Obrolan Vigo: Pemain Indonesia Main di Eropa Hanya untuk Marketing Semata? - Vivagoal.com
Obrolan Vigo: Pemain Indonesia Main di Eropa Hanya untuk Marketing Semata?

Obrolan Vigo: Pemain Indonesia Main di Eropa Hanya untuk Marketing Semata?

Heri Susanto - September 15, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Belakangan, banyak pemain asal Indonesia yang merumput di Eropa. Namun kehadiran para pemain nasional di benua biru justru menuai pertanyaan. Apakah mereka benar-benar dibutuhkan, atau hanya menjadi bahan marketing untuk mendulang fans dan followers dari tanah air saja.

Sejatinya, gerbang kedatangan pemain Indonesia di Eropa tak dimulai baru-baru ini. Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, dan Bima Sakti menjadi sosok-sosok yang sempat berkiprah di benua biru via jalur PSSI Primavera pada medio 90an lalu.

Nama yang disebut pertama sempat memperkuat Sampdoria dan klub Swiss, FC Luzern. Kurnia Sandi gagal mengecap satu pun laga resmi bersama Il Samp sementara Bima Sakti sempat bermain untuk kontestan Liga Swedia, Helsinborg IF selmaa semusim.

Tak berhenti sampai di sana, PSSI sempat menggembleng program anyar dalam diri Sociedad Anónima Deportiva (SAD) di pertengahan millennium lalu. Beberapa pemain macam Syamsir Alam, Yongki Aribowo, Yanto Basna, Hansamu Yama Pranata. Alfin Tuasalamony, hingga Manahati Lestusen.

Syamsir sempat hengkang ke beberapa klub macam DC United dan CS Vise. Meski dua tim tersebut sempat dimiliki orang Indonesia, ia sempat menepak 10 laga di CS Vise dan di DC, ia hanya menumpang berlatih tanpa mengepak satu pun laga. Sementara Alvin Tuasalamony juga memperkuat VIse sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.


Baca Juga:


Kini, pemain Indonesia memasuki gelombang ketiga hengkang ke Eropa. Egy Maulana Vikri menjadi gerbang pembukanya. Pemain jebolan Diklat Ragunan putuskan bermian di Eropa bersama kontestan Ekstraklasa, Lechia Gdanks. Kehadirannya ke Eropa membuat riuh rendah dan harapan pecinta sepakbola melambung tinggi seiring derasnya arus informasi dan media sosial yang kian massif