
Gagal Jaga Keseimbangan, Juventus Harus Rela Dibantai Galatasaray
Vivagoal–Liga Champions – Juru latih Juventus, Luciano Spalletti menyoroti kegagalan anak asuhnya menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan sepanjang pertandingan, yang berujung kekalahan telak dari Galatasaray.
Langkah Juventus bertahan lebih jauh di Liga Champions musim ini terancam selesai dalam waktu dekat. Si Nyonya Tua menyerah 2-5 dari Galatasaray dini hari tadi pada lanjutan leg pertama babak playoff Liga Champions 2025/26.
Dua gol Noa Lang, serta tambahan dari Gabriel Sara, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey memastikan Juventus pulang dengan tangan hampa. Sementara dua gol balasan Juventus dicetak oleh Teun Koopmeiners.

Pasca laga usai, Luciano Spalletti menjabarkan penyebab terbesar dari hasil memalukan anak asuhnya itu di Rams Park. Menurutnya, skuad Bianconeri tak memiliki komposisi maupun kualitas untuk membangun area pertahanan yang solid saat ini.
“Saya yakin dapat meringankan beban pertahanan jika berhasil bermain sepak bola. Andai mampu mendirikan barikade dan melakukan serangan balik, kita tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan semacam itu,” ujar Spalletti dilansir Football Italia.
Baca Juga:
- Ratchaburi FC Bertekad Pertahankan Karakter Bermain
- Febri Hariyadi Hijrah ke Persis Solo, Beckham Putra Buka Suara
- Kabar Buruk Datang Dari Penyerang OGC Nice
- Joao Neves Beri Respons Soal Komentar Ousmane Dembele Yang Hebohkan Publik
“Tim tidak memiliki pemain yang cukup tangguh untuk mencegah lawan mencetak gol. Jadi, saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif. Jika kita turun di bawah standar kualitas kita, maka kita selalu berisiko kebobolan gol,” kata Spalletti.
Lebih lanjut, Spalletti menilai kartu merah dari Juan Cabal menit ke-67 semakin membuat Juventus kesulitan menghadapi Galatasaray. Secara luas, Spalletti merasa skuad Juve tak bisa menampilkan fleksibilitas pada setiap keadaan, dan menjadi bumerang bagi mereka sendiri, terutama pada gol kedua, ketiga, dan kelima Galatasaray.
“Saya ingin mereka memainkan bola dalam situasi normal, tetapi saat ada bahaya ekstrem, tendanglah bola itu. Mau kita menciptakan sesuatu saat menyerang, bukan hanya menghentikan permainan Tidak setiap situasi sama, terkadang kita menendang bola untuk melepaskan tekanan. Saya suka memainkan bola secara umum, tetapi ada situasi yang berbeda,” tambah Spalletti.
“Ketika bermain dengan 10 orang, itu situasi yang sulit, kami melakukan pergantian pemain untuk mengurangi tekanan pada satu pemain. Lalu, penggantinya mendapat dua kartu kuning dalam 20 menit. Itu membuat segalanya lebih sulit. Terlepas dari kartu-kartu itu, seluruh tim mundur beberapa langkah dalam berbagai cara hari ini.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com













