
5 Fakta Transfer Terbaik Real Madrid di Bursa Januari
- Brahim Diaz

Karir Brahim Diaz bersama Real Madrid belum bisa dibilang mulus untuk saat ini maupun kala ia datang pada 2019 lalu dari Manchester City dengan mahar 17 juta Euro. Ketatnya komposisi lini tengah Madrid yang digalang Casemiro-Toni Kroos dan Luka Modric mau tak mau membuatnya ebih akrab dengan bangku cadangan.
Madrid yang paham akan potensi sang pemain kemudian meminjamkannya ke AC Milan selama dua tahun dengan harapan ia bisa bermain reguler dan memaksimalkan potensinya. Bersama Milan, ia mampu tampil prima dan hantarkan tim mendulang Scudetto dua musim lalu. Total, ia sempat mengepak 124 laga di lintas kompetisi dan mendulang 18 gol serta 15 assist.
Brahim Díaz, Jude Bellingham, dan Arda Güler di sesi latihan hari ini! ⚡️ pic.twitter.com/V0iBdoOxGw
— Seputar Real Madrid (@SeputarMadrid) January 2, 2024
Di bursa musim panas kemarin, Diaz kembali ke klub pasca dua tahun bersekolah di Italia. Meski jarang bermain reguler, Diaz kerap memberikan perbedaan kala mendapatkan kesempatan. Ia hanya perlu bermain setiap minggunya guna memantapkan posisi sebagai salah satu pesepakbola top sekaligus menjadi penerus salah satu dari Modric maupun Kroos pada musim depan.
- Lassana Diarra

Lassana Diarra merupakan sosok yang dibutuhkan guna menggalang kestabilan tim di sisi pivot. Dana 20 juta Euro dikucurkan klub ke Portsmouth guna membawanya keluar Inggris pada Januari 2009 dan mentas di Spanyol. Bersama Madrid, ia menjadi sosok yang tak tergantikan kala menggalang lini tengah.
Pencarian Los Blancos akan pengganti Claude Makelele yang hengkang ke Chelsea pada 2003 berakhir. Kehadiran sosok yang mendapatkan nomor punggung 10 membuat Madrid terbilang stabil. Ia sempat hantarkan tim menangi berbagai gelar domestik macam LaLiga, Copa del Rey hingga Piala Super Spanyol. Total, sosok yang sempat dikaitkan dengan jejaring teroris mampu mengepak 116 laga di lintas kompetisi dan sumbangkan satu gol serta 7 assist bagi klub.
- Casemiro

Seperti Diaz, awal karir Casemiro bersama Madrid tak bisa dibilang mulus. Case, yang hadir dengan mahar 6 juta Euro dari Sao Paulo tak langsung mendapatkan tempat di tim utama. Ia harus akrab dengan bangku cadangan. Bahkan, enam bulan pasca kedatangannya di Santiago Bernabeu, ia harus dipinjamkan ke FC Porto selama semusim dan ditebus pasca peminjamannya berakhir.
Semusim kala dirinya dipermanenkan raksasa Portugal, Case langsung membuktikan diri menjadi gelandang bertahan potensial. Aksinya membuat Madrid rela menebusnya kembali dengan mahar 15 juta Euro pada 2015. Setelahnya, peran di poros tengah tak tergantikan hingga 7 musim setelahnya. Ia sukses membantu tim mendulang berbagai gelar prestis baik di kancah domestik maupun Eropa. Ia bahkan 5 kali hantarkan tim mendulang Liga Champions.
Welcome back, @Casemiro ❤️🇧🇷 pic.twitter.com/XxpECpWNLs
— utdreport (@utdreport) January 5, 2024
Setelah petualangan di Madrid rampung dengan segala prestasi yang direngkuhnya, pemain asal Brasil putuskan hengkang ke Inggris pada musim panas kemarin guna bermain untuk Manchester United. Di musim perdananya, ia sempat tampil gemilang namun jalan serupa tak terjadi ketika memasuki Sophomore masa baktinya di Old Trafford. Performanya dianggap menurun dan dirinya masuk dalam daftar potensial pemain yang bakal dilego.
Baca Juga:
- 5 Fakta Transfer Januari Terbaik Tim Premier League
- 5 Fakta Pesepakbola Top yang Pernah Main di Fenerbahce
- 5 Fakta Pemain Sepakbola yang Paling Sering Cedera
- 5 Fakta Pesepakbola Kolombia Terbaik Sepanjang Sejarah
- Gonzalo Higuain

Gonzalo Higuain datang ke Real Madrid pada musim dingin 2007 dari River Plate dengan mahar 12 juta Euro pada 1 Januari lalu. Alasan Madrid mendatangkannya cukup sederhana, sang pemain dianggap cocok untuk menggalang lini depan tim pasca selesainya era Galaticos jilid I. Bersama River, ia sempat membukukan 15 gol dari 41 laga pada musim debutnya bersama Los Millonairos.
Di Madrid, Higuain tampil menjanjikan dalam enam tahunnya di klub. 121 gol dan 56 assist sukses ia bukukan dalam 264 laga bersama klub. Padahal ketika itu, ia harus bersaing dengan nama-nama besar macam Ruud van Nistelrooy, Raul Gonzalez hingga Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di lini depan dalam tahun-tahun awalnya di klub.
Dalam masa baktinya, ia sempat mempersembahkan tiga LaLiga, satu Copa del Rey dan sepasang Piala Super Spanyol. Pada 2013, ia memutuskan hengkang ke Italia guna menerima pinangan Napoli. Rasio golnya di Italia masih terjaga sebelum kesalahan langkah bermain untuk tim-tim yang kurang bisa memanfaatkan jasanya seperti Juventus, AC Milan, Chelsea hingga dirinya pun pensiun di Inter Miami pada musim lalu di usia 36 tahun.
5. Marcelo

Marcelo merupakan pemain yang lumayan loyal membela Real Madrid. Datang pada musim dingin 2007 dengan mahar 6,5 juta Euro bersama legiun Amerika Selatan lain macam Higuain dan Fernando Gago. Ia dianggap sebagai sosok yang tepat guna menggantikan peran Roberto Carlos yang kian menua bersama tim. Sempat tampil inkonsisten di awal, sosok asal Brasil kemudian menjelma menjadi pemain tak tergantikan.
Siapapun pelatih Real Madrid setelah 2007, namanya selalu tersemat dalam tim. Jika Dani Alves dianggap sebagai bek kanan terbaik kala itu, maka Marcelo mengemban status serupa di pos berlawanan. Dirinya merupakan sosok yang lumayan loyak bagi klub. 15 musim dan 25 gelar bergengsi pernah ia persembahkan untuk Real Madrid, termasuk 5 di antaranya gelar Liga Champions.
Dalam karirnya di klub, ia sempat memainkan lebih dari 500 laga bersama Madrid dan sumbangkan 103 assist serta 38 gol. Mengingat kecilnya investasi yang dikeluarkan klub kepada dirinya, Los Blancos seakan sudah menggunakan sekalo hokinya dalam sepanjang sejarah klub kala mendaratkannya. Pasca Madrid, Marcelo sempat melanjutkan karir di Eropa bersama Olympiacos musim lalu sebelum putuskan pulang membela tim masa kecilnya, Fluminense.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















