Kritik Pedas Greg Nwokolo Soal Sepakbola Indonesia: Maju 10 Langkah, Lalu Mundur!
Potret aksi Timnas Indonesia U-22 melawan Timnas Myanmar U-22 di laga terakhir grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand, Jumat (12/12) malam WIB.Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Kritik Pedas Greg Nwokolo Soal Sepakbola Indonesia: Maju 10 Langkah, Lalu Mundur!

Muhammad Ilham - Desember 19, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, melontarkan kritikan pedas terhadap sepakbola dalam negeri.

Timnas Indonesia U-22 gagal mempertahankan medali emas di ajang SEA Games 2025. Perjalanan mereka terhenti di fase grup setelah duduk di posisi kedua dan kalah agresivitas gol dari Timnas Malaysia U-22.

Hasil ini membuat Greg Nwokolo selaku mantan pemain Timnas Indonesia merasa sangat kecewa. Tidak tanggung-tanggung, pemain yang pernah membela Persija Jakarta dan Arema FC itu merasa sepakbola Indonesia maju 10 langkah lalu mundur.

Kritik Pedas Greg Nwokolo Soal Sepakbola Indonesia: Maju 10 Langkah, Lalu Mundur!
Potret aksi Timnas Indonesia U-22 melawan Timnas Myanmar U-22 di laga terakhir grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand, Jumat (12/12) malam WIB.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

“Maksud saya, pasti kita semua kecewa. Karena kita semua harap Timnas bisa, paling tidak, bisa lebih baik. Tapi, itu terjadi,” ucap Greg Nwokolo saat ditemui wartawan, termasuk Vivagoal, di Santini JMTV Awards 2025 di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/12) malam WIB.

“Saya tidak mau terlalu bahas di sini karena ini sudah terlalu kebiasaan. Kita maju 10 langkah dan kemudian mundur lagi. Sepertinya mulai seperti itu lagi, semoga tidak.”


Baca Juga:


Lebih lanjut, Greg meminta PSSI untuk memikirkan perasaan para suporter Indonesia yang telah setia mendukung. Salah satu yang harus dilakukan PSSI adalah mengambil keputusan yang tepat agar kejadian digantinya Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert tidak terulang kembali.

Karena jika itu terjadi lagi, maka tidak akan ada yang mau bertanggung jawab. Semua pihak langsung menghilang dan mencuci tangan mereka.

“Namun, saya berharap buat ke depannya kita harus jaga perasaan suporter. Lalu, kita harus keputusan yang pas.”

” Kalau kita punya satu pelatih yang bagus, kita kasih waktu. Jangan main asal pecat. Terus sekarang berantakan, siapa yang tanggung jawab? Tidak ada. Semua cuci tangan,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com