
Obrolan Vigo: Endrick dan Dua Refleksi yang Bisa Diambilnya Bersama Real Madrid
Vivagoal – Berita Bola – Endrick Felipe tengah mengalami musim debut yang berat bersama Real Madrid. Ia hanya menjadi pilihan kesekian di tim utama. Pergi ke tempat lain bisa menjadi solusi bagi dirinya menemukan kembali performa terbaiknya sebelum semuanya benar-benar selesai.
Sejak dulu, pemain muda dan Real Madrid adalah unit yang tak terpisahkan. Banyak pemain potensial yang berada di klub dan digadang siap bersinar. Namun bagi mereka yang baru menuai status sebagai pemain muda berbakat di kemudian hari agak jarang mendapatkan kesempatan. Hal tersebut mungkin bisa menjadi anomali jika menyematkan Sergio Ramos dalam daftar yang tersemat.
Banyak pemain muda, entah dari La Fabrica atau datang melalui mekanisme transfer yang harus terhempas ke tim lain. Di musim 2024/25, beberapa pemain seperti Rafa Marin, Reinier Jesus, Juanmi Latasa hingga Alvaro Rodriguez harus mencari suaka ke tim lain guna mendapatkan menit bermain reguler yang tak mereka dapatkan di klub.

Satu nama yang datang di musim panas kemarin adalah Endrick. Real Madrid harus menunggu agak selama dua tahun untuk menyelesaikan deal dengan talenta potensial Brasil di angka 60 juta Euro. Bersama timnya terdahulu, Palmeiras, ia sempat mendulang 21 gol dan empat assist dari 82 laga di lintas kompetisi. Sang pemain sudah membukukan dan hantarkan tim mendulang berbagai prestasi di kancah domestik Negeri Samba.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Hugo Ekitike yang Karirnya Diselamatkan Frankfurt
- Obrolan Vigo: Mimpi Basah Aston Villa Bersama Unai Emery
- Obrolan Vigo: Ernesto Valverde yang Ditakdirkan Menjadi Pawang Singa Bilbao
- Obrolan Vigo: Sol Campbell dan Keputusannya Main di Divisi Empat Inggris
Meski datang dengan status sebagai salah satu talenta termahal dari Brasil, ada keraguan di awal kedatangannya ia hanya akan menjadi pemain ketiga di lini depan. Dengan skema 4-3-1-2 yang diusung Carlo Ancelotti, Vinicius dan Kylian Mbappe diplot di lini depan. Belum lagi jika menghitung kehadiran Rodrygo Goes.
Hasilnya jelas, Endrick kesulitan menembus tim utama. Sejauh ini, sang pemain baru mengepak 300an menit bermain dari 21 laga yang dimainkan di lintas kompetisi. Dalam periode tersebut, ia baru mengepak empat gol dan satu assist. Bahkan, ketika Madrid mengalami masalah di lini depan, ia sama sekali tak mendapatkan kepercayaan dari Carletto.
Belakangan, muncul spekulasi sang pemain hendak dipinjamkan di tengah musim ini guna mendapatkan kepercayaan diri dan mengembalikan performa di tim lain. Dengan situasi seperti sekarang, meminjamkan sang pemain bisa menjadi solusi yang masuk akal dalam waktu dekat. Meski begitu, asa meminjamkan atau melepas pemian bagi Madrid bisa menjadi pisau bermata dua.

Jauh sebelum dirinya datang, Madrid sempat mengamankan Reinier ke tim utama. Namun tak ada tempat baginya sejak merapat pada 2020 lalu dengan mahar 30 juta Euro. Sejak saat itu, pemain asal Brasil kerap berkelana dari satu tim ke tim lain. Ia sempat mentas untuk Borussia Dortmund, Girona, Frosinone hingga Granada. Sampai saat ini, potensi maksimal dari sang pemain urung terlihat.
Madrid juga pernah melepas Dani Carvajal untuk sementara waktu ketika ia baru mentas di tim utama ke Bayer Leverkusen. Untungnya, fullback asal Spanyol masih mampu membuktikan diri sejak pulang pada 2013. Sampai saat ini, pos fullback kanan masih menjadi kuasanya, siapapun pelatih Los Blancos yang keluar masuk Santiago Bernabeu.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Penting Pernah Main untuk Ajax dan Feyenoord
- 5 Fakta Pesepakbola Aktif yang Punya Klub Sepakbolanya Sendiri
- 5 Fakta Calon Pemain Bintang Gratisan di Juni 2025
- 5 Fakta Anak Mantan Pesepakbola Dunia yang Siap Merekah di Masa Depan
Pada akhirnya, asa tim lain yang tertarik seperti Southampton dan AS Roma yang ingin mengamankan jasa Endrick dalam waktu dekat sirna lantaran tim menolak potensi melepas pemainnya dalam waktu dekat. Madrid nampaknya akan memakai metode Vinicius Jr dan Rodrygo pada Endrick dibanding harus melepas pilarnya. Di awal kedatangan, keduanya jarang mendapatkan menit bermian. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai mendapatkan peran krusial di tim utama.
Metode serupa tengah dijalankan klub pada Endrick. Ia mulai dimainkan perlahan. Ketika tim bersua dengan Deportiva Minera di ajang Copa del Rey, Ancelotti sudah memainkannya selama 90 menit. Ia tak mendulang gol ataupun assist. Namun Carletto senang dengan pergerakan sang pemain di laga tersebut.
“Ia bermain sangat baik dan bergerak leluasa. Ia punya peluang. Pergerakannya saya rasa selalu efektif di barisan depan. Namun akurasinya kurang. Saya rasa, ia harus bersabar. Ia akan mencetak gol ketika tim membutuhkannya,” urai Carletto, seperti diwartakan Goal International.
Ada harapan dalam waktu dekat kesempatan serupa akan dikoreksinya. Memainkan Endrick secara perlahan di tengah duet Vini dan Mbappe akan membuat sang pemain bisa mendapatkan kepercayaan diri dan mengoreksi berbagai hal yang dirasa masih kurang darinya guna bersinar di kemudian hari.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















