
Analisa Vigo: Alasan di Balik Gagalnya Pulisic Bersama Chelsea
Vivagoal – Berita Bola – Pasca empat tahun berseragam Chelsea, Christian Pulisic kian dekat hengkang dari klub. Ia gagal membukukan performa impresif bersama klub dan hal tersebut tak akan membuat fans meratapi kepergian pemain asal Amerika Serikat itu.
Januari 2019, Pulisic datang dari Borussia Dortmund engan mahar 58 juta paun di usia 20 tahun. Ia digadang oleh mantan Direktur Chelsea, Marina Granovskaia sebagai salah satu talenta paling dicari di Eropa. Hal tersebut membuat peminat akan jasanya terbilang tinggi. Pulisic adalah komoditi terpanas dan Chelsea suskes mengamankan jasanya.
Namun kenyataan pada akhirnya berkata lain. Ia gagal bersinar di bawah manajer manapun seperti Frank Lampard, Thomas Tuchel hingga Graham Potter. Terbeban ekspektasi sebagai calon talenta yang bersinar dan mahar transfer yang besar membuatnya kalah bersaing dengan pemian lain dan performanya tak kunjung mencapai titik didih.

Proses adaptasinya di Chelsea berjalan lambat pada awal kedatangannya. Ia jarang mendapatkan menit bermain. Tak hanya itu, cedera juga menjadi momok menakutkan yang membuat menit bermiannya tereduksi. Status sebagai pencetak gol pertama asal Amerika bagi Chelsea tak lebih dari remah kecil yang ada di klub.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pelatih Jerman Tersukses
- Analisa Vigo: Tiga Jalan David De Gea
- Analisa Vigo: Euro 2004, Saat Yunani Dilindungi Dewi Keberuntungan
- Analisa Vigo: Menakar Tim yang Tepat untuk Antonio Conte
Situasi sama seklai tak berubah meski Lampard dipecat oleh Chelsea dan digantikan oleh Thomas Tuchel. Sosok asal Jerman merupakan pelatih yang memberikannya debut di tim utama Dortmund. hal tersebut jelas menjadi oase baginya. Namun kenyataan nyatanya tak berubah. Pulisic tetap menjadi pemain cadangan. Bau-bau investasi gagal Chelsea akan sang pemain sedikit banyak mulai tercium.
Ia sempat mengeluhkan situasinya kepada media ketika terpinggirkan di bawah arahan Tuchel. Namun hal tersebut sama sekali tak membantu. Tuchel merasa apa yang terjadi pada karir Pulisic tak lepas dari kebijakan strategi. Selalu ada pemain yang bahagia kala dimainkan dan kecewa ketika tak tampil. Pulisic jelas masuk dalam kategori yang kedua.
📸 Throwback Pulišić#TBT || #UEL pic.twitter.com/7DmCe9QuEF
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) July 6, 2023
Pasca dipecatnnya Tuchel lantaran hasil yang kurang impresif di awal musim 2022/23 kemarin, Graham Potter masuk untuk menggantikan posisi pelatih asal Jerman. Ia sempat mendapatkan kepercayaan dari Potter. Namun hal tersebut berjalan prematur. Meski ia tampil prima bersama Amerika Serikat di Piala Dunia 2022, hal serupa tak terjadi di Chelsea. Statusnya sebagai ban serep seakan tak terelakan.
Semua sosok di Chelsea, termasuk dirinya bermain buruk di bawah arahan Potter. Bahkan ketika Frank Lampard turun kembali guna mengambil peran sebagai pelatih interim, performa Pulisic sama sekali tak membaik. Ia banyak melewati pertandingan lantaran cedera dan hal tersebut tak banyak membantu karirnya yang stagnan selama empat musim di Inggris.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: 5 Hal yang Harus Dilakukan Mauricio Pochettino di Chelsea
- Analisa Vigo: Misi Berat Hansi Flick Bersama Timnas Jerman di Euro 2024
- Analisa Vigo: Arsenal yang (Harusnya) Tak Memiliki Alasan untuk Gagal di Musim Depan
- Obrolan Vigo: Will Grigg, Striker Irlandia Utara yang Lebih Terkenal Daripada Ronaldo di Euro 2016
Kini, ia dikaitkan dengan AC Milan. Rossonerri merupakan tim yang lumayan ramah dengan pemain Chelsea. Banyak mantan pemain the Blues yang merapat di sana seperti Fikayo Tomori, Olivier Giroud dan Ruben Loftus-Cheek. Serie A mungkin akan menjadi tempat yang bagus baginya kelak lantaran tuntutan yang terjadi di sana tak sebesar yang terjadi di Chelsea.
AC Milan and Chelsea will have final direct contact on Friday to get Pulisic deal done. 🔴⚫️🇺🇸 #ACMilan
Milan, confident to have green light in 24/48h.
Pulisic personally asked Chelsea to go and try new experience after multiple negotiations collapsed for his exit in 2022. pic.twitter.com/lPRhOiW3Zo
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 6, 2023
Ia membutuhkan tempat yang siap mengembalikan kembali reputasinya dan Milan mungkin adalah tim yang cocok. Olivier Giroud, mantan rekan setimnya di Chelsea yang lebih dulu bergabung dengan Milan mengklaim mantan partnernya itu akan cocok di Milan. Terlebih, mereka membutuhkan pengganti yang sepadan sepeninggal Brahim Diaz.
Kini, baik Milan dan Chelsea hanya perlu menemukan kata sepakat soal negoisasi. Kepindahannya ke Italia diprediksi akan rampung pada bursa musim panas ini. Kesempatannya untuk bangkit dari empat musim suram di London Barat sejatinya masih lumayan terbuka di Italia, negara yang dikenal banyak menyelamatkan karir pesepakbola yang hampir selesai.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















