Ditahan AS Monaco, Juventus Lemas dan Tanpa Kualitas
Vivagoal – Liga Champions – Allenatore Juventus, Luciano Spalletti menyuarakan rasa frustasi akan kurangnya kualitas serta ketajaman anak asuhnya itu, yang berujung kegagalan mereka mendulang poin penuh saat hadapi AS Monaco di pekan terakhir fase grup Liga Champions 2025/26.
Juventus harus puas menutup fase Grup Liga Champions musim ini dengan hasil kurang maksimal. Bertandang ke Stade Louis II, Juventus hanya bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah AS Monaco, Kamis (29/1) dini hari WIB.
Hasil tersebut memang tidak banyak memberikan dampak pada nasib mereka di fase grup UCL. Baik Juventus maupun AS Monaco sama-sama memastikan satu tempat mereka di babak play-off untuk merebutkan tiket menuju fase 16 besar Liga Champions.

Juventus pun mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Liga Champions sejak ditangani Luciano Spalletti, dengan tiga kemenangan dan dua imbang. Juventus mengakhiri fase grup dengan berada di posisi ke-13 dengan raihan 13 poin dari delapan pertandingan.
Meski begitu, performa Juventus melawan Monaco tampak lemas dan sangat mengecewakan, serta tanpa adanya satu tembakan ke gawang pun yang bisa mereka ciptakan. Spalletti pun lantas menyuarakan perasaan kecewanya melihat anak asuhnya yang gagal mendulang poin penuh dari Monaco.
Menurut Spalletti, faktor kelelahan sangat berpengaruh pada penampilan mereka, terutama dari sisi ketajaman di depan gawang lawan. Ia mengakui jika sejumlah rencana dan perubahan yang Ia siapkan melawan Monaco tidak berjalan dengan semestinya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Jonjo Shelvey, Sepakbola dan Keluarga
- Setelah Persija, John Herdman Kunjungi Tempat Latihan Bali United
- Dewangga Tak Takut Bersaing dengan Layvin Kurzawa
- Jelang Hadapi Kirgistan, Pelatih Timnas Futsal Berharap Suporter Penuhi Indonesia Arena
“Ada rasa lelah yang mulai menumpuk, jadi saya melakukan perubahan untuk mencari ketajaman lebih dan menciptakan tempo yang lebih baik. Kami tidak berhasil melakukannya,” ujar Spalletti dilansir beinSports.
“Juventus berhadapan dengan tim yang terus memaksa kami berlari kembali 100 meter dengan kecepatan dan agresivitas; serangan balik mereka benar-benar melelahkan. Mereka yang masuk tidak bermain buruk, tapi ketika level kualitas keseluruhan tim menurun, begitu pula performa individu.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com
