mauricio souza
Sumber: Persija Jakarta

Ketika Mauricio Souza Gambarkan Petaka Persija di Kandang Bhayangkara

Taufik Hidayat - April 6, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Indonesia – Persija Jakarta kalah dramatis saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada lanjutan BRI Super League 2025/26. Sang pelatih, Mauricio Souza, menggambarkan secara rinci momen petaka tersebut.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4), Persija harus takluk dari Bhayangkara FC dengan skor 2-3. Padahal Macan Kemayoran sempat unggul dua kali.

Persija mengawali laga dengan sempurna. Rayhan Hannan mampu membuka keunggulan tim tamu dalam waktu kurang dari satu menit saja usai menanduk bola kiriman umpan matang Allano.

Gol cepat tersebut membuat Persija kian percaya diri. Sayang sejumlah peluang lain gagal dikonversi menjadi gol.

Mauricio Souza mengaku Rizky Ridho dan kawan-kawan tampil nyaris sempurna sejak awal laga. Namun permainan Persija mengalami penurunan setelah 20 menit laga berlangsung.

“Kami mulai pertandingan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Kami tahu di mana ruang yang bisa dimanfaatkan untuk bisa mendekati gawang lawan dan cetak gol,” kata Mauricio Souza usai laga.

“Namun kami berhenti bermain (sesuai rencana) dan justru memberikan banyak ruang di lini pertahanan untuk mereka sampai akhirnya kebobolan satu gol dari dalam kotak penalti.”

Bhayangkara memang mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Moussa Sidibe pada menit ke-28. Skor imbang 1-1 menutup babak pertama.

Saat turun minum, Mauricio Souza mempersiapkan timnya untuk tampil lebih menyerang. Persija memang butuh kemenangan untuk menjaga jarak dengan dua tim teratas.


Baca Juga:


Namun rencana tersebut menjadi berantakan usai Jordi Amat menerima kartu kuning kedua pada menit ke-49. Mauricio Souza langsung mengubah strategi menjadi lebih bertahan dengan menarik keluar Gustavo Almeida dan Jean Mota.

Unggul jumlah pemain membuat Bhayangkara mengambil alih permainan. The Guardian mulai mengurung pertahanan Persija.

Dalam situasi tertekan tersebut, Persija justru mampu kembali unggul. Fabio Calonego kembali melepaskan tembakann roket jarak jauh pada menit ke-62 dan tak mampu diantisipasi Aqil Savik.

“Di babak kedua, kami tak bisa berbuat banyak karena ada kartu merah dan membuat kondisi tim bermasalah. Jadi kami sulit untuk menunjukkan performa terbaik karena kurang satu pemain,” tambah Mauricio Souza.

“Namun kami tetap mencoba dan berusaha keras tapi dengan kekurangan satu pemain sangat sulit bagi kami.”

bhayangkara vs persija
Sumber: Persija Jakarta

Skor 2-1 seolah kembali meningkatkan kepercayaan diri para pemain Persija. Skema 4-4-1 dipilih Mauricio Souza untuk mempertahankan keunggulan tim asuhannya.

Usaha Persija untuk mempertahankan keunggulannya hingga akhir laga sayangnya berujung petaka. Bhayangkara secara dramatis mampu melakukan comeback lewat dua gol yang dicetak Dendy Sulistyawan dan Moussa Sidibe.

“Tanpa satu pemain di babak kedua, saya mau bikin satu gol lagi karena kami butuh tiga poin ini. Kami akhirnya mendapatkan gol itu tapi juga kebobolan dari bola mati.,” kata Mauricio Souza lagi.

“Setelah itu (skor 2-2) kami coba untuk meraih hasil maksimal tapi kebobolan dari transisi mereka. Pemain Bhayangkara (Sidibe) bisa mendekati gawang kami dan melakukan finishing dengan baik.”

“Kekurangan satu pemain membuat pertandingan jadi berbeda, kami jadi fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

adu_2RgveEg7HbWK43B2O5wkeA