Kisah Ronny Pasla 'Si Macan Tutul' Yang Tepis Tendangan Penalti Pele

Obrolan Vigo: Kemilau Pelé di Piala Dunia 1958

Irman Maulana - Desember 30, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Seorang jurnalis sepakbola asal Inggris, Brian Glanville mengatakan: “Seorang jenius telah melakukan hal luar biasa, saat para lawan berjuang keras untuk mengehentikan aksi ganas dari Pelé.”

Sebelum pertandingan melawan Brazil, pelatih Uni Soivet, Gavril Kachalin diberitahu oleh penerjemahnya bahwa Brazil akan memainkan tiga pemain cadangan mereka. Dia pun kala itu tampak bahagia, tapi dia juga tidak tahu jika satu diantara pemain cadangan itu adalah Pelé.

(thesefootballtimes.co via kompasiana.com)

Sinar Terang Pele

Pelé menjadi pencetak gol termuda di Piala Dunia saat mencetak gol kemenangan melawan Wales di perempat-final. Di babak selanjutnya Brazil akan menghadapi Tim Nasional Prancis dengan predator ganasnya yang bernama Just Fontaine. Ia menjadi top skor sementara dengan delapan gol.

Tetapi diakhir pertandingan nama Pelé lah yang sinarnya lebih terang. Publik sepakbola pun dibuat takjub oleh aksinya. Permainan memukau Pelé dengan sumbangan hattrick berhasil menghancurkan Fontaine beserta skuat Prancis lain dengan skor 5-2.

Pelé langsung jadi buah bibir. Di tempat latihan, gerombolan gadis-gadis Swedia memberi isyarat untuk meminta tanda tangan Pelé. Hebatnya, meski menyedot perhatian, Pelé tetap bisa menjaga fokus bermainnya.

 Pele Jadi Bintang Lapangan

Pada babak final, Brazil akan menghadapi tuan rumah Swedia di Stadion Rasunda. Tampil sangat luar biasa di babak sebelumnya, Selecao dinilai masih trauma akan kejadian Maracanazo tahun 1950. Kala itu mereka harus puas ditaklukan oleh Uruguay dengan skor 2-1.

Ketakutan itu terbukti, Swedia langsung memimpin saat laga baru berjalan empat menit. Tapi punggawa Brazil termasuk Pele tak langsung menyerah.


Baca Juga:


Usaha Pelé hampir membuahkan hasil, namun sayang hanya terkena mistar gawang. Selanjutnya Vava kembali menjadi bintang dengan membawa Brazil unggul lewat torehan dua golnya.

Jika ada pihak yang kala itu menilai Pelé akan tampil mengecewakan, mereka harus bersiap untuk menjilat ludahnya sendiri, karena Pelé lewat penampilannya di lapangan mampu membungkam hal itu.