Obrolan Vigo: Jonjo Shelvey, Sepakbola dan Keluarga
Vivagoal–Berita Bola– Dalam satu dekade ke belakang, kita mengenal Jonjo Shelvey sebagai gelandang yang malang melintang di sepakbola Inggris entah di Premier League ataupun Championship. Namun di musim panas 2025 kemarin, sosok berkepala plontos membuat kejutan dengan hengkang ke Uni Emirat Arab, uang bukan menjadi alasannya.
Shelvey merupakan sosok asal London yang memulai karir profesionalnya di Charlton Athletic. Namanya mencuri perhatian tatkala Liverpool mengangkutnya pada 2011 lalu dengan mahar dua juta Euro. Dalam karirnya di Merseyside ia gagal memberikan impresi. Peminjaman ke Blackpool pun menjadi momen tak terelakan baginya.
Setelahnya, Shelvey banyak memperkuat berbagai tim Inggris lain seperti Swansea City, Newcastle United hingga Nottingham Forest. The Garibaldi menjadi tim terakhirnya di top Flight. Ia kemudian memutuskan hengkang ke Turki guna mntas ke Rizespor dan Eyupspor pada rentang 2023-2025 kemarin.

Meski menjadi kutu loncat, ia sempat mendapatkan cinta kala memperkuat the Magpies. 7 tahun dihabiskannya di Timur Laut Inggris itu. Ia sempat hadir dalam berbagai suka duka yang ada di klub mulai dari terdegradasi hingga kembali ke top flight. Ia juga sempat menjadi kapten tim di sana.
Baca Juga:
- 5 Fakta Rekrutan Mahal RB Leipzig yang Terbilang Gagal
- 5 Fakta Pemain Skotlandia yang tengah Mentas di Serie A
- 5 Fakta Pemain Top Indonesia yang Berkiprah di Liga 4 2025/26
- 5 Fakta Pemain yang Menangkan Liga Champions dan Copa Libertadores
“Anda mungkin tak akan menemukan cinta di klub sepakbola seperti yang saya temukan di Newcastle. Mreka punya cara meneruma para pemain dan dukungannya sangat besar. Sampai anda benar ada di sana, anda akan mengerti dampaknya bagi diri anda,” ungkapnya kepada BBC.
Pasca Turki Super Lig, sempat mudik sejenak ke Burnley pada 2025 dan mentas 8 bulan di sana. Sejatinya masih ada tawaran dari tim Inggris lain kepadanya lantaran rangkaian pengalaman yang ia miliki di kasta tertinggi sepakbola Inggris. Namun ia menolak kans tersebut lantaran London, tempatnya berasal bukan lagi tempat yang aman.

Shelvey kemudian memutuskan hengkang ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab guna merapat ke tim divisi dua Arabian Falon yang tak memiliki banyak fans. Uang jelas bukan alasannya unuk pergi lantaran ia merasa keluarganya sudah hampir tak aman untuk saat ini.
Menilik laman kepolisian London, terjadi 80 ribu pencurian kasus di tahun 2025 kemarin. Tak hanya itu, mantan pembalap F1, Jenson Button sempat mengalami pencurian koper dengan total kerugian 250 ribu paun. Berbagai barang-barang mewah juga menjadi jarahan di sana dan situasi ini membuat Shelvey memutuskan langkah dalam karirnya yang memasuki usia senjakala.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: James Milner Mesin Perang Inggris yang Menolak Usang
- Obrolan Vigo: Sadio Mane, Dewa Sepakbola Senegal
- Obrolan Vigo: Paul Gascoigne, Sang Revolusioner Sepakbola Inggris
- Obrolan Vigo: Jordon Ibe, Mantan Wonderkid Liverpool yang Harus Terasing ke Bulgaria
“Saya mungkin tak banyak melihat berita politik. Saya melihat apa yang terjadi sampai saat ini. Di London, saya tak lagi bisa memakai jam tanganku dan anda tak bisa menggunakan ponsel di sembarang tempat,” urainya dalam wawancara bersama Mirror.
Ia juga menentang kepindahannya ke Dubai sebagai langkah mencari uang di usia senjanya sebagai pesepakbola. Menurutnya, tak banyak uang yang bisa didapatkan di sini. Ia merasa jika gajinya dibanding pekerja hotel di London tak terlalu signifikan. Keluarga menjadi alasannya untuk angkat kaki dari Inggris.
“Jika boleh jujur, saya tak ingin anakku hidup di Inggris lagi. Saya cukup beruntung karena kami sempat tinggal di Kawasan bagus di Inggris. Namun anda tak bisa mendapatkan hal baik di sana. Sejak 10-15 tahun terakhir, menurut saya, Inggris tak lagi sama,” timpalnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com
