AFP via harian.disway.id

Vicario Murka Usai Juventus Kalah Dramatis dari Sassuolo

Rizal Saleh - September 14, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Serie A Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah Bianconeri menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Sassuolo. Ia menilai Juventus melakukan kesalahan elementer di lini pertahanan yang sebenarnya sudah dibahas berulang kali sepanjang pekan.

Juventus dua kali berada dalam posisi tertinggal setelah Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie memanfaatkan kegagalan lini belakang menerapkan jebakan offside. Namun, Bianconeri selalu mampu menyamakan kedudukan berkat dua gol individu Edon Zhegrova.

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan skor imbang, Juventus justru kehilangan keseimbangan. Seluruh pemain bergerak maju untuk mencari gol kemenangan, tetapi Sassuolo memanfaatkan ruang yang terbuka di lini belakang.

Vasilije Adzic kemudian menjadi mimpi buruk Juventus. Ia menerima ruang dalam situasi satu lawan satu sebelum melepaskan tembakan melengkung yang melewati Douglas Luiz dan bersarang di gawang pada detik-detik terakhir pertandingan.

(Massimo Paolone/LaPresse via AP via bola.com

Gol tersebut membuat Vicario terlihat sangat frustrasi. Sang penjaga gawang bahkan tampak meluapkan kemarahannya karena Juventus gagal memberikan perlindungan yang cukup di belakang.

“Kekecewaan kami sangat besar. Saya memahami keinginan untuk maju dan memenangkan pertandingan karena kami adalah Juventus dan kewajiban kami adalah selalu mengejar kemenangan. Namun, kami kehilangan keseimbangan, padahal kami sudah membicarakan hal ini sepanjang pekan,” ujar Vicario kepada DAZN Italia.

Menurut Vicario, klub sebesar Juventus tidak seharusnya kebobolan dengan cara seperti tersebut. Vicario lantas meminta rekan-rekannya lebih tenang dalam mengelola pertandingan, terutama ketika berusaha mencari kemenangan di menit-menit akhir.


Baca Juga:


“Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah klub dengan sejarah yang sangat besar dan kami tidak bisa membiarkan gol-gol seperti itu terjadi. Kami harus lebih tenang dan seimbang karena kami memiliki tim yang penuh kualitas dan mampu menciptakan banyak peluang,” lanjutnya.

Pekan lalu, Bianconeri justru berhasil menyelamatkan satu poin pada menit-menit akhir ketika Federico Gatti mencetak gol penyama kedudukan untuk mengamankan hasil 1-1 melawan AC Milan. Kini, situasinya berbalik. Juventus yang sebelumnya mampu memanfaatkan momen akhir pertandingan justru harus menjadi korban serangan balik pada detik terakhir.

Vicario menilai kekalahan dari Sassuolo meninggalkan dua perasaan sekaligus, kemarahan dan penyesalan. Menurutnya, Juventus telah berhasil membalikkan momentum pertandingan, tetapi gagal mengontrol situasi pada fase krusial.

“Menurut saya, keduanya. Kami sudah berhasil mengubah jalannya pertandingan menjadi menguntungkan kami. Kami harus bisa mengendalikan momen-momen seperti ini dengan lebih baik karena kami memiliki kualitas,” katanya.

Vicario juga mengingatkan bahwa Juventus harus memahami risiko ketika seluruh pemain maju untuk mengejar kemenangan. Mencetak gol pada detik terakhir memang mungkin terjadi, tetapi hal yang sama juga berlaku untuk kebobolan.

“Kami harus menyadari bahwa kami bisa mencetak gol pada detik terakhir, tetapi kami juga bisa kebobolan. Karena itu, kami harus sedikit lebih berhati-hati,” tuturnya.

Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com