Andai Tak Temui Titik Temu, Nasib Messi akan Berakhir Tragis Seperti Legenda Barcelona - Vivagoal.com
Bakal Sama-Sama Rugi, Barcelona Dan Messi Disarankan Damai Saja
Sumber: Yahoo Sports

Andai Tak Temui Titik Temu, Nasib Messi akan Berakhir Tragis Seperti Legenda Barcelona

Fachrizal Wicaksono - September 1, 2020
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal La Liga – Perselisihan Lionel Messi dengan Barcelona masih terus memanas. Hingga saat ini belum ada titik temu, bahkan kedua belah pihak semakin menajamkan perbedaan. Andai nantinya tak kunjung menemui kata sepakat, bukan tak mungkin Messi akan berakhir tragis seperti Bernd Schuster.

Saat ini, Barcelona dan Messi masih sama-sama teguh memegang prinsipnya masing-masing. El Barca melalui Presiden Josep Maria Bartomeu hanya mau bernegosiasi untuk perpanjangan kontrak baru, tidak untuk hal lain.

Sementara itu, Messi hanya mau bertemu Barcelona jika untuk membahas perihal pemutusan kontraknya.Secara pribadi, Messi terus menunjukkan sikap perlawanan dengan mangkir pada tes PCR yang digelar Minggu (30/8/2020), termasuk tak hadir di sesi latihan perdana Barca yang dipimpin pelatih anyar mereka, Ronald Koeman pada keesokan harinya.

Hal itu membuat Messi kini terancam denda hingga 10% dari gajinya yang sudah pasti nilainya tak bisa dibilang kecil, yakni mencapai miliaran rupiah. Dan lebih dari itu, Messi juga bisa mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi sebagaimana yang diterima Bernd Schuster di masa silam..

Ya, di musim 1986/1987, Bernd Schuster yang berstatus bintang timnas Jerman diparkir selama semusim oleh Barcelona karena bertikai dengan manajemen dan pelatih Barcelona kala itu.

https://www.instagram.com/p/CDpPYK8CR9Q/

Keributan Schuster dengan manajemen Barca berawal dari final Piala Champions tahun 1986. Melawan Steaua Bucuresti, Bernd Schuster tidak terima ditarik keluar oleh Terry Venables di menit 85. Ia lantas memutuskan meninggalkan stadion sebelum laga berakhir dan Barcelona sendiri pada prosesnya kalah lewat babak adu penalti melawan klub asal Rumania itu.

“Ketika Terry mengganti saya di final Liga Champions, saya sendirian di ruang ganti. Saya berpikir, dia ingin juara Eropa tanpa seorang Bernd Schuster. Saya sangat kecewa. Saya lalu bergegas mandi, berpakaian dan pergi dan meninggalkan stadion,” ungkap Schuster dilansir dari Diario Sport.


Baca Juga:


Keesokan harinya, ketika Schuster ingin ke pusat latihan Barcelona dalam perjalananya, dia mendapat kabar tak mengenakkan.

“Di mobil, presiden Josep Luis Nunez mengatakan bahwa saya tak akan lagi bermain untuk Barcelona,” sesalnya.

Bernd Schuster kala itu dituding jadi penyebab kekalahan Barcelona atas Steau Bucharest. Namun Schuster menolak tudingan itu dan menolak untuk dijual oleh manajemen di bursa musim panas.

“Tak semenit pun saya berpikir ingin pergi. Saya tak mau pergi. Saya senang di Barcelona, tapi mereka tak menyukai keinginan saya itu. Kami pun harus menyelesaikan hal ini sampai ke pengadilan. Dan di musim berikutnya, saya tak bermain. Saya berlatih setiap hari, tapi tinggal di rumah pada akhir pekan di hari pertandingan.” jelas Schuster.

Pengalaman Schuster ini mungkin saja terulang ke Messi, namun dengan skenario terbalik. Bukan karena Barcelona yang menghukumnya, tapi lantaran La Pulga yang tak mau lagi bermain untuk El Barca.

Kemungkinan ini terbuka bila Messi tetap dipaksa bertahan hingga kontraknya habis 2021 mendatang. Tanpa Messi, belum diketahui bagaimana performa Barcelona musim depan. Namun, pelatih Ronald Koeman sepertinya tak terlalu ambil pusing karena ia percaya pemain Barcelona lainnya masih bisa memberikan banyak hal untuk tim Catalan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com