia Marah Setelah Pelatih Atalanta Lakukan Hal Ini di Leg Kedua Liga Champions

0
13
Gasperini

Vivagoal Liga Champions Wakil La Liga, Valencia mengecam keputusan pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini yang tetap menghadiri leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Spanyol walaupun terinfeksi virus corona.

Pada leg kedua tersebut Atalanta berhasil meraih kemenangan 4-3 di Mestalla, markas Valencia. Wakil Serie A itu kemudian berhak lolos usai unggul agregat 8-4.

Namun Valencia dibuat kesal atas pertemuan kedua tim tersebut. Bukan karena kekalahan yang mereka derita, namun karena fakta bahwa pelatih lawan tiba di sana dalam keadaan terjangkit Corona.

“Saya takut. Sehari sebelum pertandingan saya merasa sakit, sorenya di hari pertandingan semakin memburuk. Dua malam setelah itu saya kurang tidur,” ujar Gasperini kepada La Gazzetta dello Sport.

“Jika Anda melihat gambar, saya tidak terlihat baik di bangku cadangan. Itu terjadi pada 10 Maret [saat bertemu Valencia]. Dua malam setelahnya, saya tidak bisa tidur nyenyak. Saya tidak mengalami demam, tapi saya seperti merasakan keberadaannya [corona],” jelasnya.


Baca Juga:


“Setiap dua menit, ambulan lewat, karena ada rumah sakit dekat dengan tempat latihan. Terdengar seperti area perang. Di malam hari saya selalu berpikir: ‘Apa yang akan terjadi pada saya jika saya beranjak ke rumah sakit? Saya tidak mau pergi sekarang, masih ada banyak pekerjaan yang harus dijalani’,” katanya lagi.

“Itu cara saya mencandai diri saya sendiri agar suasana hati tidak jatuh. Tapi disisi lain, saya benar-benar memikirkan tentang itu,” ungkap mantan pelatih Inter Milan itu.

Tes terkini memperlihatkan hasil jika manajer Atalanta itu memiliki antibodi Covid-19 yang berasal dari beberapa penyakit pada dirinya.

Valencia jelas berang dengan sikap Gasperini. Mereka menilai langkah tersebut telah membahayakan banyak orang.

“Menyusul pernyataan pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini, yang mengungkap di media Italia pada Minggu, Valencia secara terbuka ingin menyatakan keterkejutan terkait fakta bahwa sang pelatih dari tim rival di babak perdelapan-final Liga Champions mengakui bahwa sehari sebelum dan hari ketika pertandingan dimainkan pada 10 Maret di Mestalla, dia sadar, setidaknya dirinya sendiri, mengalami gejala yang mungkin sesuai dengan virus corona tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan. Jika itu yang terjadi, itu berisiko kepada banyak orang ketika kunjungan mereka dan saat berada di Valencia,” pernyataan resmi klub.

“Harus diingat, pertandingan ini diselenggarakan secara tertutup, dengan langkah-langkah ketat, merujuk pada kewajiban dari otoritas kesehatan Spanyol demi mencegah risiko penularan Covid-19, tepatnya kehadiran orang-orang dari daerah yang sudah secara publik berisiko,” tambah Valencia.

Kala itu, Italia memang menjadi negara Eropa dengan dampak corona terbesar. Setelahnya wabah merebak ke seantero benua biru termasuk Spanyol.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here