Dalam Lima Tahun, Milan Merugi Rp 7,69 Triliun, Kok Bisa?

0
628
Meski Rugi, Milan Tak Akan Obral Pemainnya pada Januari Mendatang

Vivagoal Serie A Kondisi finansial AC Milan tengah berada di titik nadir. Tim asal Kota Mode ini dilaporkan mengalami kerugian lebih dari 400 Juta Euro, setara dengan Rp 6,8 Triliun dalam lima Tahun terakhir. Ada apa gerangan?

Menurut laporan Media Italia, Corriere dello Sport, Milan memang mengalami deficit yang luar biasa. Sejak 2014 lalu, neraca keuangan Rossoneri sudah mengalami defisit hingga 91 juta Euro (Rp 1,4 Triliun), sementara di musim ini saja, laporan tersebut menyebutkan Setan Merah merugi hingga 100 Juta Euro (Rp 1,6 Triliun). Dalam lima Tahun terakhir, Corriere menyebut Milan mengalami kerugian total hingga 413 Juta Euro atau setara dengan Rp 7,69 Triliun!

Kerugian yang dialami klub yang lekat dengan Silvio Berlusconi ini bukan tanpa sebab. Milan memang mengalami masalah keuangan yang cukup serius. Klub tak mampu mendapatkan pemasukan yang lebih besar dibandingkan pengeluaran yang mereka kucurkan.

Bahkan terkait permasalahan ini, mereka kerap bolak balik berurusan dengan Financial Fair Play. Bukan tak mungkin jika permasalahan ini belum rampung hingga 30 Juni mendatang, kans mereka berlaga di European League terancam sirna begitu saja karena UEFA bisa mencabut hak Milan tampil karena gagal memenuhi kewajiban mereka.

Oleh karena itu, mereka akan dihadapkan dengan opsi penjualan pemain untuk menstabilkan neraca keuangan mereka. Beberapa pemain yang tak tersentuh maupun memiliki peran penting seperti Piatek, Suso hingga  Lucas Paqueta bukan tak mungkin masuk daftar jual.

Milan sebenarnya sudah berada di jalan yang benar musim ini. Direktur teknik mereka, Leonardo sudah mengencangkan ikat pinggang guna menekan pengeluaran klub dengan meminjam beberapa pemain ternama seperti Gonzalo Higuain dan Tiemoue Bakayoko.

Namun performa tim yang tak cenderung stabil membuat manajemen harus mengosongkan kas dengan mendatangkan pemain macam Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta. Keduanya ditebus dengan mahar tak kurand dari 70 Juta Euro.

Performa Milan memang meningkat. Namun di akhir musim mereka mengalami inkonsistensi sehingga Rossoneri harus melupakan Liga Champions dan menempati peringka kelima. Torehan buruk ini pun memakan korban. Gennaro Gattuso yang notabene merupakan pelatih mereka harus angkat kaki karena hasil minor ini.

Tak bermain di Liga Champions membuat pundi-pundi pemasukan mereka berkurang drastis. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan klub yakni dengan menjual pemain-pemain bintang mereka. Jika hal tersebut terealisasi, maka Milan akan berubah status dari tim penantang gelar menjadi tim penghuni papan tengah.

Dengan demikian, kemungkinan besar tak akan ada nama besar yang bisa didatangkan oleh Milan pada bursa transfer musim panas nanti. Bahkan, sejumlah pemain penting seperti Suso atau bahkan Piatek bisa saja dilepas demi menyeimbangkan neraca keuangannya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here