Alasan Paulo Fonseca Gagal Merapat ke Tottenham - Vivagoal.com
Batal Jadi Pelatih Tottenham, Fonseca: Spurs Cari yang Senang Main Bertahan
Paulo Fonseca, Foto: dok ceritabola

Alasan Paulo Fonseca Gagal Merapat ke Tottenham

A Hendra - September 24, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Inggris – Paulo Fonseca buka suara terkait kegagalan dirinya menjabat sebagai manajer Tottenham Hotspur pada musim 2021/2022 ini. Menurutnya, Tottenham mencari pelatih yang mengusung skema bertahan, dan itu tidak cocok dengan filosofi bermainnya.

Seperti yang diketahui, usai memutuskan hengkang dari AS Roma, Paulo Fonseca sempat didekati oleh Tottenham setelah gagal merekrut Antonio Conte. Fonseca diproyeksikan mengisi posisi manajer tim yang masih lowong usai Jose Mourinho dipecat, April 2021 kemarin.

Negosiasi antara kedua belah pihak pun sudah intens dilakukan, namun direktur olahraga Tottenham, Fabio Paratici dan Fonseca gagal mencapai kesepakatan. Pada akhirnya, Paratici memilih menunjuk Nuno Espirito Santo yang statusnya juga sedang tanpa klub usai kontraknya habis bersama Wolverhampton.

Menurut Fonseca, ada beberapa persoalan utama yang membuat dirinya batal bergabung dengan Tottenham. Salah satunya adalah karena Ia mengusung sepakbola menyerang, yang dianggap tidak cocok dengan Spurs.

Fonseca menyebut Chairman Tottenham, Daniel Levy sejatinya sudah sangat klopp dengan dirinya yang kerap memainkan permainan aktraktif dan menyerang. Tapi Fabio Paratici sebagai direktur olahraga tak sepakat.


Baca Juga:


“Kesepakatan telah dilakukan. Kami bahkan sudah merencanakan pramusim dan Tottenham memang menginginkan pelatih ofensif. Itu yang diminta oleh chairman Daniel Levy dan direktur Steve Hitchen. Mereka ingin membangun tim yang memainkan sepakbola atraktif dan saya siap untuk itu.” ucap Fonseca dikutip dari The Telegraph.

“Tetapi segalanya berubah ketika direktur baru tiba dan saya tidak setuju dengan beberapa ide dan dia akhirnya memilih pelatih lain. Saya tidak mau berubah. Melawan tim besar, saya tidak menginginkan tim saya untuk bertahan di dekat kotak mereka sendiri.

“Saya punya beberapa prinsip. Saya ingin jadi pelatih dari tim-tim hebat, termasuk saya menginginkan proyek yang tepat dan klub percaya pada ide-ide saya dan cara saya bermain. Sayangnya, itu tidak terjadi dengan direktur Paratici.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com