
Imbang 4-4 dari Dortmund, Tudor: Terlalu Banyak Drama di Dua Laga Terakhir Juventus
Vivagoal – Liga Champions – Juventus membuka laga pertamanya di Liga Champions dengan hasil dramatis atas Borussia Dortmund di Allianz Stadium, Selasa (17/9) dini hari WIB. Sempat tertinggal 4-2, The Old Lady berhasil mencetak dua gol telat untuk setidaknya mengamankan satu angka.
Drama yang sama juga terjadi akhir pekan kemarin saat Bianconeri menjamu Inter Milan di Serie A. Hampir dipaksa bermain imbang 3-3 oleh Nerazzurri, pasukan Igor Tudor memastikan kemenangan melalui gol telat Vasilije Adzic di menit 90+1.

“Saya sudah cukup dengan pertandingan seperti ini. Kami kebobolan terlalu banyak gol, setidaknya kami mencetak banyak gol juga, tapi kami tak bisa terus seperti ini,” tutur Tudor pasca laga, dilansir dari Football Italia.
“Sulit bagi kami untuk menjaga level energi tetap di atas pada babak kedua hanya tiga hari setelah melakoni pertandingan sulit, sementara kalian bisa melihat bahwa Borussia Dortmund menjalani pertandingan yang mudah akhir pekan kemarin,” sambungnya.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Dortmund vs Juventus Dihiasi 8 Gol, Niko Kovac: Menegangkan Sekaligus Menyakitkan!
- Selamatkan Juventus Lagi, Vlahovic Tak Masalah Jadi Supersub
- 5 Fakta Pengkhianat yang Bermain untuk Liverpool dan Everton
Sang pelatih merombak total susunan sebelas pertamanya di laga dini hari WIB tadi. Dusan Vlahovic yang bermain sebagai starter kontra Inter masuk dari bangku cadangan dan menjadi penyelamat Bianconeri, sedangkan Lois Openda dan Jonathan David yang kemarin dicadangkan kali ini bermain sejak awal.
View this post on Instagram
“Jika kami punya jeda empat hari anter pertandingan akan lebih mudah, tapi dengan tiga hari kalian wajib melakukan rotasi. Pilihan yang tepat Dusan bermain di pertandingan itu (lawan Inter), kemudian ada Openda dan David yang baru tiba, mereka adalah pemain yang penting.
“Ketika ada lima rotasi pemain, itu jadi sulit untuk pelatih. Kadang kalian bisa melakukannya dengan benar dan terkadang tidak. Itulah alasan saya selalu mengatakan bahwa semua pemain terlibat. Mereka bisa jadi penentu, baik saat dimainkan sebagai starter atau tidak,” tegas sang pelatih.















