Site icon Vivagoal.com

Obrolan Vigo: Satu Sesal Martin Skrtel Bersama Liverpool

Obrolan Vigo: Satu Sesal Martin Skrtel Bersama Liverpool

Vivagoal Berita BolaMartin Skrtel memiliki penyesalan yang lumayan besar bagi Liverpool. Ia gagal memberikan prestasi maksimal kala berseragam the Reds dalam masa baktinya. Apa yang batal direngkuh bisa menghantui pikirannya seumur hidup.

Skrtel, yang datang ke Liverpool pada 2008. Di awal kedatangan, ia langsung diandalkan th Reds guna menggalang pertahanan bersama Jamie Carragher atau Daniel Agger. Jika Manchester United memilki Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic, maka the Reds memiliki Agger-Skrtel guna mengawal pertahanan.

Berbekal tinggi badan yang mumpuni, ia dikenal piawai memenangkan duel udara. Selain itu, permainannya juga terbilang agresif kala menghalau serangan dari lawan. Mantan rekan setimnya di Liverpool, Lucas Leiva pun merasa amat terbantu dengan kedatangannya. “Martin sangat kuat, ia bisa memberikan lini tengah kepercayaan diri tinggi,” urainya pada laman resmi klub di tahun 2010 lalu.

Sumber: Goal

Skrtel dan Agger merupakan kombinasi yang lumayan apik di lini belakang. Keduanya memiliki postur layaknya punker atau hooligan alih-alih pesepakbola dengan rentetan tattoo di sekujur tubuh. Hal tersebut sedikit banyak bisa membuat ciut para penyerang lawan.


Baca Juga:


Namun dalam masa baktinya di klub, Skrtel hanya mampu mempersembahkan satu gelar Piala Liga pada 2012. Dalam periodenya, the Reds memang memasuki masa muram lantaran tim kerap tampil inkonsisten di lintas kompetisi dan masifnya pergantian manajer serta derasnya arus pemain yang keluar masuk Anfield.

Sejatinya, ia sempat memiliki kans mendulang gelar semusim pasca membantu klub memenangi Piala Liga, Merseyside Merah berpeluang memenangkan gelar Premier League untuk kali pertama sejak 1989. Namun hal tersebut harus buyar lantaran insiden terpelesetnya Steven Gerrard di laga pamungkas melawan Chelsea.

Sesal tersebut sempat ia sampaikan dalam wawancara ekslusif bersama Vivagoal di Hotel Shangri-La Singapura, Selasa (1/8) sore waktu setempat. Ia merasa sepakbola memang bisa menghadirkan gembira dan kekecewaan dalam berbagai momen tertntu.

“Di musim itu, kami hampir memenangkan gelar Premier League. Namun kami tak bisa melakukannya. Saya hanya bisa mempersembahkan satu gelar pada tim. Terima kash untuk itu. Saya tak bisa bilang ini penyesalan terbesar karena seperti itulah sepakbola,” ucapnya.


Baca Juga:


Meski kegagalan tersebut melibatkan Steven Gerrard, sosok yang dianggap sebagai representasi klub dalam beberapa tahun terakhir, Skrtel sama sekali tak merasa semua merupakan salahnya. Sepakbola kadang bisa menghancurkan ribuan harap. Namun ia merasa jika Steve-G merupakan sosok yang lumayan berkonribusi besar dalam karirnya dan juga klub.

“Menjadi sebuah kehormatan bagi saya bisa bermain bersamanya. Ia adalah pemian yang komplet dan kapten dengan personal terbaik. Ia banyak membantu saya untuk membuat hidup lebih mudah. Kami masih berkomuniasi dan berbicang satu sama lain. Dia adalah teman dan keluarga saya senang karena ia banyak membantu sama dalam waktuku di Liverpool,”

9 musim pun dihabiskannya di Merseyside. Waktu yang lumayan panjang untuk seorang pemain. Namun Skrtel pada akhirnya memutuskan hengkang dan mencari tantangan baru dan memutuskan angkat kaki dan ia merasa Liverpool adalah tempat terbaik dalam karir sepakbolanya.

“Saya ingin mencari pengalaman dan motivasi baru. Hal itu yang membuat saya pergi. Saya meninggalkan tim terbesar di dunia dan saya baru menyadari ketika saya hengkang. Saya memutuskan pergi ke Turki dan itu adalah keputusan yang bagus buat saya dan keluarga,” paparnya.

Pasca bermain Turki bersama Fenerbache dan Istanbul Basaksehir, ia sempat pulang ke Slovakia dan mentas bersama Spartak Trnava dan Reztocno. Khusus untuk tim terakhir, ia sekaan mengulang romantisme lantaran merupakan tim masa kecilnya dulu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version