
Obrolan Vigo: Duel Konsumen Melawan Produsen Dibalik Laga Ajax v Juventus
Selain itu, bakat transfer mereka untuk mendatangkan pemian gratis juga patut diacungi jempol. Bahkan, bedasarkan laporan Fox Sports, Juve berhasil merangkum 11 nama untuk dijadikan starting eleven hanya dari pemain gratis yang berhasil dirapatkan ke Allianz Stadium.
Saat ini, tersisa, dua nama yang masih bertahan dengan kostum zebra yakni Sami Khedira dan Emre Can. Sementara rekrutan anyar, Aaron Ramsey baru akan bergabung di bursa musim panas mendatang. Masifnya Juventus merekrut berbagai pemain tak pelak membuat mereka menjadi konsumen tetap tatkala bursa transfer dibuka.
Dibandingkan dengan Juventus, Ajax tak memiliki skuad sementereng Bianconeri. Tak ada mega bintang seperti CR7 yang menghuni skuat arahan Erik Ten Hag ini. Sebaliknya, mayoritas skuat Ajax di isi oleh pemain hasil didikan akademi serta pemain muda yang tengah berkembang.
Tak hanya pemain muda dari Belanda saja, skuat The Amsterdam juga diisi pemain-pemain muda berbakat dari Negara lain. Mereka yang mencari kesempatan kedua setelah gagal di Eropa serta didikan akademi yang memutuskan pulang selalu diterima dengan terbuka oleh Ajax.
Menyoal tak adanya bintang besar dalam tubuh Ajax, sejatinya hal tersebut bukanlah hal yang aneh dan menjadi prioritas utama. Tim asal ibukota Belanda in sejak dulu memang jarang membeli bintang besar untuk memperkuat tim.
Sebaliknya, Ajax merupakan salah satu klub sepak bola yang memiliki akademi terbaik. Bahkan hampir setiap tahun pintu Ajax selalu digedor kencang oleh tim-tim Eropa kala bursa transfer menjelang.
Meski skuatnya kerap digembosi, mereka tak pernah khawatir akan keadaan tersebut. Ajax merupakan tim yang selalu percaya dengan kekuatan akademinya. Teranyar wonderkid mereka, Frankie De Jong resmi merapat ke Nou Camp dengan bandrol transfer 70 juta Euro. Begitu juga dengan Sang kapten yang baru berusia 19 tahun, Matthijs de Ligt yang dilirik Madrid dan Barcelona.















