
5 Fakta Pemain Afrika yang Paling Berpengaruh di Dalam Maupun Luar Lapangan
- Didier Drogba

Pemain asal Pantai Gading ini pernah menjadi ujung tombak andalan Chelsea. Sang pemain mengoleksi 164 gol dalam dua periodenya membela The Blues. Pada periode tersebut, ia sempat membantu tim menangi empat gelar Premier League dan satu Liga Champions. Di Timnas Pantai Gading, 65 gol menjadi sumbangsihnya untuk Les Elephants.
Selain berpengaruh di lapangan hijau, Drogba berperan penting dalam menghentikan perang saudara yang terjadi di negaranya pada tahun 2005-2007. Ia memberikan pernyataan emosional dan bersikukuh melakukan pertandingan Kualifikasi Piala Afrika di Bouake yang notabene wilayah pemberontak sebagai bentuk aksi perdamaian. Keputusan sang pemain akhirnya memicu gencatan senjata dan penandatangangan perjanjian damai antara pemerintah dan pemberontak pada 2007.
- Sadio Mane

Nama Sadio Mane mulai harum kala sang pemain membela Southampton. Liverpool, Bayern Munich. Pasca petualangannya di Eropa rampung, Al-Nassr menjadi klub beruntung yang merasakan performa impresifnya. Jajaran trofi seperti Premier League, Bundesliga, hingga Champions League sudah Ia raih dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan bersama Timnas Senegal, total 53 gol telah Ia bukukan dengan koleksi dua trofi Piala Afrika bagi negaranya.
Selain prestasinya di sepakbola, pemain yang kini berkarir di Arab itu juga ikut serta dalam memajukan kampung halamannya, Bambali. Di sana Ia membiayai pembangunan rumah sakit, sekolah, masjid, hingga SPBU, serta menyediakan internet 4G dan memberi bantuan keuangan bulanan untuk penduduk desa. Mane juga pernah mendapatkan gelar National Order the Lion dari Presiden Senegal kala itu, Macky Sall pasca hantarkan negaranya mendulang Piala Afrika 2021 lalu.
- Samuel Eto’o

Barcelona, Inter Milan, hingga Chelsea pernah memiliki penyerang tajam asal Kamerun dalam diri Samuel Eto’o. Sang pemain merasakan empat gelar Champions League dan menjadi pemain yang pernah treble berturut-turut dengan dua tim yang berbeda (Barcelona 2008/09 dan Inter Milan 2009/10) Bersama Timnas Kamerun, Ia menciptakan 56 gol dan meraih dua gelar Piala Afrika.
Namanya pernah dipilih sebagai Pemain Sepak Bola Afrika Terbaik tahun 2003, 2004, 2005, serta 2010. Karena pengaruh besarnya dalam sepakbola di negaranya, Eto’o kemudian mengajukan diri dan terpilih menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun sejak 2021 hingga sekarang. Selain mencoba berkontribusi langsung pada sepakbola, ia juga mendirikan yayasan yeng berfokus pada perlindungan anak dan pemuda melalui pendidikan, kesehatan, dan inklusi sosial.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: MLS Jadi Taman Bermain Baru bagi James Rodriguez
- Obrolan Vigo: Masih Layakkah Sematan Special One pada Jose Mourinho?
- Obrolan Vigo: David Trezeguet, Mantan Juara Dunia yang Rela Dua Kali Main di Kasta Bawah
- Obrolan Vigo: Adel Taarabt, Pemain Terbaik Championsip
- Mohamed Salah

Setelah berjibaku mencari performa terbaiknya bersama Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma, Mohamed Salah menemukan form terbaik bersama Liverpool. Ia menjadi mesin gol tim dan sukses hantarkan tim menangi seabrek gelar prestis termasuk Liga Champions keenam the Reds di bawah komando Jurgen Klopp.
Salah seakan menjadi wajah baru kaum muslim di kancah sepakbola melalui aksi sujud dan berbagai aspek lain. Dengan aksi tersebut, pendukung Liverpool bahkan memiliki chant untuk Mo Salah yang terinspirasi dari lagu “Good Enough” dari band Inggris, Dodgy yang liriknya diubah menjadi:
“If he’s good enough for you, he’s good enough for me. If he scores another few, then I’ll be Muslim too. If he’s good enough for you, he’s good enough for me. Sitting in the mosque, that’s where I wanna be!”ak berhenti sampai di sana, ia juga kerap menyisihkan gajinya untuk pembangunan sekolah, pusat pengolahan air, hingga ambulans di tempat asalnya,
- George Weah

Pemain yang lahir di Liberia ini menjadi satu-satunya pemain Afrika yang pernah meraih Ballon d’Or pada tahun 1995. Ia juga menjadi Pemain Terbaik FIFA dan Pemain Terbaik Eropa di tahun yang sama. Weah meraih kesuksesannya ketika membela AC Milan dan Paris Saint-Germain. Di Parc des Princes, kala tim masih berstatus medioker, sang pemain berhasil mengangkat satu gelar Ligue 1, dua gelar Coupe de France, dan satu gelar Coupe de la Ligue. Sedangkan di San Siro, Ia mempersembahkan 2 gelar Serie A 1995/96 dan 1998/99.
Untuk kategori regional, Weah juga dipilih sebagai Pemain Sepak Bola Afrika Terbaik pada tahun 1989, 1994, dan 1995. Prestasi yang Ia raih membuat namanya populer dan ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Liberia ke-25 dengan masa jabatan 22 Januari 2018 – 22 Januari 2024. Weah berfokus pada pembangunan infrastruktur, memberi pendidikan gratis untuk Universitas Negeri, serta memperbaiki layanan kesehatan. Ia juga mampu menjaga perdamaian dan stabilitas demokrasi negaranya.
Penulis: Aldo Nugraha
Editor: Heri Susanto
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















