Obrolan Vigo: Naturalisasi Timnas Terancam Gagal, Selanjutnya Apa?

Obrolan Vigo: Naturalisasi Timnas Terancam Gagal, Selanjutnya Apa?

Heri Susanto - Februari 22, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Naruralisasi (Sebenarnya) Bukan Jalan yang Harus Ditapaki

Obrolan Vigo: PSSI Genjot Program Naturalisasi Lagi, Untung atau Buntung?

Suka atau tidak, Naturalisasi adalah proses instan yang bisa dicapai sebuah negara guna mendulang kesuksesan di pental kompetitif baik regional maupun kontinental. Singarpura pernah merasakan manisnya menjadi juara di tahun 2004, 2007, dan 2012 untuk ajang Piala AFF.

Bahkan jika bicara soal kompetisi kontinental, banyak pemain keturunan yang membela berbagai negara barunya dan membantu tim menjadi juara. Prancis di Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2018 adalah contoh. Banyak pemain keturunan yang membantu Les Blues mendulang juara dalam dua ajang terbesar.

Meski begitu, Prancis jelas menggalakan program pembinaan pemain sejak dini meski banyak pemain keturunan dalam skuat mereka. Beberapa pemain Prancis “murni” macam Olivier Giroud, Fabian Barthez, Laurent Blanc, Benjamin Pavard hingga Robert Pires tak hadir dalam ruang kosong. Mereka merupakan jebolan dari bibit akademu yang ditekankan Prancis sejak dini.

Timnas Prancis
Foto: Sport Detik

Pembinaan sejak usia muda, memberikan kesempatan bermain serta memiliki jiwa kompetitif pada akhirnya membuat para pemain tersbeut bisa berkompetisi dan memberikan kontribusi besar baik kepada klub maupun negaranya masing-masing.

Contoh paling gress adalah La Masia. Sudah tak terhitung berapa banyak pemain yang memberikan kontribusi besar melalui skema akademi sepakbola binaan Barcelona. Banyak dari jebolan La Masia yang pada akhirnya menjadi tulang punggung Barca ataupun tim lain. Urgensi pentingnya pembinaan pemain seakan menjadi sesuatu yang tabu di Indonesia.

Untuk saat ini, sangat sedikit tim yang sadar akan pentingnya memiliki akademi guna merekrut bakat-bakat potensial yang bisa merekah dikemudian hari. Andai hal ini dilakukan secara kontiyu, bukan tak mungkin para pemian lokal bisa menjadi tulang punggung di klub maupun Timnas di kemudian  hari seperti layaknya jebolan La Masia ataupun para pemain yang memperkuat Timnas Prancis.


Baca Juga:


Suka tak suka, mau tak mau, PSSI selaku federasi jelas harus menggalakan pembinaan kelompok umur guna dapatkan pemain potensial dan mempermudah para pelatih untuk mencari bakat terbaik di seluruh Negeri melalui ceruk yang sudah disiapkan. Kehadiran pembinaan usia dini jelas akan mempermudah proses regenerasi menjadi lebih baik dair sebelumnya.

Bahkan, program naturalisasi sempat disebut bukan menjadi program jangka panjang yang dicanangkan federasi lantaran pemerintah juga sadar akan pentingnya pembinaan pemain/olahragawan sejak usia dini.

“Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Menpora Zainuddin Amali, beberapa waktu lalu.

“Kami sangat ketat terkait naturalisasi, kami tidak mau naturalisasi seperti yang dulu-dulu, kita naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” urai Menpora Amali menjelaskan.

Jadi, pembinaan, perencanaan yang mungkin sudah kita ulang berulang kali mungkin sudah waktunya digalakan. Andai program sudah tepat sasaran, bukan tak mungkin Indonesia yang memiliki penduduk lebih dari 250 juta jiwa bisa saja menemukan next Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo anyar via jalur pembinaan yang tepat. Bukan begitu?

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com