Inter Milan vs Napoli: Partenopei Masih Sulit Bangkit?
Sumber: x Inter

Eks AC Milan Soroti Kekurangan Inter Milan di Kompetisi Eropa

Rizal Saleh - September 9, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal  Liga Champions  Mantan gelandang AC Milan, Zvonimir Boban, menilai Inter Milan masih memiliki pekerjaan rumah untuk dapat bersaing secara konsisten dengan klub-klub elite Eropa. Penilaian tersebut disampaikan setelah Nerazzurri menelan kekalahan dari Real Madrid pada laga perdana fase liga Liga Champions.

Inter sebenarnya tampil meyakinkan pada babak pertama di Santiago Bernabeu. Pasukan Cristian Chivu mampu menguasai permainan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi persoalan efektivitas kembali menjadi pembeda ketika menghadapi tim dengan kualitas seperti Real Madrid.

Boban melihat pertandingan tersebut sebagai gambaran nyata mengenai posisi Inter saat ini di kompetisi Eropa. Menurutnya, Nerazzurri sudah memiliki karakter dan kekuatan untuk tampil kompetitif, tetapi masih kekurangan ketelitian yang dibutuhkan untuk memenangi pertandingan di level tertinggi.

“Kesan yang diberikan Inter di Eropa adalah mereka masih kekurangan sesuatu untuk bisa bersaing dengan klub-klub terbesar. Hal itu kembali terlihat malam ini melawan Real Madrid yang tampil tidak terorganisasi dan kurang seimbang, tetapi memiliki begitu banyak kualitas di lini depan,” ujar Boban seperti dikutip Goal.

Foto:Antonio Villalba/GettyImages via rri.co.id

Meski demikian, Boban tidak melihat kekalahan tersebut sebagai kegagalan total. Justru sebaliknya, ia menilai Inter menunjukkan keberanian ketika bermain di kandang Real Madrid dan bahkan mampu mendominasi pertandingan pada babak pertama.

“Inter juga memiliki peluang. Saya pikir mereka bisa melihat pertandingan melawan Real sebagai bukti karakter dan kekuatan tertentu dalam tim. Mereka datang ke Bernabeu dan mendominasi babak pertama,” katanya.

Masalahnya muncul setelah pertandingan memasuki babak kedua. Real Madrid mulai mendapatkan lebih banyak ruang dan menciptakan sejumlah peluang yang membuat Inter berada dalam tekanan. Menurutnya, peluang Inter sebenarnya cukup untuk membawa pulang hasil positif, namun, penyelesaian akhir kurang presisi.

“Pada babak kedua, situasinya berbeda. Real Madrid bahkan bisa saja menjauh. Pada babak pertama, Inter berada dalam pertandingan, tetapi mereka membutuhkan ketepatan. Di level tertinggi, itulah yang membuat perbedaan,” lanjut Boban.

“Inter tidak cukup presisi. Pada akhirnya, Real Madrid menang dan memang tidak tanpa alasan, tetapi menurut saya hasil imbang akan menjadi hasil yang lebih adil,” tutur Boban.

Setelah memberikan evaluasi terhadap Inter, Boban kemudian turut membahas Jose Mourinho. Ia menilai pelatih asal Portugal itu sedang menjalani fase berbeda dalam kariernya setelah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.


Baca Juga:


“Mourinho harus menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan kembali semua yang telah hilang dalam beberapa tahun terakhir. Dari apa yang kita lihat, dia sempat menjadi sosok yang jauh lebih tidak fokus dan berbeda, serta tidak lagi memainkan sepak bola seperti dulu,” ujar Boban.

Boban menilai Mourinho terlalu lama mengandalkan pendekatan defensif. Ia menilai Mourinho lebih banyak berusaha menghentikan permainan lawan dibandingkan membangun permainan yang mampu mempertahankan standar tinggi seperti pada masa terbaiknya. Tapi Boban merasa The Special One terlihat lebih fokus dan matang dalam menjalani pengalaman barunya.

“Dia kehilangan dirinya dalam sepak bola defensif, dalam membongkar permainan orang lain, dan tidak lagi membangun permainan yang mampu mempertahankan level seperti sebelumnya. Sekarang saya melihat dia lebih fokus dan lebih tajam. Lebih matang. Dia menjalani pengalaman baru ini dengan baik,” kata Boban.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com