Obrolan Vigo: Kegagalan Inggris di Euro 2020 Hadir Lantaran Gareth Southgate Terlalu Medioker!

Obrolan Vigo: Kegagalan Inggris di Euro 2020 Hadir Lantaran Gareth Southgate Terlalu Medioker!

Heri Susanto - Juli 14, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Dua musim membesut Inggris dan pencapaian tim selalu naik di setiap turnamen yang diikuti, Soutgate pun diharapkan membawa tim lebih berprestasi di Euro 2020. Di fase kualifikasi Inggris, keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi 21 poin dari 8 laga yang mereka mainkan. Mereka dipastikan lolos ke fase grup Euro 2020 setelahnya.

Di Euro, Inggris memiliki komposisi pemain kualitas terbaik. Ada Jadon Sancho, Raheem Sterling, Harry Kane, Jude Bellingham, Jordan Henderson dan segenap nama beken lain. Dari starting line up dan tim cadangan, banyak bintang-bintang besar yang tersemat. Bahkan, menilik transfermarkt, skuat Inggris di Euro kali ini punya harga 1,26 Miliar Euro atau setara dengan Rp 22 Triliun!

Tak berhenti sampai di situ, Southgate juga mendapatkan privilase lantaran bisa memainkan hampir semua laga tim Tiga Singa di Wembley. Satu-satunya laga yang mereka mainkan di luar London kala bersua Ukraina di babak pedelapan final. Hasilnya, Inggris melaju ke final.


Baca Juga:


Meski sudah mendapat beragam keistimewaan dengan skuat mahal dan keuntungan bagai tuan rumah turnamen, inggris tetaplah Inggris. Mereka selalu memiliki cara terbaik untuk meremukan hati penggemar serta para pemasang taruhan. Tampil ganas hingga babak final namun keok di laga pamungkas bak menaburkan garam ke luka yang mengangga.

Lantaran kegagalan tersebut, lagu Three Lions milik the Lightning Seeds yang dirilis pada 1996 bakal tetap menjadi lagu depresif paling menyedihkan yang pernah dibuat untuk Timnas Inggris dan fans-fansnya di seluruh kolong langit. Lagu ini rasanya masih akan relevan setidaknya hingga 10-20 tahun ke depan lantaran dalam rentang waktu tersebut, football isn’t coming home.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com