
Main Pasif Lawan PSG, Arsenal Bisa Bernasib Seperti Inter Milan
Vivagoal–Liga Champions – Legenda Manchester United, Patrice Evra, melontarkan peringatan keras kepada Arsenal jelang final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Menurut Evra, PSG bisa saja “menghancurkan” Arsenal jika tidak bermain dengan pendekatan yang lebih berani.
PSG datang ke final dengan status juara bertahan. Mereka memburu pencapaian langka, yakni mempertahankan trofi Liga Champions secara beruntun seperti yang pernah dilakukan Real Madrid pada periode 2015 hingga 2018.
Sementara itu, Arsenal berhasil melaju ke final Piala Eropa pertama mereka sejak 2006 setelah menjalani kampanye tanpa kekalahan. Final yang digelar di Budapest itu juga menjadi kesempatan Arsenal untuk mencatat sejarah baru setelah sukses merebut gelar Premier League musim ini.
Namun, Evra menilai tantangan terbesar kini menunggu The Gunners menghadapi lini serang PSG yang dihuni Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia. Evra merasa Arsenal tak boleh bermain terlalu pasif, kecuali ingin bernasib seperti Inter Milan yang tumbang 0-5 musim lalu.

“Tidak, tidak. Mungkin saya berbicara terlalu cepat, tetapi kali ini bukan soal Arsenal, melainkan PSG. Sepertinya PSG sedang mendominasi dunia sepak bola dan saya berharap Arsenal bermain terbuka. Jika mereka parkir bus seperti yang biasa dilakukan, PSG akan mencetak lima gol seperti yang terjadi kepada Inter. Saya sangat terkejut karena Inter adalah master Catenaccio,” ujar Evra.
Evra menilai kualitas dan agresivitas permainan PSG saat ini berada di level berbeda dibanding lawan-lawan Arsenal sebelumnya. Ia bahkan menyebut tim asal Prancis itu bisa terlalu kuat jika seluruh pemain utamanya tampil dalam kondisi terbaik.
“Di Italia, sejak lahir, mereka sudah mengajarkan tentang Catenaccio. Tetapi jika PSG memiliki semua pemain itu. Jika Ousmane Dembele dan lainnya siap bermain, mereka akan menghancurkan Arsenal. Tetapi kita tidak pernah tahu. Arsenal sekarang sudah memenangkan Premier League. Saya pikir bagi para fans Arsenal sendiri, sejujurnya, memenangkan Liga Champions hanya akan menjadi bonus,” tambahnya.
Baca Juga:
- etelah Muhammad Toha, Klub Brunei Ingin Striker Arema Gantikan Ramadhan Sananta
- Tolak Juventus, Andy Robertson Sepakat Gabung Tottenham
- Diminta untuk Hengkang oleh Timnya, Wakil Kapten Real Madrid Bilang Begini
- Setelah Mauricio Souza, Giliran Pemain Brasil ini yang Hengkang Dari Persija
Evra juga menilai Arsenal sebenarnya sudah berhasil memenuhi target utama mereka musim ini dengan mengakhiri penantian panjang gelar liga selama 22 tahun. Karena itu, kegagalan di final Liga Champions menurutnya tidak akan dianggap sebagai bencana besar oleh para pendukung The Gunners.
“Saya tidak berpikir mereka akan menangis atau kecewa jika Arsenal tidak memenangkan Liga Champions karena mereka sudah melakukan tugas utamanya, yaitu memenangkan Premier League. Mereka menunggu selama 22 tahun. Itu pencapaian terbesar mereka. Jika mereka memenangkan Liga Champions, itu hanya akan menjadi pelengkap sempurna,” kata Evra.
Meski menjagokan PSG, Evra tetap mengingatkan bahwa final selalu menghadirkan kemungkinan tak terduga. Ia mencontohkan kekalahan PSG dari Chelsea di Piala Dunia Antarklub sebagai bukti bahwa satu pertandingan bisa menghasilkan kejutan.

“Dengan PSG dan apa yang mereka lakukan, lihat semifinal melawan Bayern Munich dibanding semifinal Arsenal melawan Atletico. Jangan salah paham, ini hanya satu pertandingan. Apa pun bisa terjadi. Tetapi gaya bermain PSG dan cara mereka mengalahkan Inter, jika Mikel Arteta tidak punya rencana untuk memainkan sepak bola yang lebih baik, mereka tidak punya peluang,” ujar Evra.
“Jika mereka ingin parkir bus, mereka tidak punya peluang memenangkan pertandingan. Tetapi sekali lagi, dalam satu laga semuanya bisa terjadi. Favorit saya untuk pertandingan ini, dengan segala hormat dan cinta saya kepada Arsenal, tetap PSG,” tutupnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com















