Hilang Jati Diri di Awal Musim, Guardiola Kesal Pada Man City - Vivagoal.com
Beda Bayern Dan Barcelona, Guardiola Dapat Kebebasan Melatih Di City
Pep Guardiola, Sumber: Daily Mail

Hilang Jati Diri di Awal Musim, Guardiola Kesal Pada Man City

Irman Maulana - March 7, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris – Pep Guardiola mengatakan bahwa dia harus mengingatkan para pemainnya tentang prinsip-prinsip utama bermain dalam klub asuhannya setelah tampil kurang maksimal di awal musim 2020/21 lalu.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengakui bahwa Ia tidak senang dengan timnya itu setelah kehilangan jati diri mereka di awal musim. Setelah meraih serangkaian hasil buruk itu, kini The Citizen berubah 180 derajat dan mendominasi di Liga Inggris.

Pasukan Guardiola itu seperti bergerak tanpa henti untuk merengkuh mahkota Premier League musim ini. Mereka kini unggul 12 poin dari Leicester yang berada di peringkat kedua, dengan kondisi satu pertandingan lebih.

City sempat merosot hingga peringkat kesembilan dalam tabel klasemen dan terpaut delapan poin dari pimpinan klasemen saat itu, Liverpool. Hasil itu mereka dapatkan setelah imbang 1-1 melawan West Brom di Bulan Desember tahun lalu.

Namun saat ini Manchester City tampil sangat luar biasa karena bisa mencatatkan total 21 kemenangan beruntun sejak laga melawan West Brom. Mereka benar-benar muncul seperti tim baru yang sebelumnya dipaksa menghadapi berbagai cobaan berat.

“Itu bukan hanya pertandingan khusus West Brom. Itu adalah pertandingan terakhir sebelum West Brom. Saya selalu menjadi penonton. Pelatih tetapi penonton juga. Ingin menikmati, melihat tim bermain seperti yang harus mereka lakukan, dan hal itu tidak bisa dilihat untuk waktu yang sangat lama,”ujar Guardiola pada Sky Sport.

“Saya kalah di Barcelona, ​​di Munich, tetapi selalu mengenali tim sendiri. Dalam periode itu, saya tidak bisa mengenali dan menyukainya. Kadang-kadang kami punya satu atau dua hari untuk merenung, saya berbicara dengan staf klub, kami membahas banyak hal dan berbicara tentang proses apa yang harus dilakukan.


Baca Juga:


“Saya berkata ‘teman-teman, kami melakukannya di sini di Inggris, kami melakukannya di Jerman dan Spanyol juga. Jadi kembali ke prinsip kami, melakukan apa yang harus dilakukan dan mencoba melakukannya lagi ‘.

Guardiola mengaku meski Ia kerap mendapat hasil buruk, tetapi selalu bisa mengenali bagaimana tim asuhnya bermain sesuai dengan apa yang Ia inginkan. Menurut Guardiola, dirinya selalu meminta para pemain untuk menunjukan jati diri klub demi berusaha meraih kemenangan.

“Tidak ada jaminan untuk memenangkan pertandingan tapi setidaknya kami akan bangga, kami akan mengenali apa yang kami inginkan, cara kami ingin hidup, dan setelah itu, ini satu pertandingan, kemenangan lain, kepercayaan diri meningkat, kepercayaan meningkat. dan itu membantu kami untuk berada di posisi kami sekarang,”ungkapnya.

City hanya meraih 20 poin dari 12 pertandingan pembukaan Liga Premier mereka. Tetapi kemudian mereka telah memenangkan 15 poin berikutnya untuk mengalahkan rival hingga bisa merebut di puncak klasemen.

Guardiola kini berada diambang meraih mahkota Premier League ketiganya andai terus menunjukan penampilan yang konsisten hingga akhir musim. Ia berpotensi mengulangi treble domestik musim 2018/19 atau bahkan quadruple ditambah Liga Champions musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com