Alasan Kuat Thierry Henry Menjadi Seorang Pelatih - Vivagoal.com
Wenger; Semoga Henry Sukses dan Latih Arsenal
Pelatih, Montreal Impact. Sumber: Thierry Henry

Alasan Kuat Thierry Henry Menjadi Seorang Pelatih

Daniel Nugraha - April 9, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita Liga Inggris – Setelah meraih berbagai kesuksesan sebagai pemain, baik level klub maupun Internasional, Thierry Henry mengaku belum merasa perjalanannya di sepakbola sudah usai, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk melanjutkan karir sebagai pelatih.

Memiliki reputasi sebagai pesepakbola hebat belum menjadi jaminan bisa meraih kesuksesan yang sama ketika melanjutkan karir sebagai pelatih. Banyak mantan pemain hebat yang sempat mencoba peruntungannya sebagai pelatih, namun pada akhirnya harus gagal total.

Satu diantara sosok mantan pemain yang tengah membangun karir sebagai pelatih adalah Thierry Henry. Memiliki label sebagai pencetak gol terbanyak Prancis dan Legenda Arsenal, Henry tampaknya belum merasa puas jika hanya bersantai-santai setelah Ia pensiun.

Henry memutuskan untuk terjun menjadi seorang pelatih dengan memulai sebagai pelatih tim muda Arsenal di tahun 2015. Henry lalu diangkat menjadi asisten pelatih Timnas Belgia yang dilatih oleh Roberto Martinez pada medio 2016-2018.

Setelah membantu Belgia meraih tempat di peringkat ketiga Piala Dunia 2018, Henry akhirnya mendapat kesempatan pertamanya sebagai pelatih kepala di AS Monaco di Bulan Oktober 2018.

Sayangnya karir Henry bersama AS Monaco tak berjalan mulus hingga Ia pun harus pergi dari Stade Louis di Bulan Januari 2019. Eks penyerang Barcelona itu kemudian menerima tawaran untuk melatih tim MLS, Montreal Impact.

Lagi-lagi karir Henry sebagai pelatih belum cemerlang ketika menjadi pemain di Arsenal dan harus berpisah dengan Montreal. Henry memutuskan mengundurkan diri yang kabarnya karena alasan pribadi untuk lebih dekat dengan keluarganya.

Baru-baru ini Henry pun membeberkan alasan kenapa Ia ingin melanjutkan karir sebagai seorang pelatih seperti sekarang. Ia bercerita bahwa ketika masih menjadi pemain dirinya selalu ingin terlibat dalam taktik, bahkan kerap mempertanyakan keputusan dari pelatihnya.


Baca Juga:


“Mungkin karena aku gila. Saya tahu saya akan selalu berada dalam permainan. Sebagai pemain, saya selalu tertarik pada taktik dan menentang pelatih. Aku benar-benar menyusahkan,”ujar Henry pada wawancara bersama FourFourTwo.

“Jika tidak meletakkan alat bantu tepat di tempat mereka seharusnya meletakkannya, saya seperti, ‘Itu terlalu pendek’. Saya selalu menantang, ‘Mengapa kita tidak bermain seperti ini?’ Bahkan kadang-kadang terlalu berlebihan. 

“Tapi saya selalu berpikir tentang pertandingan dan menonton pertandingan. Apa yang bisa kamu lakukan lebih baik?”

Henry pun mengaku sangat bergairah untuk bisa menjalani petualangan baru sebagai juru taktik dalam tim. Berada dalam tekanan di dunia sepakbola sudah menjadi hal yang menurutnya sangat Ia nikmati selama ini.

“Jadi saya berkata pada diri sendiri, mengapa tidak menjadi pelatih? Ini adalah gairah, itu adalah apa yang saya ingin lakukan. 

“Saya pergi ke lapangan dan kamu harus memberitahuku untuk berhenti. Kadang-kadang para pemain seperti, ‘Pelatih, kami sudah lama berada di lapangan’ dan saya berkata, ‘Oh ya, maaf…’ kamu merasakan tekanan, karena jadi seorang manajer.

“Apakah kamu merasakan tekanan ketika kamu akan bermain juga? Yah, ya, tapi itu seperti bernapas. Saya tidak berpikir tentang bernapas.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com