Obrolan Vigo: Nottingham Forest, Permata yang Terjebak dalam Kubangan Lumpur

Obrolan Vigo: Nottingham Forest, Permata yang Terjebak dalam Kubangan Lumpur

Heri Susanto - September 13, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Untuk saat ini, banyak pecinta sepakbola yang kurang mengenal tim asal Inggris lantaran hanya bermain di divisi dua. Namun secara prestasi, belum ada tim Inggris manapun yang menyamai catatan the Reds kala mendulang back-to back Liga Champions di medio 80an.

Forest memang terbilang lumayan digdaya di era 80an. Di bawah asuhan manajer jenius Brian Clough dan asistennya, Peter Taylor pada 1975, the Reds menjadi salah satu kekuatan yang menakutkan baik di kancah domestik maupun Eropa.

Sebelum kedatangan Clough, Forest hanya mampu mendulang sepasang Piala FA di masa lampau dan juara di kompetisi tier bawah. Duet Clough dan Taylor yang sebelumnya sukses membawa Derby Country berjaya seakan menularkan kesuksesan serupa pada Forrest.

Kedua sosok fenomenal ini membawa beberapa pemain Derby dan dikombinasikan dengan pemain baru lain. Taylor memang terbilang piawai memantau bakat-bakat muda sementara Clough bertugas untuk meyakinkan pemian buruannya untuk pindah.

Pembelian berhasil keduanya adalah mantan pelatih Timnas Indonesia, Peter With. Withe yang direkrut pada 1976 dengan mahar 43 ribu paun sukses dijual dengan harga fantastis yakni 250 ribu paun ke Newcastle United. Dana tersebut terbilang lumayan besar pada masa itu.


Baca Juga:


Selain piawai melakukan jual beli pemain, keduanya juga tak lupa memberikan prestasi bagi klub. Di tangan keduanya, Forest mampu menjuarai satu First Division (setara dengan Premier League), Dua Piala Liga, dan sepasang gelar back to back Liga Champions pada 1979 dan 1980 silam. Prestasi yang disebut terakhir bahkan belum mampu disamai oleh tim Inggris manapun sampai saat ini.

Namun era kejayaan Forest hanya berlangsung pada medio 1975-1982 saja. Peter Taylor, untuk kali kedua meniggalkan Brian Clough guna mengejar jabatan sebagai manajer utama. Sejak saat itu, Forest tak lagi sama. Dominasi mereka di Eropa maupun kancah domestik seakan luntur meski mereka masih mampu menyabet rangkaian gelar lokal bersama Clough di akhir 80an lalu.

Di tahun 1992, Clough mengalami kecanduan alcohol yang hebat. Hal tersebut sedikit banyak berpengaruh dengan performa tim. Forest juga menjual beberapa nama penting dalam skuatnya hingga di akhir musim 1992, the Reds untuk kali pertama harus terdegradasi ke divisi dua.