
Walau Tersingkir, RD Kongo Tinggalkan Kesan Positif di Piala Dunia 2026
Vivagoal – Piala Dunia 2026 – Hanya berjarak kurang dari setengah jam sebelum menciptakan sejarah besar di Piala Dunia 2026, RD Kongo pada akhirnya harus menyerah dari Timnas Inggris, tapi kubu Les Léopards dianggap meninggalkan jejak positif pada ajang tertinggi dunia sepakbola itu.
Tampil sebagai kuda hitam, RD Kongo mengejutkan Timnas Inggris dengan mencetak gol pertama, Kamis (1/7) malam WIB pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Sepakan Brian Cipenga saat laga baru berjalan enam menit mampu menggetarkan gawang Inggris, yang dijaga Jordan Pickford.
Keunggulan 1-0 itu mampu dieprtahankan oleh Kongo selama lebih dari satu jam pertandingan berlangsung. Kegigikan pasukan Sebastien Desabre itu sanggup menghalau berbagai usaha yang dilancarakan oleh The Three Lions.

Sayangnya 15 menit jelang waktu normal babak kedua selesai, Inggris mampu mengejar dan membalikan keadaan atas Kongo. Diawali sundulan pada menit ke-75, Harry Kane memastikan kemenangan Inggris lewat gol keduanya pada menit ke-86.
Meski mimpi mereka untuk menciptakan sejarah pupus, tapi Desabre tetap memandang tinggi pencapain yang ditorehkan Kongo di Piala Dunia 2026. Menurut Desabre, Kongo meninggalkan ajang empat tahunan itu dengan kesan positif dan membanggakan.
Baca Juga:
- Klub Kroasia Bocorkan Kepindahan Kaptennya ke Persija
- Jadi Bintang Tamu Meet & Greet Bareng Indofood, Witan Sulaeman Bertahan di Persija?
- Bintang Arsenal Sebut Timnas Inggris Punya Algojo Penalti Terbaik
- Bosnia Tak Pedulikan Suara Sumbang dari Kubu Amerika Serikat
“Saat mewakili tim nasional, kita harus meninggalkan citra yang baik, dan saya yakin telah melakukannya. Kami lebih merasa bangga daripada kecewa. Tentu saja kecewa harus tersingkir dari Piala Dunia, tetapi mencetak lima gol dalam turnamen ini dan menghadapi tim-tim dengan peringkat jauh lebih tinggi serta berhasil meraih hasil yang bagus,” ujar Desabre dilansir Reuters.
Secara luas penampilan Kongo dihadapan Inggris itu cukup mengejutkan publik, karena mereka tidak sepenuhnya main bertahan. Kubu Les Léopards berani untuk tidak menampilkan formasi lima bek, dan beberapa kali mampu menciptakan bahaya besar bagi lini pertahanan Inggris.
“Kami ingin memanfaatkan lebar lapangan dan membutuhkan ruang. Tim juga ingin menutup area tengah dengan lebih baik serta memutus jalur ke (Elliott) Anderson, yang berperan penting dalam pembangunan serangan Inggris,” tambah Desabre.
“Kami berhasil memojokkan Inggris, tetapi mereka bereaksi, dan itulah kemampuan tim-tim besar ini. Dibutuhkan striker terbaik di dunia untuk menyelamatkan mereka, dan itulah yang terjadi saat menghadapi negara-negara besar ini. Kami telah melakukan yang terbaik, kami hampir menang, tetapi ini juga bisa dianggap sebagai semacam kemenangan bagi kami.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















