Site icon Vivagoal.com

5 Wonderkid Underrated di Football Manager 22

5 Wonderkid Underrated di Football Manager 22

Vivagoal Berita Bola Setiap tahunnya, selalu ada wonderkid anyar dilahirkan di gim Football Manager (FM). Hal yang sama juga terjadi di FM 22. Ada beberapa nama underatted, atau kurang diperhatikan namun berpotensi menjadi bintang besar.

Sejak dirilis untuk kali pertama pada 2005, FM banyak memprediksi siapa-siapa saja pemain yang bisa berkembang secara maksimal dan menjadi pesepakbola ternama. Mereka sempat memprediksi Phillip Lahm, Carlos Tevez, Lionel Messi, Gareth Bale serta berbagai nama lain bakal sukses. Seiring berjalannya waktu, pemain-pemain tersebut pun mampu buktikan diri.

Namun, tak jarang, beberapa prediski mereka terkait wonderkid potensial justru melempem kala mentas di dunia nyata. Nama-nama macam Henry Saivet, Freddy Adu, Carlos Vela, Yaya Sanogo hingga Anthony Vanden Borre terkubur dalam ingatan saja.

Kini, seiring dirilisnya FM 22 pada 9 November kemarin, pertanyaan siapa wonderkid yang baklal mencuat pun menggeliat. Nama-nama macam Jude Bellingham, Wesley Fofana, Alhonso Davies, Edouardo Camavinga dan Ansu Fati pun diprediksi bakal bersinar-nama nama yang disebut memang tengah berada di jalur yang benar untuk menjadi pemain besar di masa mendatang.


Baca Juga:


Namun, di luar nama di atas, ada pula sederet nama yang jarang orang ketahui namun memiliki potensi besar yang tak kalah mentereng. Beberapa nama yang tersemat di bawah kebanyakan masih bermain untuk tim-tim semenjana. Namun andai mereka bermain di tim yang tepat dan bermain impresif, bukan tak mungkin mereka bakal menjadi pemain potensial.

Vivagoal, menukil laman fmscout, memprediksi ada lima pemain, yang kebanyakan mentas di Eropa dan siap berkembang. Selain itu, pemain di bawah juga bissa menjadi solusi untuk membangun skuat yang kompetitif di gim besutan Sport Interactive itu. Berikut daftarnya.

  1. Ivan Martinez (Atletico Pampolna/Osasuna)

Ivan Martinez mwrupakan penjaga gawang Osasuna yang ramai diperbincangkan lantaran aksi impresifnya bersama tim junior asal Pampolna itu. Sejak dipromosikan ke tim satelitnya pada 2019, total ia sudah memainkan 25 laga di lintas kompetisi, kebobolan 35 gol dan mencetak empat cleansheet.

Football Manager berani memprediksi pemain 19 tahun bisa menjadi salah satu pemain elit di masa mendatang. Overall ratingnya bisa mencapai angka 82. Saat ini, ia memiliki overall di angka 51 dan harga pasaran di angka 3,7 juta Euro. Sang epamin bisa menjadi investasi menarik dalam skuat.

  1. Tanguy Nianzou (Bayern Munich)

Bayern mengambil langkah stragis dengan mendaratkan Nianzou ke bursa musim panas lalu pasca kontraknya bersama PSG berakhir. Sejauh ini, namanya masih kalah bersaing dengan Dayot Upamecano dan Niclas Sule. Namun ia sudah mendapatkan kesempatan main di berbagai pertandingan.

Di sepanjang musim ini, pemain asal Prancis sudah mengoleksi 12 laga di lintas kompetisi dan mencetak satu assist bagi Die Roten. Di FM 22, ia memiliki rating di angka 64. Ada beberapa aspek penting dalam dirinya yakni heading, determinasi, jumping dan strength.

Namun untuk mendatangkannya, ada dana besar yang harus dikeluarkan mengingat kontraknya bersama Bayern masih berjalan hingga 2024 mendatang. Nianzou diprediksi bisa mencapai rating maksimal di angka 86. Angka tersebut membuatnya ada di jajaran pemain elit di masa mendatang.

  1. Josko Gvardiol (RB Leipzig)

Dana besar harus dikeluarkan RB Leipzig kala mengamankan jasa salah satu wonderkid masa depan Timnas Kroasia, Josko Gvardiol. Dana 18 juta Euro harus dikeluarkan Die Roten Bullen guna mendatangkannya dari Dinamo Zagreb di bursa musim panas tahun ini.

Josko langsung mengunci satu tempat di tim utama. Ia sukses menggantikan peran yang ditinggalkan Dayot Upamecano yang hengkang ke Bayern Munich. Sejauh ini, sang pemain sukses mengunci 21 laga di lintas kompetisi dan mencetak satu gol serta dua assist bagi klub.

Di FM 22, Josko mungkin baru memiliki rating 68. Namun di masa prime, ratingnya bakal naik dua digit lebih tinggi. Kansnya untuk mendulang rating tersebut bisa terjadi lebih cepat lantaran saat ini dirinya mampu menjadi salah satu tulang punggung Leipzig di lini belakang.


Baca Juga:


  1. Shola Shoretire (Man UFC/ Manchester United)

Nama Shola Shoretire mungkin jarang dikenal pecinta sepakbola meksi dirinya mentas bersama Man United. Hal tersebut terasa wajar lantaran dirinya lebih banyak mentas bersama tim junior Setan Merah. Ia menjadi andalan tim muda United dengan memainkan 14 laga di lintas kompetisi dan mendulang 14 penampilan, mencetak enam gol serta dua assist.

Pemain asal Inggris sempat mentas di tim senior kala United mentas di ajang Piala Liga dan Liga Champions. Total, ia sudah memainkan tiga laga di tim utama dan mencetak dua assist dalam kesempatan tersebut. Ada kemungkinan menit bermain Shola sulit didapatkan lantaran ia haru sbersaing dengan beberapa pemain senior macam Jadon Sancho, Marcus Rashford hingga Mason Greenwood.

Meski begitu, asa sang pemain untuk menjadi bintang besar di masa mendatang tetap terbuka andai terus tampilkan performa impresif kala mendapatkan kesempatan main di tim utama. Shola saat ini memiliki rating 55. Namun di masa prime, ia digadang bakal memiliki rating di angka 85.

  1. Ransford Yeboah Königsdörffer (Dinamo Dresden)

Setelah Karim Adeyemi, Jerman nyatanya masih punya wonderkid lain yang siap merekah dalam wujud Ransford-Yeboah Königsdörffer. Pemain yang biasa bermain di sisi kanan dan penyerangan Dinamo Dresden siap menjadi pemain potensial di masa mendatang.

Ransford, sejauh ini sukses menjadi pilar utama Dresden dengan memainkan 16 laga di Bundesliga 2.  Dalam periode tersebut, ia sukses mengepak tiga gol serta tiga assist. Rating sang pemain saat ini ada di angka 56. Harga belinya lumayan kompetitif sehingga bisa dijadikan proyek jangka panjang untuk membangun tim. Ratingnya diprediksi bisa mencapai di angka 80an.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version