
Kegagalan Pulisic Semakin Memperparah Persentase Keberhasilan Penalti Milan
Vivagoal – Serie A – AC Milan gagal menang dari Juventus pada laga akhir pekan lalu dan hanya bisa bermain imbang 0-0 di Allianz Stadium. Rossoneri punya kesempatan untuk menang karena memperoleh penalti di awal babak kedua, namun Christian Pulisic yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang.
Kegagalan Pulisic semakin memperparah persentase keberhasilan eksekusi penalti Milan dan menjadikan mereka sebagai tim terburuk di Eropa. Jika dihitung sejak awal tahun 2024, Milan tercatat gagal mengeksekusi penalti sebanyak lebih dari 50 persen di Serie A.

Padahal Pulisic punya rekor yang sempurna saat melakukan tendangan penalti sebelum mendarat di San Siro. Akan tetapi tahun ini saja ia sudah dua kali gagal mengeksekusi penalti, di mana kali pertama ia gagal saat Milan kalah 2-1 dari Torino pada Februari lalu.
Sejak 2024, Milan tercatat gagal mengeksekusi tujuh dari 13 kesempatan yang diberikan kepada tim. Bahkan lima kegagalan terakhir dilakukan oleh empat pemain yang berbeda.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- AFC Tolak Permintaan PSSI Soal Pergantian Wasit di Laga Indonesia vs Arab Saudi
- Gagal ke Liverpool, Kapten Palace kini Dipantau Raksasa Jerman
- Dipermalukan Madrid di Final, Bek Dortmund Ini Buang Medali Perak Liga Champions
Saat kalah dari Fiorentina tahun lalu, tendangan Theo Hernandez dan Tammy Abraham berhasil ditepis oleh David de Gea. Dua pemain itu sebenarnya memang tidak dipersiapkan untuk penalti, namun secara keseluruhan memang tidak ada eksekutor sempurna selain Pulisic.
View this post on Instagram
Luka Modric sebenarnya punya catatan yang cukup baik, di mana ia hanya gagal enam kali dari 30 kesempatan sepanjang karirnya. Sementara itu, Santiago Gimenez lima kali gagal dari total 20 kesempatan, sedangkan Adrien Rabiot sama sekali tak pernah mencetak penalti.
Statistik ini patut jadi perhatian Massimiliano Allegri karena Milan sudah beberapa kali gagal menang karena tak bisa mengeksekusi penalti dengan baik.















