
5 Fakta Pemain Muda Potensial yang Lanjutkan karir di Saudi Pro League
- Gabri Veiga

Nama Gabri Veiga sempat mencuri perhatian ketika ia menembus tim utama Celta Vigo pada musim 2022/23 lalu. Sang pemain digadang bakal menjadi gelandang kreatif Spanyol berikutnya untuk mengukuti jejak Gavi dan Pedri.
Bersama Celta, ia mampu mengoreksi 56 laga di lintas komperisi dan mendulang 11 gol serta empat assist. Catatan apik tersebut membuatnya dibidik berbagai tim besar Eropa. Chelsea, Napoli dan Liverpool sempat ingin merekrutnya di musim panas 2023/24 kemarin. Namun langkah mengejutkan diambil ketika ia menerima pinangan Al-Ahli dengan mahar 30 juta Euro.
Galeno 💚🚀
Impressive numbers in top competitions 🤩#WelcomeGaleno pic.twitter.com/MlaX2doOYC
— Al-Ahli Saudi Club (@ALAHLI_FCEN) January 31, 2025
Keputusan terseebut pun dipertanyakan legenda Real Madrid, Toni Kroos. Sosok asal Jerman merasa sang pemain melakukan langkah memalukan lantaran pergi ke Saudi atas dasar uang, bukan hal lain.
“Semua orang pergi ke sana demi uang. Anda bisa menentukan apakah itu bagus atau tidak,” kata Kroos pada laman instagramnya. “Masalah yang saya hadapi adalah pemain-pemain berusia 26, 27, 28 tahun, yang benar-benar memiliki kualitas terbaik, bermain di klub-klub top di Eropa dan memiliki peluang untuk mencapainya dalam tiga atau empat tahun ke depan dibandingkan pemain lain yang akan habis atau sudah mencapai sesuatu. Saya tidak menyukai itu. Ini adalah contoh yang sangat buruk bagi banyak pemain muda bahwa motivasinya adalah uang. ” tambahnya.
- Wesley

Wesley merupakan produk potensial milik Corinthians. Sosok yang lumayan cepat ketika menggiring bola bahkan disebut siap menjadi Kylian Mbappe di kemudian hari, Ia bisa melkaukan cut-inside andai diperlukan di situasi genting. Namun yang menjadi masalah, ia memilih jalan lain ke Saudi.
DI musim panas 2024, Al-Nassr menggelontorkan 18 juta Euro guna membawa sang pemain merapat ke Riyadh. Dalam laman x, sang pemain menulis jika “kuning tak hanya soal warna. Kuning cocok dengan saya,” tulisnya. Namun apapun klaim darinya, bayaran tiga juta Euro per musim menjadi muasal mengapa ia rela hengkang ke Saudi.
Musim ini, sang pemain sudah mentas dalam 10 laga dan baru mengepak satu gol serta dua assist. Masih perlu dilihat apakah kelak keputusannya hengkang ke Timur Tengah adalah langkah yang tepat atau tidak meski ada potensi dirinya belajar banyak dari Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane di tim.
- Angelo

Dana 15 juta Euro dikucurkan Chelsea pada Santos guna membawa Angelo Gabriel di musim panas 2023/04 kemarin. Namanya mulai mencuri perhatian lantaran menjadi salah satu debutan termuda Santos ketika mentas pada usia 15 tahun 10 bulan.
Ia hadir dalam investasi jangka panjang garapan BlueCo yang gemar mengamankan pemain potensial guna membawa the Blues ke titik berikutnya. Namun sang justru dipinjamkan ke sister klub RC Strasbroug dan belum mendulang satu pun penampilan bersama Chelsea di periode tersebut.
Pasca semusim dipinjamkan ke Prancis, Angelo langsung dilego ke Al-Nassr dengan mahar 23 juta Euro lantaran mereka harus memperbaiki neraca keuangan klub. Bersama tim Ronaldo, ia sudah mengepak dua gol dan enam assist dari 20 laga yang telah dimainkan.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Mason Greenwood dan Suksesnya Pembuktian di Kesempatan Kedua
- Obrolan Vigo: Sunderland dan Misi Besar Kembali ke Premier League
- Obrolan Vigo: Endrick dan Dua Refleksi yang Bisa Diambilnya Bersama Real Madrid
- Obrolan Vigo: Hugo Ekitike yang Karirnya Diselamatkan Frankfurt
- Joao Costa

Joao Costa merupakan sosok muda potensial yang harus dilego AS Roma ke Arab Saudi. Ia lumayan bersinar ketika mentas di kelompok usia. Namun bersama tim utama, sosok asal Brasil baru mengepak 5 laga bersama tim utama.
Bersama Chris Smalling, sang pemain dipaketkan mentas di Saudi Pro League. Costa merapat ke Al-Ettifaq dengan mahar 9 juta Euro di musim panas 2024/25 kemarin. Di bawah arahan Steven Gerrard, sang pemain sudah mengepak tiga gol dalam 13 laga yang dimainkan di kancah domestik.
- Ezequiel Fernandez

Jebolan akademi Boca Juniors memiliki peranan signifikan di lini tengah Los Xeneizes dengan mendulang lebih dari 60 laga dan mendulang dua gol serta tiga assist di usianya yang baru 22 tahun. Ia disebut mampu menjadi penafsir ruang yang mumpuni untuk mempertahankan bola dan membangun serangan dari lini kedua.
Berbagai tim besar Eropa macam FC Porto dan Arsenal sempat tertarik mengamankan Equi ke timnya. Namun kedua tim harus menerima kenyataan pahit lantaran tim promosi Saudi Pro League, Al-Qadsiah rela menebus klausul rilis sang pemain di angka 18,7 juta dollar
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















