Sempat menuai rasa optimis ketika menang di final leg pertama AFF 2016, rupanya Alfred Riedl harus kembali lagi ke tanah air dengan tangan hampa. Dan Indonesia harus kembali menjadi juara dua kompetisi tingkat ASEAN tersebut. Namun begitu, kita harus mengapresiasi apa yang telah dipersembahkan oleh pelatih berusia 67 tahun tersebut. Berikut Vivagoal sajikan 5 fakta dari Alfred Riedl yang dirangkum dari berbagai sumber. Terima kasih opa!

  1. Berprestasi saat menjadi pemain

Kita mulai mengenal sosok Riedl ketika ia menjadi pelatih tim nasional Indonesia, tetapi siapa sangka kala menjadi pemain, Riedl merupakan sosok striker yang haus akan gol. Bahkan tiga kali menjadi top skorer , satu di Nationalliga Austria bersama Austria Vienna, dan Jupiler Pro League Belgia bersama Sint Truident. Ia juga dua kali merengkuh gelar juara Liga Austria bersama Austria Vienna, dan hebatnya trofi tersebut ia rengkuh di usia 20 tahun! ia juga pernah membela Standard Liege salah satu klub besar di Belgia selama empat musim, sebelum kembali ke Austria dan pensiun bersama VFB Modling sembari menjabat asisten pelatih.

  1. Gantung Sepatu dan Langsung Latih Tim Nasional

Selepas gantung sepatu, mengawali karir kepelatihannya sebagai asisten pelatih bersama Modling, Namun, tidak lama setelahnya langsung menangani tim nasional Austria yang baru saja gagal di fase grup Piala Dunia 1990. Sayangnya, ia bisa dikatakan gagal karena hanya memenangkan 1 dari 8 pertandingan, sisanya 3 kali seri dan empat kali kalah. Setelahnya ia beberapa kali menangani klub Austria, dan setahun sesudahnya barulah ia malang melintang menangani tim luar negeri di Maroko, Mesir, dan Vietnam.

  1. Mendapatkan Donor Ginjal dari fans Vietnam dan tak pernah Selebrasi gol

Alfred Riedl mengenal sepakbola Asia Tenggara ketika melatih Vietnam pada 1998. Walaupun sempat kembali melatih klub Quwait dan tim nasional Palestina, ia kembali melatih Vietnam pada 2005. Sayangnya, pada awal 2006, kondisi tubuh Riedl menurun dan ia didiagnosa mengalami gagal ginjal. Puluhan warga Vietnam yang mengetahui kabar ini kemudian mendaftarkan diri sebagai calon donor,  hingga terpilih dua orang pendonor yang pergi ke Austria bersama Riedl untuk melakukan donor ginjal. Nama seseorang pendonor tersebut sempat dirahasiakan sampai akhirnya pada 2010, ia dipertemukan kembali dengan sang pendonor di sebuah acara televisi di Indonesia.Konon, hal inilah yang membuat dirinya enggan untuk merayakan gol sebagai bentuk terima kasihnya kepada suporter yang telah mendukungnya.

  1. Puncak Karir Kepelatihan bersama Vietnam

alfred riedl vietnam

Mengasuh skuad Vietnam, Alfred Riedl bisa dibilang berada di puncak karir kepelatihanya ketika mereka berlaga di Piala Asia tahun 2007 di mana Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Thailand menjadi tuan rumah bersama. Di Fase grup, tanpa diduga mereka mengkandaskan Uni Emirat Arab dengan skor dua gol tanpa balas. Setelahnya, mereka menahan seri qatar, dan terakhir mereka dikalahkan oleh Jepang dengan skor 4-1 dan berhasil lolos ke babak perempat final. Sayangnya, mereka harus bertemu dengan Irak, yang mengalahkan mereka dengan skor 2-0 dan berhasil merengkuh gelar juara di final.

  1. Melatih Indonesia, Dua Kali ke Final Piala AFF, dua kali jadi juara dua

Alfred Riedl kemudian melanjutkan perjalanannya bersama tim nasional Indonesia, yang bisa dibilang jatuh bangun. Ia pernah merasakan pujian di persiapan dan awal ajang Piala AFF 2010, ketika menang telak dalam tiga laga persahabatan, dan dua laga awal. Namun, ia dicaci ketika gagal di Malaysia pada laga pamungkas leg pertama dan hanya menang 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno. Riedl berhasil membawa kembali Indonesia ke final turnamen yang sama pada 2016, namun harus kembali menelan pil pahit kalah dari Thailand beberapa waktu yang lalu.

 

Leave a Reply