
John Herdman Tak Mau Timnas Indonesia Ketergantungan Penyerang untuk Cetak Gol
Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, punya pandangan menarik langkanya opsi penyerang tajam dan mematikan. Ia justru tak mau tim asuhannya ketergantungan seorang pemain untuk mencetak gol.
Timnas Indonesia mengalami kenaikan level yang cukup signifikan seiring hadirnya banyak pemain keturunan. Lolos ke Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu acuannya.
Namun Timnas Indonesia memiliki satu kekurangan yang terlihat jelas. Skuad Garuda tidak punya penyerang tengah bernaluri gol tinggi.
Masalah tersebut masih terlihat sejak John Herdman duduk di kursi pelatih Timnas Indonesia. Namun dirinya memilih mencari solusi.
“Karena seorang (Erling) Haaland mungkin tidak akan jatuh dari langit dalam empat tahun ke depan, mungkin saja. Jadi saya bersiap untuk tidak bergantung pada momen munculnya penyerang tengah yang luar biasa ini,” kata John Herdman.
“Kami akan melatih tim ini untuk mencetak gol dari setiap posisi. Itulah misinya.”
Baca Juga:
- Winger Leipzig Mulai Masuk Pantauan Dua Tim Besar Eropa
- Allegri Sebut Hasil Milan vs Cagliari Diluar Prediksi Banyak Orang
- Diminati Tim Premier League, Masa Depan Pelatih RC Lens Dipertanyakan
- Mantan Pelatih PSG Bakal Jadi Pelatih Marseille Selanjutnya?
Dalam sejarahnya, Timnas Indonesia pernah memiliki penyeran-penyerang haus gol. Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Ilham Jaya Kesuma, hingg Boaz Solossa termasuk dalam daftar ini.
Timnas Indonesia mulai krisis penyerang tajam setelah Liga Indonesia kebanjiran pemain asing. Klub-klub lebih memilih menggunakan ujung tombak dari luar negeri.
John Herdman melihat sisi positif dari situasi tak menguntungkan ini. Ia justru tidak mau tim asuhannya bertumpu terhadap salah satu pemain saja untuk mencetak gol.

Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham
“Timnas Indonesia membutuhkan mentalitas di tim bahwa semua orang bisa mencetak gol dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol. Baik Anda bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya,” tambahnya.
“Kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak orang yang percaya mereka bisa masuk ke area mencetak gol.”
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















